TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Kembali ke Hotel


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Asyafa, dan Rayhan hari ini berencana akan kembali ke Hotel milik Jonathan. Setelah mengantar Ibu dan Ayahnya ke Bandara. Bernad dan Nurlaila berencana pulang kembali ke Indonesia, sebab mereka tidak bisa berlama-lama di Amsterdam. Banyak pekerjaan kantor yang menunggunya di sana, meski ada Asisten pribadinya Anton yang menghandel tugasnya sementara.


Bernad, dan Nurlaila berpamitan kepada Oma Merry, Charles, Sofia dan Billy.


"Mom.. kami mohon maaf, jika tidak bisa tinggal lebih lama disini. Kami akan segera kembali ke Indonesia, semoga Mom selalu sehat, dan bisa berjalan seperti sedia kala. Hik.. hikk... hikk..." Ucap Bernad, menangis dengan tulus mendoakan kebaikan untuk Mama tercintanya, yang di ikuti oleh istrinya Nurlaila. Lalu mereka memeluk Mama Merry erat, dan mencium kedua pipinya bergantian.


"Iya.. anakku sayang, hikk.. hikk.. hikk.. semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan, dan kesejahteraan." Ucap Mama Merry dengan isak tangisnya, yang sudah sedikit lancar berbicara.


"Aamiin..." Ucap keduanya.


"Kak Charles, dan Kak Sofia, kami mohon maaf secepatnya harus kembali ke Indonesia. Semoga kalian hidup rukun, dan bahagia selalu. Nanti, jika Billy dan Bella menikah, jangan lupa kabari kami, insya Allah kami akan datang." Pamit Bernad, dan istri panjang lebar, seraya merentangkan tangan untuk memeluknya.


"Iya.. Adik, terima kasih telah menjenguk kami di sini, dan mengembalikan kesehatan Mama Merry dan suami Kakak, hingga sekarang kami bisa berkumpul kembali di sini. Hikk.. hikk.. hiikk.. berbahagialah selalu kalian untuk selamanya." Ucap Sofia tulus dengan derai air mata melepas mereka, seraya tersenyum dalam tangisnya dan pelukkan kedua Adik iparnya.


"A.. adik.. maaf, dan maaf yang hanya bisa Kakak ucapkan dari bibir ini. Selama ini hanya kebencian, dan ketamakan yang bersarang pada diri Kakak, hingga tidak bisa melihat kebaikan sedikitpun dari dirimu. Maafkan Kakakmu ini yang berlimang dosa, meski harus bersujud di kakimu, dosa itu tidak akan terbayar. Hikk.. hiikk.. hiikk... Kakak sungguh malu dengan sem..." Ucapan Charles terpotong oleh suara Bernad, yang tiba-tiba memintanya untuk berhenti berbicara, saat mengingat dosa-dosa masa lalunya, dengan penuh derai tangis air mata.


"Cukup Kak, jangan selalu merasa bersalah. Semua manusia di hadapan Tuhan sama, hanya Iman dan Taqwa yang membedakannya." Sela Bernad, memotong ucapan Charles.


"Pesanku, jagalah keluargamu Kak, jangan pernah masuk ke kubangan dosa lagi. Membuka lembaran baru, bersama keluarga kecilmu Kak. Apalagi Billy sebentar lagi akan menikah, jadi Kakak bisa cepat mendapatkan cucu, dan menjadi Oma, Opa." Ujar Bernad berpesan, seraya menghapus air matanya pelan.


"Terima kasih Adikku sayang, Kakak baru mengerti betapa hebatnya, dan spesialnya dirimu dimataku kini. Sungguh aku begitu beruntung mempunyai Adik kandung sepertimu, dan memiliki Adik ipar seperti Nurlaila. Terima kasih untuk cintamu yang tidak pernah putus, dan terima kasih untuk kasih sayangmu yang tulus." Ujar Charles tulus dengan wajah yang berbinar, dan mata yang masih sembab akibat menangis.


"Billy, dan Bella, semoga kalian segera menikah, dan berbahagia selalu. Jangan pernah tinggalkan Oma dan orang tua kalian yah, sayangi mereka selamanya." Pesan bijak Bernad, untuk keponakkan kesayangannya itu.


Billy dan Bella sudah menangis haru semenjak tadi Oma menangis, lalu sekarang semakin menangis saat Uncle, dan Auntynya meninggalkan pesan bijak untuk mereka.


"Terima kasih Uncle, dan Aunty, doa kalian adalah kekuatan bagi kami. Kami berjanji akan selalu mengingat pesan kalian." Selorohnya senang, yang dianggukkan oleh Bella.


Bernad dan Nurlaila tersenyum mendengar ucapan tulus Billy, lalu mereka keduanya saling berpelukkan, seraya berucap." Iya.. keponakan Uncle dan Aunty yang tampan."

__ADS_1


"Eeemmm.. baiklah, kami akan segera pergi ke Bandara. Selamat pagi, dan sampai jumpa semuanya." Pamit Bernad, dan Nurlaila yang langsung berjalan masuk ke dalam mobil.


Asyafa dan Rayhanpun berpamitan kepada semuanya, satu persatu seperti Ayah dan Ibunya lakukan. Saat terakhir dia berpamitan kepada Billy, dan Bella, Asyafa meminta untuk selalu bertukar kabar dengan dirinya. Asyafa meninggalkan nomor ponsel dirinya, suaminya dan juga Ibu dan Ayahnya. Begitu pula Billy melakukan hal yang sama.


"Jangan lupa undang kami disaat kalian akan melangsungkan pernikahan yah B&B." Pesan Asyafa, dan Rayhan di saat mereka mengurai pelukkan terakhirnya dengan mereka bergantian.


