
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Hai guys aku kasih Visualnya Wina Darma yah! Semoga kalian suka🙏
Kalau ini Visualnya Asisten Yoga yah guys! Semoga kalian suka🙏
Wina hanya tersenyum canggung, melihat Asisten Yoga terkekeh karena dirinya.
"Maaf yah Wina sayang, barusan Om sudah mengagetkanmu." Ucap Asisten Yoga tulus untuk meminta maaf, seraya memeluk Wina dengan begitu posesif.
"Iya.. Om Yoga, tadi juga Wina minta maaf tidak bisa membalas ciuman Om Yoga. Ini adalah ciuman pertama Wina, dan Wina sungguh tidak mengerti cara membalasnya." Ujar Wina jujur, dengan wajah yang sudah merona merah.
"Nanti kalau sudah sering melakukan juga, bisa membalas ciuman Om, tapi Om tidak ingin membiasakan ciuman bibir dengan kamu, Wina." Ujar Asisten Yoga gamblang, seraya mengecup puncak rambut kepala Wina lembut.
"Kenapa? Apa Om tidak menyukai, Wina?" Tanya Wina heran, mendengar ucapan Asisten Yoga.
"Bukan seperti itu Wina, Om Yoga menyukai Wina, tapi Om Yoga tidak ingin merusak Wina. Om takut nanti bisa kebablasan, tidak bisa menahan napsu, yang nantinya kita berbuat jauh." Ujar Asisten Yoga gamblang.
"Aiishh.. Om kenapa mesum? Kenapa mikirnya jauh banget? Hanya ciuman saja? Aku pingin balas ciuman Om, boleh? Tapi ajarin sama Om Yoga." Tanya Wina polos, seraya menggigit bibir bawahnya sendiri.
Asisten Yoga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu tersenyum tipis. Dia heran dengan kelakuan bocah kecil, yang ada dipelukkannya sekarang ini. Wina tidak mengerti, jika pria itu berbeda dengan wanita. Napsu Pria itu sangat besar, dengan sentuhan sedikit saja, bisa-bisa pisang tanduknya akan bereaksi. Lain hal dengan wanita, napsu wanita itu bisa ditahan, tapi jika sekali disentuh pasti akan ketagihan.
__ADS_1
"Om Yoga, kenapa engga jawab pertanyaan Wina? Apa itu, hanya menggelengkan kepala saja? Jangan senyum-senyum gitu, aku takut saingan sama semut nanti, yang berebut gula. Habis senyum Om Yoga, melebihi manisanya gula, he.. he.. he.." Ledek Wina terkekeh, seraya mengecup singkat bibir Asisten Yoga.
"Eeemmm... kamu mulai nakal yah, sayang!" Seru Asisten Yoga, seraya menatap intens wajah Wina yang cantik.
"Om.. mmmppppttt.." Wina mulai menempelkan bibir mungilnya di bibir Asisten Yoga dengan lembut, kali ini Asisten Yoga membiarkan bibir Wina yang melu **matnya, dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulutnya. Disaat Wina terhenti, karena Asisten Yoga tidak membalas ciumannya.
Sedetik kemudian, Asisten Yoga langsung menarik tengkuk Wina dengan lembut, melahap bibir mungil Wina dengan rakus, menyapu semua isi rongga mulutnya, menarik lidah Wina dengan gigitan-gigitan kecil, saling bertukar saliva, saling merengkuh manisnya bibir mereka, tangan Wina mulai melingkar indah dileher Asisten Yoga, mulai mengimbangi ciuman panas mereka.
Asisten Yogapun memberikan jeda, untuk menghirup pasokan oksigennya, lalu menciumnya lagi dengan serangan yang lebih ganas namun lembut. Hingga akhirnya Wina terengah-engah, akibat ulahnya. Asisten Yogapun melepaskan pangutannya dengan perlahan, dan tersenyum mengembang, setelah ciuman panas yang mereka lakukan.
"Maafkan Om Yoga, sayang." Ucap Asisten Yoga berbisik ditelinga Wina, seraya mengecup keningnya lembut. Asisten Yogapun mengusap sisa saliva dibibir Wina, yang sudah terlihat bengkak karena ulahnya.
"Aku juga minta maaf Om, ciuman Wina tidak sepintar ciuman Om Yoga." Ucap Wina dengan polosnya, namun menggemaskan.
