TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Restu Sofia dan Charles


__ADS_3

Happy Reading


Semua ikut terharu dengan cerita Bella, dan keluarganya. Sebenarnya keluarga Bella dulu adalah keluarga yang cukup berada, namun Ayah Bella sering bermain judi, hingga akhirnya semua harta peninggalan keluarga Ayahnya habis tanpa sisa.


Saat Bella duduk di bangku SMP, Ayahnya meninggal karena dipukuli oleh warga, akibat ketahuan mencuri uang dan kendaraan bermotor oleh warga. Sejak saat itu, Ibu Bella menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi Bella, dan kedua Adiknya yang masih SD. Ibu Bella bekerja serabutan apa saja yang bisa menghasilkan uang, kadang menjadi ART, menjadi Pelayan di kafe, dan kadang juga membantu berjualan di pasar.


Maka dari itu setelah Bella lulus SMA, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan Studynya, dan lebih memilih menjadi Suster atau Babysitter saja untuk memperbaiki perekonomian keluarganya. Di samping itu Ibunya juga sedang sakit keras, yaitu sakit paru-paru yang butuh biaya banyak untuk pengobatannya.


"Jangan bersedih Bella, kamu harus semangat, ada Uncle Charles, dan Aunty Sofia yang akan menganggap kamu seperti anak sendiri. Terlebih lagi ada Billy yang akan menjagamu, jika kalian berjodoh. Uups... maaf Bill, keceplosan, he.. he... he.." Ucap Asyafa ikut prihatin, dengan nasib Bella yang sebenarnya. Namun dia sudah sengaja, membangunkan singa yang sedang tidur.


"Deg.." Jantung Bella, dan Billy mendadak berdebar, mata mereka saling melirik sekilas, lalu tersenyum canggung.


"I.. iya.. Nona Asyafa, terima kasih." Ucap Bella gugup, seraya mengangguk kecil. Dirinya menahan malu, dan wajahnya sudah bersemu merah seperti cheri.


Seketika Sofia, dan Charles nampak terperangah, dengan ucapan keponakkannya itu. Bagaimana bisa Asyafa lebih tahu jika Billy, dan Bella mempunyai hubungan spesial. Sedangkan dirinya sebagai Momie Billy, tidak tahu-menahu soal asmara anaknya itu.


"Waah, anak Dadie sudah ingin menikah! Ayo secepatnya saja di laksanakan, jangan di tunda-tunda yah, Billy. Dadie akan merestui kalian berdua." Selorohnya Charles, dengan gamblang.


"Momie juga akan merestui kalian berdua, jika kalian memang saling mencintai." Ujar Sofia senang, seraya memeluk Bella yang memang sedang berdiri di dekatnya.


"Tapi.. kenapa Aunty baru tahu dari kamu, Sya?" Tanya Sofia penasaran. "Momie tidak pernah menyadari, jika Suster Bella sama Billy ada hubungan spesial selama ini." Sesal Sofia tidak peka, dengan hubungan anaknya.


"He.. he... he.. eenngga Aunty, mereka baru saja kami jodoh-jodohin kemarin malam. Habis Billy iri sama aku, dan suamiku yang bejalan mesra, Aunty. Tanpa sengaja Suster Bella ada di dekatku, ya sudah aku jodohin mereka saja. He.. he.. he.." Bantah Asyafa terkekeh, seraya menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Asyafa.. ! Kenapa kau ini, membuat aku malu tiada henti?" Teriak Billy kesal, ingin rasanya dia menghilang saat ini juga, karena mendapati dirinya yang sedang di bongkar aibnya oleh Asyafa.


"Ha.. ha.. ha.." Asyafa tertawa, saat mendengar Billy memanggilnya dengan nada kesal.


"Maafkan aku, Billy... si tukang ngambek, weee..." Sesal Asyafa, namun senang meledeknya, seraya menjulurkan lidahnya kearah Billy.


Sontak saja semua orang di sana mentertawakan kelakuan Asyafa, dan Billy yang seperti Tom, and Jerry.


"Sudah.. sudah.. kalian ini dari kemarin, senangnya bertengkar terus." Omel Nurlaila gemas melihat kelakuaan mereka.


"Iy.. Bu." Ucap Asyafa Singkat.


