
Happy Reading
Billy terperangah, mendengar namanya di teriaki oleh seorang wanita. Lalu diapun langsung menoleh, ke arah sumber suara tersebut. Dia melihat seorang wanita sedang berdiri, dan berkacak pinggang, dengan wajah sedikit jutek dan kesal.
"Siapa dia Momie? Kenapa dia berteriak menyebut namaku?" Tanya Billy, masih bingung dengan situasi yang sedang dia hadapi.
"Sepupumu, Son, hii.. hi... hi.." Jawab Sofia seraya tertawa kecil, melihat wajah anaknya yang sedang bingung.
"What? Asyafa Dorman, Mom?" Tanya Billy lagi, masih belum yakin.
"Iya, Son." Jawab Sofia, seraya mengangguk kecil.
"Billy.. Billy.. " Panggil Asyafa sedikit lebih pelan.
"Heeem.. iya." Sahutnya, dengan tatapan dingin seorang Billy.
"Apa yang kamu katakan tentang masa kecilku kepada Aunty, hah...?" Tanya Asyafa membulatkan matanya kesal.
"Apa? Memangnya aku mengatakan apa? Aku baru saja pulang, dan kamu seenaknya berteriak memanggil namaku, Asyafa Dorman." Tanya balik Billy pada Asyafa, hingga Asyafa semakin jengkel di buatnya.
"Kamu bilang kalau aku cerewet, manja, sok tahu, galak dan bla.. bla.. semua yang jelek tentang aku, hah..? Dasar Billy si dingin salju dan di cuek kaku, huuh.. nyebelin." Omel Asyafa, seraya menarik tangan Billy untuk memeluknya. Sontak saja tubuh Billy bergeming, mendapatkan serangan dadakan dari sepupunya itu.
"He.. he.. he.." Asyafa terkekeh, melihat wajah Billy yang langsung merah, karena perbuatannya, seraya mengurai pelukkannya.
"Kenapa Bill? Kenapa segitunya? Masih saja seperti dulu, tidak ada yang berubah sifatmu Bill." Tanya Asyafa menatap lekat Billy, dan tersenyum menyeringai.
"Sok tahu kamu, Sya!" Seru Billy, seraya menyentil pelan kening Asyafa.
"Aawwh... sakit Bill." Aduh Asyafa mendrama, seraya menyentuh keningnya.
"Aiish.. cengeng banget, gitu doang juga." Ucap Billy tersenyum miring, melihat tingkah sepupunya itu, lalu mengacak rambut Asyafa pelan.
"Biiillyy.. rambut aku berantakan.." Omel Asyafa seraya meneriaki namanya kesal, sedangkan Billy cuek saja berjalan gontai, menghampiri Rayhan yang sedang duduk di sofa, dengan senyuman ramahnya.
"Hallo Bro!" Sapa Billy ramah seraya berjabat tangan.
"Hallo juga." Ucap balik Rayhan ramah.
"Perkenalkan aku Billy, sepupu cewek itu." Selorohnya memperkenalkan diri, seraya menunjuk dagunya ke arah Asyafa.
"Iya Bro.. aku Rayhan, suami dari sepupumu itu." Sahut Rayhan memperkenalkan dirinya juga.
__ADS_1
"What? Kalian sudah menikah? Mengapa tidak mengundangku?" Tanya Billy dengan keterkejutannya.
Asyafa menghampiri mereka berdua, lalu berucap. "Sorry yah Billy" Sesal Asyafa dengan wajah sendu, yang diikuti oleh Rayhan suaminya.
"That's okay. Selamat yah buat kalian." Sahut Billy santai, seraya menurunkan bokongnya di sofa dengan pelan.
"Iya, terima kasih Bill." Ucap mereka bersamaan. Lalu Billypun mengangguk kecil seraya tersenyum.
"Oma.. Billy sudah pulang, Oma harus semangat untuk sembuh yah." Sapa Billy yang memotivasi Oma untuk cepat sembuh, lalu mata Oma berkedip, tanda mengerti ucapan cucunya itu.
"Maaf Tuan dan Nona, saya akan bawa Oma untuk beristirahat dahulu." Pamit Suster Bella, untuk meninggalkan mereka. Lalu mereka mengangguk kecil bersamaan.
Merekapun terlibat obrolan-obrolan kecil, terlihat gelak tawa di antara mereka dengan penuh kehangatan dan keakraban.
"Sya, kapan kamu akan melanjutkan Study S2 nya?" Tanya Billy, setelah tahu jika sepupunya itu sudah lulus.
"Tunggu wisuda dulu Bill, baru aku pikirkan study S2 ku." Sahut Asyafa jelas.
"Oooh.. yah, saran aku kalau bisa dari sekarang kamu cari dulu, nanti setelah wisuda kamu bisa langsung study, engga mendadak jadinya." Ujar Billy memberi usulan.
"Boleh juga saranmu Bill, nanti aku pikirkan." Sahutnya senang mendapatkan ide terbaik.
"Aunty Nurlaila dan Uncle Bernad kapan akan berkunjung ke sini?" Tanya Billy penasaran.