"Engga Wina sayang, kamu sungguh pintar berciuman. Hanya belajar satu kali saja, langsung bisa mengimbangi ciuman Om." Ucap Asisten Yoga jujur. Pasalnya, ciuman Wina merupakan yang pertama bagi Wina. Sedangkan ciuman Asisten Yoga, adalah ciuman yang entah keberapa kali. Karena Asisten Yoga pernah berpacaran dahulu, saat masih kuliah dengan mantan pacarnya, sebelum dirinya bekerja sebagai Asisten Pribadi Tuan Bari.
"Om.. apakah Om Yoga benar-benar menyukai Wina? Apakah Om Yoga Sungguh Mencintai Wina?" Tanya Wina penuh dengan harapan besar.
"Sejak kapan Om?" Tanya Wina lagi penasaran.
"Sejak beberapa bulan belakangam ini, Om mulai merasakan perbedaan Wina yang lebih perhatian, lebih dewasa, lebih penyayang, lebih baik dan pokoknya lebih segalanya dibanding dulu." Jelas Asisten Yoga, dengan membayangkan saat Wina memberikan perhatian kepadanya, seraya senyum-senyum sendiri.
"Aissh.. Om kenapa senyum-senyum gitu? Pasti sedang membayangkan Wina yang engga-engga yah? Om Yoga mesum iich." Ujar Wina dengan tuduhannya, seraya menyenderkan tubuhnya manja didada Asisten Yoga.
"Mana ada mesum, sayang. Om Yoga hanya membayangkan wajah cantik kamu, saat perhatian sama Om, seperti saat ini. Kamu merawat Om, dan memperhatikan Om dengan baik." Jelas Asisten Yoga, seraya melingkarkan jari tangannya, diperut ramping Wina dari belakang punggungnya. Lalu bibirnya, mengecup-ngecup tengkuk Wina dengan lembut.
"Om.. geli iich." Ucap Wina, saat tengkuknya terus diciumi oleh Asisten Yoga.
"Ini hukuman buat kamu, yang sudah mengatakan kalau Om mesum." Ucap Asisten Yoga menggoda.
__ADS_1
"Iya.. iya.. Om, maafin Wina, sudah dong Om... Wina engga tahan, jika Om mencium tengkuk Wina terus." Ucap Wina meminta maaf, karena dirinya sudah tidak kuat menahan geli ditengkuknya.
"Baiklah.." Ucap Asisten Yoga menghentikan aksi jahilnya, seraya mengurai pelukkannya. Lalu tangannya, membelai rambut Wina dengan lembut.
"Om.. " Panggil Wina lembut.
"Heemm.. sayang." Sahut Asisten Yoga juga lembut.
"Apakah demam Om sudah sembuh?" Tanya Wina, yang merasakan panas diseluruh tubuhnya.
"Sepertinya sudah sembuh, sayang. Semua ini, berkat Vitamin yang kamu berikan untuk Om barusan." Canda Asisten Yoga, seraya mengeratkan pelukkannya kembali.
"Masa bisa begitu? Mana ada Om? Kalau sudah sembuh, kenapa dengan suhu tubuh Wina yang semakin memanas sedari tadi." Ucap Wina polos, dengan apa yang sedang dia rasakan.
"He.. he.. he.." Asisten Yoga hanya terkekeh.
"Kenapa Om Yoga tertawa? Memangnya ada yang lucu? Wina engga berbohong, sungguh tubuh Wina merasakan panas saat ini, dan jantung Wina berdebar-debar terus engga karuan Om." Tanya Wina heran dengan sikap Asisten Yoga.
Asisten Yoga melepaskan pelukkannya, lalu membalikkan tubuh Wina, agar menghadap kearahnya. Dia langsung menatap intens, wajah Wina yang sudah bersemu merah. Seketika Winapun langsung menundukkan wajahnya, menghindari tatapan Intens Asisten Yoga. Diapun tersenyum, melihat tingkah Wina yang lucu dan menggemaskan dimatanya.
"Sekarang masih panas, atau tidak?" Tanya Asisten Yoga, saat tangan Wina ditempelkan dikening Asisten Yoga.
Wina menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, dan tersenyum mengembang. "Tidak Om." Ucap Wina jujur, lalu diapun tersenyum bahagia. "Syukurlah, Om Yoga sudah tidak demam lagi."
"Kalau sekarang, kamu masih merasakan panas engga?" Tanya Asisten Yoga, saat mencium dan menjilati leher Wina dengan lembut.
"Eeeemmmmmhhh...." Wina hanya mende **sah nikmat.
--BERSAMBUNG--
__ADS_1
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....