"Maaf Aunty." Ucap Billy menyesal.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua berhenti bertengkar, dan duduk tenang bersama yang lainnya. Sofia masih penasaran dengan sikap Billy anaknya, tentang perasaan Billy terhadap Suster Bella. Lalu Sofia meminta persetujuan suaminya, dan Charlespun merestuinya.


"Son, Apakah kamu menyukai Suster Bella? Apakah kamu serius dengannya? Jika itu benar, kami sebagai orang tua akan mendukung, dan merestui kalian." Tanya Sofia serius dengan ucapannya, seraya menatap mata anaknya dalam, mencari kebenaran dari sorot matanya.


"Deg.." Jantung Billy berdebar-debar lagi.


Billy nampak gugup dengan pertanyaan Momienya, lidahnya seakan kelu hingga tidak bisa menjawab sepatah katapun. Billy melirik wajah Bella sekilas, namun Bella tidak menyadari, karena dia sedang tertunduk malu. Akhirnya Billypun hanya mengangguk kecil, tanda dia menjawab setuju atas pertanyaan Momienya itu.


"Son, kenapa hanya mengangguk saja, bicaralah sayang, jangan malu dan ragu." Ujar Sofia heran dengan sikap putranya, yang terlihat gugup dan malu.


"Iya.. dude." Ucap Charles mendukung istrinya.


"Iya.. tuh Bill, jawab pertanyaan Aunty Sofia." Seloroh Asyafa penasaran, dengan jawaban Billy.


Oma, Bernad, Nurlaila dan Rayhan juga ikut penasaran dengan jawaban Billy, begitu juga dengan Bella, sangat menanti jawaban Billy. Namun mereka hanya bergeming, dan tersenyum dalam diam.


"I.. iya.. Momie, a.. aku menyukainya, dan aku serius untuk menikahinya." Jelas Billy gugup, seraya menundukkan kepalanya kecil.


"Deg.. " Jantung Bella berdebar-debar, mendengar jawaban Billy.


"Waah... Billy, Momie senang mendengarnya." Ucap Sofia jujur, seraya melirik ke arah Bella yang sedang tertunduk malu.


"I... iya, Nyonya.. saya bersedia." Jawabnya gugup tanpa menatap wajah Sofia, seraya tertunduk malu.


"Ha.. ha.. ha..." Semuanya tertawa bahagia, ternyata mereka saling menyukai, dan mencintai satu sama lain.


Akhirnya mereka akan segera mengurusi pernikahan Billy, dan Bella secepat mungkin. Setelah menikah, Bella bisa melanjutkan studynya yang tertinggal.


Semua orang di sana turut bahagia dengan pasangan muda itu, yang pria tampan, gagah, dan berkarisma, dan yang perempuan cantik, pintar dan baik. Sungguh pasangan yang cocok, dan ideal.


*******


Sejak pertemuan makan siang, dan acara perjodohan antara Willyam dan Maurin, hubungan keduanya semakin dekat. Mereka bahkan tidak segan-segan untuk saling bertukar kabar lewat ponselnya, dan saling menelepon jika rindu mendera.


"Tuut.. tuut.." Bunyi ponsel Willyam Calling.


"Hallo Will, ada apa menelepon?"

__ADS_1


" Hallo Maurin, aku hanya ingin mendengar suaramu."


"Aiish.. Will, soo sweet banget kamu."


"He.. he... he... engga apa dong, kalau sama calon istri."


"Iya.. deh, calon suami. He.. he.. he.."


"Maurin.. kamu belum tidur?"


"Belum Will, aku belum mengantuk."


"Kenapa? Sudah malam loh ini!"


"Habis keingat kamu terus Will."


"Diih.. Kenapa Maurin bisa gombal begini?"


"Engga gombal, serius loh aku."


"Iya deh.. aku juga serius, aku rindu kamu Maurin. Entah kenapa kamu seperti hantu, membayangi terus di benakku."


"Waah.. sekarang kamu yang gombal."


"Engga ada gombal, Maurin sayang."


"Iya.. iya.. Willyam sayang, he.. he.. he.."


"Sayang sudah malam, kamu cepat tidur yah, mimpi indah bertemu aku."


"Iya.. kamu juga cepat tidur, mimpi indah juga yah."


"Good night my honey."


"Good night too my love."


Akhirnya mereka menutup ponsel mereka bersamaan, matanya yang sudah kantuk tidak butuh waktu lama, mereka menyambangi mimpi indahnya di alam nirwana.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........


__ADS_2