"Iya.. Sya, Ray, kami pasti mengundang kalian. Awas kalau tidak datang! Kami yang akan susul kalian ke Indonesia nanti. He.. he... he..." Ancam Billy dengan candaannya seraya terkekeh.


"Oke.. oke.. by.. by.. next time kita akan berjumpa lagi." Ucap Asyafa santai seraya melambaikan tangannya, ketika dirinya berjalan menuju mobilnya, dan semua ikut melambaikan tangannya, melepas kepergian mereka.


Rayhan mulai menjalankan mobilnya, meninggalkan area parkir kediaman Charles. Mobil itu melaju cukup cepat, membelah jalanan yang nampak lenggang. Mungkin karena waktu yang masih pagi, belum begitu banyak aktivitas yang di lakukan di jalan.


Hanya dengan waktu kurang dari satu jam saja, mereka sudah sampai di Bandara International Schiphol. Mereka menyalami Ibu dan Ayah dengan takzim, dan memeluknya dengan erat.


"Ayah dan Ibu hati-hati di perjalanan, semoga selamat sampai tujuan. Kabari kami jika sudah sampai di rumah dengan selamat." Pesan Asyafa untuk kedua orang tuanya, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya sayang, kalian juga jaga kesehatan dan hati-hati disini, berbahagialah kalian. Sampaikan salam Ibu, dan Ayah kepada Uncle dan Auntymu yah. Asalamualaikum..." Sahut Ibu Nurlaila, seraya mengucap salam dan melambaikan tangannya kearah mereka.


"Wa'alaikumsalam.. oke Ibu dan Ayah, sampai jumpa lagi." Ucap keduanya menjawab salam dan membalas lambaian tangan kedua orang tuanya.


"Baik Tuan, secepatnya akan saya antar." Ucap Pelayan Hotel itu dengan sopan.


"Terima kasih banyak." Sahut Rayhan ramah.


Setelah melakukan pemesanan breakfast untuk mereka, Rayhan dan Asyafa duduk bersantai di Sofabad Hotel, dengan Asyafa bersandar di dada bidang suaminya. Sedangkan Rayhan memilin rambut istrinya dengan jari-jarinya.


"Cinta.." Panggil Rayhan.


"Eeemm" Sahut Asyafa bergumam lalu terdengar suara "kruuuuk.."


"Sudah lapar banget yah? sampai bunyi gitu perut kamu." Tanya Rayhan, yang mendengar suara bunyi dari perut istrinya.

__ADS_1


"Hi.. hi.. hi.. iya sayang." Jawab Asyafa tertawa malu.


"Sebentar lagi, pasti sudah jadi pesanan kita. Sabar yah cinta... sesabar Kakak ingin memakanmu, sudah 4 hari Kakak puasa terus. He.. he.. he..." Ujar Rayhan seraya terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Aaiish.. sayang, benar-benar yah." Asyafa geleng-geleng kepala.


"Hi.. hi... hi... Kakak kangen cinta." Tawa manis Rayhan, dengan menciumi rambut istrinya yang menempel di dadanya. Kemudian mengeluarkan jurus mautnya, dengan kata-kata rayuan cinta.


"Iya.. iya.. aku juga kangen sayang, tapi aku lapar. Nanti saja aku kasih service yang full, karena Kakak sudah bersabar menunggunya." Janji Asyafa merayu balik suaminya, yang sepertinya sudah ingin melahapnya.


Namun Rayhan tidak mengindahkan ucapan istrinya, sejurus kemudian tangannya mulai masuk ke dalam pakaian dalam istrinya, bermain nakal di kedua gunung kembarnya, mere **mas dan memilin-milin choko chip miliknya.


"Aaacchh.. Nooo... Uuuhhh..." Suara desa **han halus dari bibir istrinya keluar begitu saja. Asyafa sontak merubah posisinya menjadi terduduk.


"Kau menikmati cinta?" Tanya Rayhan yang sudah bergairah, lalu bibirnya mulai menciumi tengkuk istrinya dengan lembut dan menuntut.


"Kak.. iiih nakal banget, nanti Pelayan datang bagaimana?" Tanya Asyafa seraya mengomel manja. Namun Rayhan tetap saja tidak menghentikan kegiatannya, malah membungkam bibir istrinya dengan ciuman hangat dan dalam, Asyafapun akhirnya pasrah mengikuti keinginan suaminya. Aksi suaminya akhirnya terhenti, ketika bell pintu berbunyi.


"Ting... tong..."


"Tuuh.. apa aku bilang, breakfast kita sudah datang, bukan?" Omel Asyafa kesal dengan suaminya yang nakal. Lalu dengan cepat dia merapihkan pakaiannya, yang sudah sedikit acak-acakkan.


"Iya.. cinta, maaf yah habis sudah tidak tahan... he.. he.. he..." Selorohnya terkekeh, lalu pergi membukakan pintu kamarnya.


"Maaf Tuan, saya antar pesanan breakfast ini, terima kasih." Ucap Pelayan Hotel itu sopan, lalu mendorong troli yang berisi makanan itu masuk kedalam kamar Hotel tersebut.


"Terima kasih." Ucap Rayhan, seraya memberi uang tips untuk Pelayan tersebut.


"Maaf Tuan, kami tidak di izinkan menerima tips berbagai macam apapun, karena kami sangat menjaga citra nama baik Hotel ini. Terima kasih atas niat baik anda." Tolak Pelayan itu dengan sopan.


"I.. iya.." Sahut Rayhan gugup, namun kagum dengan cara kerja Pelayan Hotel tersebut.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........


__ADS_2