TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Pengakuan Damar


__ADS_3

Asyafa bersikap ketus seraya tersenyum terpaksa, menyuapi damar sampai suapan terakhir. meskipun damar terus mengunyah makanan dengan tenang, dan menatap asyafa berbeda, dengan menikmati setiap suapan yang diberikan. "Habis... ! anak pintar." sindir asyafa, seraya menunjukan piringnya yang hanya tersisa sendok dan garpu. sedang ayah bernad hanya tersenyum melihat ekspresi anaknya itu.


Damar mengucapkan terima kasih, seraya tersenyum manis mengalahkan madu rasanya. sedang asyafa hanya mengangguk pelan. melihat asyafa ingin beranjak dari duduknya, tangan kiri damar langsung mencekal asyafa. sontak asyafa melirik damar, lalu menepis tangan damar kasar.


"Mau ngapain lagi sih' loe?" tanya asyafa sewot.


Damar terdiam, seraya menatap wajah gadis yang ada dihadapanya sendu. seketika asyafa jadi salah tingkah, dengan sikapnya yang menunjukan kurang baik itu.


Minumnya mana nona?" tenggorokan saya sudah seret ini!" tanya damar seraya menyentuh lehernya dramatis.


Asyafa menyorot tajam manik damar, dia bergumam sendiri, "ini anak dikasih jantung minta hati, nyebelin banget!."


"Itu air minum di sebelah loe, emang harus gw minumin juga hah... !" omel asyafa ketus seraya menunjuk ke arah nakas di sebelahnya.


Damar mencoba menggeser tubuhnya untuk meraih gelas yang beisi air putih di atas nakas, karena agak sedikit jauh dari jangkauan tangannya, damar sedikit meringis.." aaawh..... " sontak asyafa terkejut dengan teriakan damar.


"Kenapa lagi sih' loe, begitu saja engga bisa!. manja banget." omel asyafa, seraya mengambilkan oir putih itu, dan menyodorkannya ketangan kiri damar.


"Terima kasih, nona yang galak tapi cantik!" ucap damar seraya mengerlingkan matanya.


"Aiish.... " asyafa jengah.


Ayah bernad terkekeh melihat kelakuan mereka berdua, seperti tom and jerry, seraya menggelengkan kepalanya heran. lalu dia berucap." sayang, jangan galak - galak sama nak' damar!." lalu menoleh ke arah damar seraya berkata, "maafkan sikap anak om' yang galak, yah nak' damar.


Asyafa merengut, mendengar ucapan ayahnya. sedang damar hanya terkekeh seraya berkata. "tidak apa - apa om'! saya suka gadis yang galak, seperti nona asyafa."


" Aiish... gw sudah punya calon suami, engga usah mencoba suka sama gw ... ! " sarkas asyafa.


Seketika damar termangu, mendengar kata - kata yang dilontarkan gadis didepannya ini. damar tetap bersikap tenang, dan mencoba meredam emosinya yang berkecamuk. sorot matanya seakan menukik tajam.

__ADS_1


"Maaf nona, engga usah ge'er! saya suka sama nona, bukan berarti saya cinta sama nona." dusta damar seraya membuang tatapan matanya kesembarang arah.


Asyafa sedikit nervouse, ketika sorot mata damar begitu menusuk ke jantungnya. namun dia membuang rasa itu jauh - jauh dari pikirannya.


"Aiish... siapa juga yang ge'er! hello.... loe percaya diri sekalih." sarkas asyafa, seraya bertolak pinggang dan membuang muka sebal.


Ayah bernad melerai mereka berdua supaya berhenti bertengkar. "bisa engga anak ayah ini bersikap dewasa nak'? sudah jangan bertengkar terus!. sebaiknya ayah pergi dulu untuk makan siang." ucap ayah bernad seraya meninggalkan mereka disana.


Seketika suasana menjadi hening, sibuk dengan kegiatan masing - masing. asyafa asik berchating ria dengan rayhan, sedangkan damar memikirkan cara untuk berdamai dengan asyafa. Pekikan ponsel damar membuyarkan pikiran mereka, memekik nyaring diatas nakas. asyafa mencoba meraih ponsel itu lalu memberikannya ketangan kiri damar.


"Ini ponselnya diangkat, siapa tahu penting!" ucap asyafa seraya kembali ketempat duduknya.


"Terima kasih nona." ucap damar singkat yang dianggukkan olrh asyafa.


