
Asyafa berjalan dengan anggunnya, menghampiri Rayhan yang masih terdiam mematung.. "Ayo kak, kita berangkat!" Ajaknya seraya menggandeng lengan Rayhan.
"Iya.., sayang!" Jawab Rayhan gugup.
"Kakak kenapa? Ko jadi grogi gitu sih!." Ledeknya terkekeh.
"Habis kamu cantik banget sih! Aku jadi nervous." Jawab Rayhan kikuk.
"Idih, kayak baru liat wanita cantik saja nih kakak!" Ucap Asyafa, seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Wanita cantik memang banyak kakak temui, tapi kamu berbeda. Kamu yang bisa memporak-porandakan hati Kakak, hingga kakak goyah dan ingin sekarang juga, kakak ajak kamu kepelaminan. Jadi engga sabar!" Celotehnya berkhayal sambil terkekeh.
Heeeem..., gombal..!" Ucap Asyafa.
"Serious Ko!" Ucap Rayhan yakin. "Sayang, Ibu dan Ayah dimana?" Tanya Rayhan.
"Udah berangkat, selepas magrib tadi." Jawab Asyafa.
Oooh.., ya sudah! Kita segera berangkat, kalau begitu." Ajak Rayhan.
"Okay...!"
Merekapun bergegas pergi, Rayhan membawa mobil dengan kecepatan sedang, tidak butuh waktu lama, 30 menit sudah sampai di tempat tujuan. Acara dimulai, pukul 20.00 WIB. Suasana di gedung sudah sangat ramai, banyak tamu undangan penting yang menghadiri. Terutama para pejabat, Kolega dan Rekan Bisnis Tuan Beni darma.
"Sayang, sini jangan jauh-jauh. Kakak takut nanti ada yang culik kamu. He.. he.." Canda Rayhan terkekeh.
"Aiissh.., siapa juga yang mau culik aku." Ucap Asyafa ketus.
"Idih.. gitu saja marah? Cup.. cup.. cup.. sudah jangan ngambek lagi." Rayu Rayhan.
Rayhan menggenggam tangan Asyafa erat, tidak sedikitpun dia lepaskan. Asyafa mencari keberadaan Orang Tuanya, tetapi dia tidak menemukannya.
Banyak pasang mata, yang menggosipkan anak dari Beni Darma. Yang katanya tampan, dan berpendidikan. Tak khayal banyak orang tua, yang menginginkan anaknya. Untuk mendapatkan menantu idaman, dari anak seorang pengusaha hebat, seperti Tuan Beni Darma.
"Sayang, kamu sedang mencari apa? Dari tadi kamu tampak resah?" Tanya Rayhan.
"Aku tidak melihat Ibu, dan Ayah kak! Dimana mereka?" Jawabnya panik.
"Mungkin bersama Mama dan Papah, sayang!" Ucap Rayhan.
"Benarkah?" Tanyanya penasaran.
"Iya.., kamu bilang, Ibu dan Ayah sudah berangkat selepas magrib." Ucap Rayhan.
"Iya sih.. !" Tersenyum tipis.
"Sebentar lagi acaranya dimulai." Bisik Rayhan, seraya mendekatkan bibirnya ditelinga gadis itu.
__ADS_1
"Iya...!" Ucapnya.
Pembawa acara ( MC) memberikan sambutan, ucapan Terima kasih untuk Para Tamu, Kolega, dan Pejabat, yang telah hadir dalam acara Pembukaan Perusahaan baru, Presdir Tuan Beni Darma dan Nyonya Jovanka.
"Baiklah kita panggilkan, untuk naik ke atas Podium, selaku pemilik Perusahaan PT. DARMA PERKASA Sambutan dari bapak Presiden direktur Beni Darma, kepadanya kami persilahkan." Ucap MC mengintruksi, seraya sambutan tepuk tangan dari Para Tamu.
Tuan Beni Darma naik keatas podium, bersama istrinya Jovanka. Dia memberikan sambutan sepatah dua patah kata, untuk para tamunya. Dan tidak lupa juga ucapan terimakasih kepada semua yang hadir, dan terlibat kerja sama dengan Perusahaan barunya itu.
"Sebelum saya menutup pidato saya, saya ingin memperkenalkan, kepada Para Tamu semuanya. Anak saya yang bernama Rayhan Darma, yang nantinya akan ikut bergabung di Perusahaan saya. Untuk membantu membesarkan, dan mengembangkan Perusahaan ini. Atas perhatiannya, saya ucapkan Terima kasih." Seraya tepukan tangan dari para tamu.
Rayhanpun, naik keatas Podium setelah namanya di sebut, dengan menggandeng gadisnya. Banyak sorot mata tajam, yang memandang kagum ketampanannya. Dan banyak wanita muda yang menginginkannya, untuk menjadi kekasihnya dan memilikinya. Tak khayal juga gadis disampingnya Rayhanpun, jadi perbincangan hangat mereka.
"Sekarang telah tiba dipenghujung acara! Waktu yang ditunggu - tunggu pemotongan Vita dan Tumpeng, tanda telah resminya Pembukaan Perusahaan Baru PT. DARMA PERKASA. Kepada Bapak Presiden Direktur Beni Darma kami persilahkan." Ucap MC mengintruksi.