"Ooh iya, kalau begitu besok aku akan pulang lebih awal untuk bertemu dengan mereka." Ucap Billy senang, untuk menyambut kedatangan Uncle dan Auntynya.
"Iya Billy." Sahut Asyafa dan Rayhan bersamaan.
"BTW kalian jadi menginap, bukan?" Tanya Billy memastikan.
"Jadi." Jawab mereka bersamaan.
"Oke.. aku bersih-bersih dulu yah, dan aku mau istirahat, tubuhku sangat capai dan lelah. See you.. good night semua." Pamit Billy seraya meninggalkan mereka berdua.
"Oke Billy, good night too." Jawab Asyafa tersenyum manis.
Aunty Sofia menghampiri mereka berdua, lalu mengatakan jika kamar mereka sudah di siapkan. Sofia meminta mereka untuk beristirahat, karena malam sudah sangat larut. Hampir pukul 12 malam mereka selesai berbincang-bincang, dengan anaknya Billy.
"Terima kasih Aunty, kami akan segera beristirahat. Good night, see you." Ucap Asyafa dan Rayhan bergantian seraya meninggalkan Sofia menuju kamarnya.
"Sama-sama, sayang." Ucap Sofia tersenyum bahagia.
__ADS_1
*******
Hari ini Nurlaila, dan Bernad sudah bersiap, untuk ke berangkatannya ke Belanda. Semua jadwal pekerjaannya untuk beberapa hari ke depan, sudah Bernad serahkan kepada Asisten pribadinya yaitu Anton.
Anton adalah seorang Asisten yang bekerja dengan Bernad, selama Perusahaan itu berdiri. Anton sangat setia, dan selalu di percaya oleh Bernad untuk menggantikan tugasnya, jika Bernad sedang berpergian seperti saat ini.
"Selamat jalan Tuan dan Nyonya, semoga selamat sampai tujuan, dan selalu di berikan kebahagiaan untuk kalian." Ucap Anton, saat melepas kepergian Big Bossnya itu di Bandara. Pasalnya Anton ikut mengantar keberangkatan Bernad, dan istrinya bersama Pak Supir Dadang.
"Iya Asisten Anton, terima kasih. Aku percayakan semua urusan kantor kepadamu, untuk beberapa hari ke depan. Jika ada masalah yang tidak bisa kau tangani, jangan segan-segan untuk menghubungiku." Ujar Bernad mengingatkan.
"Baik Tuan." Jawab Anton dengan hormat, seraya tersenyum ramah.
Begitupun Bernad, dan Nurlaila, mengingatkan Pak Dadang untuk menjaga rumah dengan baik, bersama Satpam rumahnya sebelum mereka berangkat ke Bandara.
Bernad dan Nurlaila melakukan chekin sebelum mereka menaiki pesawat, setelah itu mereka lepas landas menuju Belanda Amsterdam.
Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, karena hampir 15 jam mereka di dalam pesawat. Akhirnya mereka sampai juga di Amsterdam, tempat di mana Bernad di lahirkan dengan penuh kisah suka, dan duka, yang telah mereka jalani.
Sesampainya di Bandara Internasional Schiphol, Bernad dan Nurlaila langsung memesan Taxi online, untuk mengantarkan mereka ke rumah Sofia. Setelah Taxi itu datang, Driver itu langsung menghampiri Tuan Bernad.
"Maaf, apakah anda yang memesan Taxi saya? Atas nama Tuan Bernad Dorman?" Tanya Driver itu, dengan ramah.
"Iya.. benar." Jawabnya singkat.
"Apakah benar, ini alamatnya Tuan?" Tanya driver Taxi Online tersebut untuk memastikan.
"Iya.. Pak, ini sudah benar alamatnya." Jawab Bernad yakin, seraya masuk ke dalam mobil.
Lalu Driver itu langsung menjalankan mobilnya, ke tempat alamat yang sudah tertera di layar ponselnya. Tidak butuh waktu lama, hampir 1 jam mereka sampai di depan gerbang rumah Kakak iparnya itu.
Ada rasa haru, dan bahagia, untuk pertama kalinya mereka menginjakkan kakinya lagi di depan rumah itu, tempat yang meninggalkan banyak kenangan indah dan pahit mereka.
Setelah mendapatkan izin dari security, mereka di perbolehkan masuk ke dalam gerbang, dan memarkirkan mobil Taxi tersebut.
"Terima kasih Pak, ini biaya Taxi dan sekaligus tips untuk anda." Ujar Bernad ramah, seraya menyerahkan uang tersebut ke tangan Driver itu.
"Terima kasih banyak, Tuan dan Nyonya." Ucapnya senang, seraya tersenyum.
Karena mereka sudah menghubungi Asyafa sebelumnya, maka Asyafa, Rayhan dan Sofia sudah menunggu di depan teras rumahnya. Begitu juga dengan Oma Merry, yang duduk di kursi roda, dengan mata yang sudah berkaca-kaca menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan penuh haru biru dan isak tangis kebahagiaan.
"Mom... hik.. hik.. hik.." Panggil Bernad dan Nurlaila lirih, menangis di pangkuan Mama Merry.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........