Damarpun menerima panggilan telpon tersebut dari kakaknya siska, yang baru mengetahui kalau semalam damar adiknya celaka, dari orang tuanya yang sekarang sedang di turki. lantas damar menceritakan apa yang telah terjadi semalam, perihal kronologinya sampai bisa terjadi musibah itu.


Asyafa tetap asik dengan sosmednya dan chating dengan calon suaminya rayhan. sedangkan damar, menatap asyafa dengan nanar merasa dirinya di acuhkan. akhirnya damarpun memberanikan diri untuk memulai obrolan meski sedikit canggung.


"Heem.... !" sahut asyafa dengan gumaman.


"Maaf.... soal kejadian waktu malam itu! ketika saya sedang mabuk." ucap damar lembut.


"Deg.... !" jantung asyafa seakan terhenti, ketika damar mengungkit kejadian malam itu, dan merasa tidak percaya kalau ternyata damar mengingatnya, padahal setahunya dia, tidak pernah mengatakan perihal tersebut, kepada siapapun termasuk damar. namun dia mencoba bersikap wajar di depan damar.


"Maaf... ! kenapa loe harus minta maaf sama gw? memang loe punya salah apa sama gw? " tanya asyafa berlaga bodoh meski gugup terlihat dari raut wajahnya.


Damar tahu, gadis itu berpura - pura melupakan kejadian itu. tapi dia bertekad untuk meminta maaf dan menjelaskan yang sebenarnya.


"Aku minta maaf, waktu itu aku mabuk karena aku sedang patah hati. pacarku selingkuh didepan mataku, beraninya dia membawa selingkuhannya ketempat itu. dan berdansa dengan pria yang berbeda pula. aku kehilangan akal, dan pikiranku kosong saat itu, hingga aku mencari pelampiasan, dengan meminum anggur merah. seketika tubuhku mulai limbung, ingin memuntahkan isi perutku. aku mencari toilet, tetapi malah menemukan dirimu. lalu terjadilah hal itu." ujar damar jujur.

__ADS_1


Asyafa tertegun dengan kejujuran damar, entah mengapa hatinya mulai terenyuh, dengan kata - kata damar yang sepertinya tulus untuk meminta maaf. akhirnya diapun menerima permintaan maaf damar seraya berkata,


"Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan mudah, tapi berusahalah supaya masalah itu terlihat mudah. seperti contohnya dengan kejujuran dan komunikasi, serta ketulusan hati. jangan pernah melampiaskan dengan menyakiti diri sendiri seperti bunuh diri atau meminum alkohol dan narkoba." ujar asyafa bijak.


Damar mangut - mangut, mendengarkan nasehat asyafa seraya tersenyum tulus. lalu di berucap, " terima kasih nona atas nasehatnya. dan maukah nona, menjadi teman saya untuk menjadi penasehat saya? tawar damar seraya menggoda dan terkekeh.


"Aiish... loe tuh yah, keluar lagi deh nyebelinnya, ga bisa apa serius sedikit!" ucap asyafa ketus.


"Iya.. iya deh!" jawab damar lirih.


******


Di jogjakarta rayhan dan keluarga besar jaya darma, pergi seharian berkeliling malyoboro dan berbelanja pakaian batik jogja dan makanan khas jogja seperti bakpia pathok 25 dan yangko. mereka menghabiskan waktu seharian dengan bersenang - senang dan berakhir di pantai parang tritis, menjelang senja mereka baru tiba di kediaman keluarga jaya darma, setelah seharian berpergian.


"Hari ini sungguh melelahkan, tetapi kami sangat bahagia menikmati panorama keindahan kota jogja ya pah!" ucap mama jovanka seraya tersenyum bahagia.


"Iya sayang, lain waktu kita kesini lagi yah!" ujar papa beni senang seraya merangkul istrinya mesra.


"Bagaimana kalau kita kesini lagi saat bulan madu rayhan pah?" usul mama jovanka.


" Boleh juga, good ide!" ucap papa beni seraya mengacungkan jempol tangannya ke udara.


Rayhan yang mendengar perbincangan kedua orang tuanya itu, langsung menimpali seraya berkata. "Aiish... yang mau menikah anaknya, tapi yang bersemangat bulan madu malah mama dan papa!" ujar rayhan tertawa ha... ha... ha... !


"Memangnya setelah menikah, kamu berencana bulan madu kemana dude?" tanya papa beni penasaran.


"Kasih tahu engga yach?" ledek rayhan seraya pergi meninggalkan mereka berdua.


Keduanya saling menoleh melihat kelakuan anaknya. "ada - ada saja dia mah." ucap papa beni seraya tertawa ha.. ha.. ha...

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


Happy Reading


__ADS_2