TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Antara Pacar dan Teman


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


"Eeeehh.." Alya terkejut, saat jari tangannya digenggam oleh Damar dengan erat. Namun dia tidak bisa menolak sentuhan tangan Damar, yang menggenggamnya itu. Alya ingin membiasakan diri untuk lebih akrab dengan Damar, asal tidak berlebihan pikirnya.


"Kenapa mylove, kamu belum terbiasa yah digenggam begini? Jangan gugup begitu wajahnya, makin gemas saya melihatnya." Tanya Damar, seraya mengangkat jari tangannya, yang sedang menggenggam jari tangan Alya kedepan bibirnya, lalu mengecupnya lembut.


Sontak saja wajah Alya bersemu merah lagi dan lagi, mendapatkan perlakuan manis dari Damar.


"Kamu harus terbiasa yah sayang, mylove, dengan perlakuan saya seperti ini. Apalagi kalau sudah menikah nanti, satu minggu kamu akan saya kurung dikamar berdua, tidak boleh kemana-mana. He.. he.. he.." Ujar Damar terkekeh menggoda Alya.


"Aiish.. ngeri aku dengarnya, posesif banget kalau begitu jadi suami." Ucap Alya takut, dengan niat Damar yang menurutnya berlebihan. Alyapun jadi bergidik ngeri dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Ha.. ha... ha.. bercanda sayang, mylove, masa iya saya seperti itu, saya engga serius dengan ucapan saya tadi." Ucap Damar jujur hanya ingin menggoda saja, namun Alya menganggapnya serius.


"Heemm.." Alya hanya bergumam pelan.


Hening untuk beberapa saat, tidak terasa mobil Damar sampai di area parkir Cibinong City Mall Bogor.


"Sudah sampai sayang." Ucap Damar, saat mematikan mesin mobinya.


"Heeemm.." Hanya gumaman kecil dari bibir Alya yang terdengar oleh Damar.


"Apa kamu masih merasa ngeri sayang, dengan ucapan saya tadi?" Tanya Damar serius, karena Alya yang mendadak diam untuk beberapa menit yang lalu. Lalu dia membuka seatbelt ditubuhnya, dengan mendekatkan dirinya berhadapan dengan wajah Alya.


"E.. engga hubby." Sahut Alya gugup, memang dirinya sudah tidak merasa ngeri lagi, dengan ucapan Damar yang menggodanya saja. Seandainya Damar sungguh-sungguh mengurungnya satu minggu, setelah menikah. Itu adalah hak seorang suami untuk mendapatkan pelayanan dari istrinya. Entah mengapa hal itu, membuat Alya tiba-tiba tersenyum sendiri.


"Sayang.. sayang.. mylove.." Ucap Damar bahagia, mendengar Alya memanggilnya dengan kata hubby kembali. Lalu diapun membuka seatbelt Alya dan langsung memeluk Alya dengan erat, dan mengecup keningnya lembut.


Alyapun tersenyum bahagia, ketika hal manis terukir indah diberikan oleh Damar untuknya.


"Kamu jangan turun dulu, biar saya yang membukakan pintu mobil untuk kamu." Cegah Damar, saat Alya akan membuka pintu mobilnya.


"Tidak usah hubby, kita langsung sama-sama turun saja, malu dilihat orang, kalau kamu memperlakukan aku bak seorang putri kerajaan gitu. He.. he.. he.." Tolak Alya terkekeh dengan perlakuan Damar yang berlebihan menurutnya. Sedang menurut Damar, itu hal yang biasa dilakukan oleh seorang pria kepada wanitanya.


"Iya sudah, baiklah." Ucap Damar, menerima dengan penolakan Alya.


Akhirnya merekapun turun bersamaan dari mobil, lalu berjalan beriringan dengan jari tangan mereka yang saling bertautan. Tepat di depan pintu CCM, Alya mengedarkan pandangan kesegala arah. Nampak wajah Alya yang terlihat bahagia, ketika seorang pria mengajaknya menonton film.

__ADS_1




"Sayang, ayo kita langsung masuk kedalam tempat bioskopnya. Atau kamu mau shoping dahulu?" Ajak Damar, seraya memberi pilihan yang lain sebelum menonton film. Pasalnya Damar melihat wajah Alya, yang sepertinya sedang mencari sesuatu.


"Ayo.. kita langsung ke bioskop 21 nya saja." Sahut Alya bersemangat, lalu Damarpun mengiyakan dengan mengangguk pelan.