Tuan Presdir pun memotong Vita dengan hati - hati, seraya tepukan tangan para Tamu Undangan. Dan kemudian Presdir memotong Tumpeng, yang diberikan kepada Nyonya Jovanka istrinya." Tepukan tangan dari para tamu undangan.
Semua para Tamu Undangan bergantian memberikan ucapan selamat, kepada Presiden Direktur dan Istrinya.
Sementara Rayhan dan Asyafa turun dari Podium, mereka mencari tempat duduk, setelah mengambil makanan dan minuman yang tersedia.
"Sayang duduk disini saja!" Pinta Rayhan.
"Iya kak! " Ucap Asyafa.
Ibu dan Ayah masih di atas Podium, menemani Papah dan Mama sayang!." Info Rayhan.
"Iya.., engga papa!." Ucap Asyafa.
"Hayo.., ada hubungan apa sahabatku ini dengan Pak Dosen?" Tanya Alya penuh selidik.
"Ki.. ta hanya teman! Iya kan Pak?" Tanya Asyafa kikuk, seraya menendang pelan, kaki Rayhan dibawah meja.
"Iya., kita hanya teman!." Rayhan membeo dengan tersenyum miring.
"Masa sih.., gue engga percaya." Ucap Alya engga yakin, kalau hanya teman. "Masa tadi aku lihat loe, sama Bapak Dosen naik ke Podium. Pasti ada yang disembunyikan?" Desak Alya.
"Engga ada Alya! Loe itu engga percayaan banget sih. Huuuh.., nyebelin!" Umpat Asyafa.
"Iya.., gue percaya deh!" Ucap Alya nampak ragu.
Dan merekapun nampak begitu akrab, disela - sela obrolan dipenuhi gelak tawa.
"Permisi.., boleh saya bergabung dengan kalian?" Tanya seorang gadis cantik bergaun se**, yang langsung duduk di samping Rayhan.
"Eee., heem!" Asyafa berdehem, sambil mendelikan matanya jengah.
"Boleh berkenalan Tuan! Nama saya Naura, nama Tuan, Rayhan Darma bukan?" Tanyanya memperjelas.
__ADS_1
"Iya.., nama saya Rayhan Darma." Jawabnya ragu, Rayhan nampak canggung dengan keadaan.
Asyafa membuang muka, nampak jealous terlihat di wajahnya.
Maukah Tuan Rayhan berdansa dengan saya? ini musik dan lagunya enak untuk berdansa." Ajak Naura. Terdengar alunan musik Oll Of Me, yang dibawakan oleh John Legend.
Rayhan melirik ke arah Asyafa, dia hendak menolak, tapi tangan Naura, langsung menariknya ke lantai dansa. Merekapun berdansa, banyak pasang mata yang melihat iri dengan pasangan dansa itu. Karena seorang anak Presdir yang berdansa, dengan gadis yang begitu cantik nan se"".
("Apakah itu kekasihnya")
("Pasangan yang serasi")
("Beruntung sekalih gadis itu, bisa berdansa dengan anak presdir")
Begitulah, yang digosipkan banyak pasang mata tentang mereka.
Asyafa nampak gusar, hawa panas seakan menyambar. Dia membuang napas kasar, dia hendak beranjak dari duduknya, tetapi lengannya ditahan oleh Alya.
"Loe mau kemana, Sya?" Tanya Alya, yang dari tadi melihat sahabatnya itu tampak lesu.
"Gue mau ke toilet." Ucapnya asal.
"Ooh., kirain mau apa? Iya sudah sana." Ucap Alya.
Diapun berjalan mencari arah toilet. Setelah menemukannya, dia masuk ke dalam toilet khusus wanita. Didepan Westapel, dia bercermin menatap wajahnya nanar dan menyedihkan.
"Kenapa sesak sekalih dadaku, sakit rasanya, apakah aku cemburu? Apakah aku marah." Tanya bathinnya, seraya tangannya memegangi dadanya yang terasa sakit.
Setelah, dirasa hatinya mulai tenang, dan sudah tidak terasa sesak, Asyafa membasuh mukanya sedikit. Kemudian meninggalkan toilet.
Ketika Asyafa keluar dari pintu toilet, karena terburu-buru. Dia bertabrakan dengan seorang pria yang terlihat mabuk. Pria mabuk itu terhuyung.
"Ma.. af Tuan! Saya tidak sengaja." Ucap Asyafa menyesal.
"Aa.. pa! Ti..dak sengaja hah.. !" Tercium bau anggur menyengat.
"Iya., Tuan!" Ucap Asyafa, yang langsung dicekal lengannya oleh pria mabuk itu.
"Aaww.., sakit Tuan! Tolong lepaskan tangan saya.
"Kaa.. mu.. sa.. ngat.. cantik! Aa.. yo.. layani a.. ku... !" Ucap Pria mabuk itu tidak sadar, seraya mencengkram bahu Asyafa dan hendak mencium bibirnya
"T.. tolong.., t.. tolong!." Asyafa minta tolong, agar ada orang yang mendengar.
"Buug.. buuug.. buuuug... !" Pukulan bogem bertubi-tubi, mengenai Pria mabuk itu seketika tergeletak di lantai.
Asyafa membekap mulutnya tidak percaya.
__ADS_1
Happy Reading
--BERSAMBUNG--