Setibanya di depan lobby tiket masuk gedung bioskop, ternyata lumayan banyak orang yang sedang mengantri.



"Sayang, saya mengantri dulu yah untuk membeli tiket filmnya. Kamu mau nonton film apa? Film yang sedang tayang saat ini." Tanya Damar, memberikan pilihan film untuk Alya.


"Terserah hubby mau nonton apa, aku ikut saja." Sahut Alya ikut kemauan Damar saja.


"Kalau film romans, apa kamu mau, sayang?" Tanya Damar, memberi usulan.


"Iya engga apa-apa." Sahut Alya.


"Sepertinya kamu kurang menyukainya?" Terlihat wajah Alya, yang kurang bersemangat, namun Alya hanya tersenyum kikuk.


"Iya hubby aku suka film action, memangnya ada yang tayang saat ini?" Sahut Alya bersemangat, karena Alya memang menyukai film action.


"Ada sepertinya, film action Luar Negeri, engga apa-apa, bukan?"


"Engga apa-apa hubby, aku suka film action Indonesia dan Luar Negeri."


"Baiklah, kamu tunggu disini yah, sayang." Pinta Damar untuk Wanitanya, menunggu sambil duduk diruang tunggu samping counter bioskop.


Sebelum Damar mengantri untuk membeli tiketnya, terlebih dahulu Damar membeli makanan, dan minuman untuk mereka nonton nanti.



Setelah membeli banyak makanan dan minuman, kemudian Damar memberikan satu kantong plastik yang berisi popcorn, snak ringan, dan minuman mineral juga minuman soda ketangan Alya dengan tersenyum.


"Sayang, ini makanan dan minumannya, kalau kamu lapar atau haus, dimakan saja yah, nanti takut kelamaan nunggunya." Ujar Damar, seraya menyerahkan satu kantong pelastik ketangan Alya.

__ADS_1


"Iya hubby."


Damarpun kemudian ikut mengantri, di belakang orang-orang yang sudah lebih dulu mengantri.



Damar menunggu antrian dengan sabar, tanpa sengaja netra Damar menangkap sosok pria teman Alya, yang tempo hari membuatnya salah paham. Pria itu juga ikut mengantri tiket, namun dijalur antrian yang berbeda. Karena judul film yang akan di tontonpun berbeda.


Andipun tidak jauh berbeda, dirinyapun menangkap sosok Pria, yang sekarang menjadi calon suami sahabatnya. Sontak saja Andi langsung mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan, hatinya gelisah melihat pria itu akan menonton film dengan siapa.


Netra Andipun menangkap wajah Alya, yang sedang duduk menghadap kearahnya. Namun Alya sepertinya sedang bebincang-bincang, dengan seorang wanita yang membelakangi dirinya.


"Drrt.. drrt..." Ponsel Andi bergetar.


"Hallo sayang."


"Hallo honey."


"Kamu sudah sampai atau belum?"


"Sudah honey, aku sedang duduk menunggumu. Kalau kamu bagaimana? Apa sudah sampai atau belum?"


"Sudah sayang, aku sedang mengantri untuk membeli tiketnya."


"Okay, aku tunggu disini yah honey."


"Iya sayang."


keduanyapun langsung menutup saluran teleponnya.


Tiba giliran Andi untuk membeli tiket film sesuai jalur antriannya, dia memilih film bergendre komedi romance. Karena pacarnya sangat suka film, yang bertema komedi romance. Andi mengeluarkan selembar uang seratus ribuan, untuk membayar tiketnya.


Setelah keluar dari antrian tiket, Andipun mencari keberadaan pacarnya. Saat sudah sampai dimana pacarnya berada, diapun menoleh kearahnya. Betapa terkejutnya Andi, saat melihat pacarnya berbincang akrab dengan sahabatnya, yaitu Alya.


"Hai... honey, sudah dapat tiketnya?" Sapa gadis itu seraya berdiri dan memeluk Andi mesra.


"A.. andi? K.. kamu! Eeeeh... kalian pacaran, bukan? Maaf yah, saya baru mengenal anda, Padahal Andi sahabat lama saya." Ujar Alya gugup, ketika sedang berhadapan dengan Andi. Pasalnya dia masih belum bisa move on dengan cepat, mencintai dalam diam yang selama ini dia pendam dihatinya.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


__ADS_2