TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Malam Bahagia


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


21 +


Setelah acara Ijab Qabul dan prosesi adat Pernikahan Alya dan Damar, para tamu yang merupakan kerabat dan saudara, satu persatu meninggalkan kediaman Tuan Hendra.


Malam harinya mereka melaksanakan Resepsi Pernikahan, digedung Hotel bintang 5 yang cukup mewah dan megah.



Alya dan Damar nampak begitu cantik dan tampan, mereka menjadi putri dan raja semalam.


Banyak para tamu besar, kolega bisnis, investor dan Pejabat yang hadir, untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai, anak dari Pengusaha besar di Indonesia dan Asia.


Teman-teman kuliah Damar dan Alyapun turut hadir keacara Resepsi mereka, termasuk Andi.


Andi datang bersama kedua orang tuanya, dan juga Adiknya yang masih SMA. Andi memberikan selamat kepada mereka berdua dengan tertawa bahagia, meski matanya sudah nampak berkaca-kaca.


"Selamat yah Alya dan Damar, semoga Samawa, dan cepat menyusul kayak Asyafa. He.. he.. he.." Ucap Andi terkekeh, seraya menunjuk Asyafa yang sedang duduk di kursi tamu VIP.


"Terima kasih, Ndi. Aamiin.." Ucap Alya mengamini.


"Damar, gue titip sahabat gue yang paling gue sayang, dan cinta. Jangan sekali-kali kau sakiti hatinya, apalagi kalau sampai menghianatinya. Awas saja kalau sampai itu terjadi, gue engga segan-segan mencarimu untuk menghabisimu." Ancam Andi dengan wajah serius.


"Siap friend, aku pastikan itu takan pernah terjadi."


"Heeemm... he.. he.. he.." Andi hanya bergumam lalu terkekeh, kemudian Alya dan Damarpun ikut terkekeh.


Kemudian disusul oleh kedua orang tua Andi, dan adiknya yang masih SMA. Merekapun memberikan selamat, kepada Alya dan Damar.


"Terima kasih Tante, dan Om juga Angga." Ucap Alya, yang sudah mengenal mereka cukup dekat. Persahabatan selama hampir 5 tahun ini, membuat keluarga Andi menjadi dekat.


"Sama-sama Nak Alya yang cantik, semoga kalian berbahagia dunia dan akhirat." Ucap Tante Safira, Mamanya Andi dan diiikuti oleh Om Dahlan, Papanya Andi dan Angga Adiknya Andi.


Kemudian para tamu yang lainnyapun, memberikan doa restu untuk kedua mempelai yang berbahagia.


Para tamu puas, dengan hidangan yang disajikan oleh para koki berkelas di hotel tersebut. Pesta Resepsi Pernikahan itu hanya berlangsung 3 jam saja, dari pukul 7 malam sampai 10 malam.


*******


Damar dan Alya sedang menikmati secangkir coklat panas di kamarnya, karena tadi selesai acara Resepsi Pernikahan mereka, membuat badanya terasa cape dan pegal, jadi secangkir coklat panas bisa mengembalikan stamina tubuh mereka kembali.


"Sayang, kamu suka minum coklat panas seperti ini?"

__ADS_1


"Eemm.. iya Bie, tapi engga terlalu sering sih. Hanya saja Mama suka buatin coklat panas ini, kalau badanku terasa cape.


"Ooh.." Hanya itu yang Damar katakan, namun dirinya mengeratkan pelukkan tubuhnya, yang melingkar di perut istrinya kini.


"Kamu kenapa, Bie? Kenapa hanya bilang Ooh..? Tapi pelukkanmu semakin erat."


"Memangnya engga boleh, sayang? Kalau aku peluk kamu kayak gini?"


"Boleh, Bie! Tapi aneh saja, tadi nanya coklat panas, aku sudah jawab, tapi kamu hanya bilang Ooh...


"Tubuh aku panas habis minum coklat ini, adik kecilku juga sudah terasa sesak sayang di sarangnya," bisik Damar di telinga istrinya, sontak saja wajah Alya mendadak merah, seperti kepiting rebus.


"Iiishh.. Bie, masih ada Mama dan Papa, di luar belum tidur mereka. Nanti kalau mereka tahu kita berisik dan gaduh, bagaimana?"


"Di kamar mandi saja yah, mau tidak?"


"Dingin, Bie. Aku dari tadi sengaja engga mandi, habis dingin banget."


"Nanti akan hangat, kalau mandinya bareng aku sayang, please!" Damar mengeluarkan jurus jitu untuk merayu istrinya agar mau menemaninya mandi.


"Eeemmm... bagaimana yah, Bie?"


Damar tidak lagi menunggu jawaban istrinya, dia langsung saja menggendong istrinya ala bridal style ke kamar mandinya.


Dengan perlahan, Damar menurunkan istrinya ke dalam bathtub, lalu dia pun tersenyum.


"Kyaaah.. dingin, Bie."


"Ini hangat sayang, 'kan pakai air hangat," bantah Damar karena airnya terasa hangat, kemudian Damarpun ikut masuk kedalam bathtub tersebut, dan merendamkan tubuhnya duduk di belakang istrinya.


Damar membuka baju istrinya satu persatu, hingga terlihat punggung putih mulusnya di depan matanya. Dengan susah payah Damar menelan salivanya, karena hasratnya sudah membuncah.


Alya malu, menahan jantungnya yang sudah berdentum keras, hingga suara napas mereka saling memburu.


"Sayang, boleh tidak?" Tanya Damar, namun tangannya sudah bergerak bebas.


"Kamu ngapain, Bie? Tangan kamu ko nakal gini? Geli, Bie." Ucap Alya, yang sedang merasakan sentuhan lembut dari tangan suaminya.


"Kamu menikmatinya, bukan? Aku ingin menjadikan kita sepasang suami istri yang sesungguhnya, sayang. Aku sudah tidak tahan, kalau harus menunggu lagi.


Damar membalikkan tubuh Alya, menjadi duduk diatas pangkuannya. Mereka saling memangut bibir mereka, meneguk manisnya madu dari indra pengecap mereka, saling bertukar saliva dan saling menikmati ciuman panas mereka sebagai foreplay.


Kemudian memberikan cumbuan-cumbuan mesra, dan saling melepaskan hasrat mereka yang saling terpendam. Damar yang mendominasi permainan, karena tubuh Alya sudah dipenuhi jejak kepemilikan Damar hasil karyanya.

__ADS_1


"Bie, kita lanjutkan permainan kita di tempat tidur yah." Pinta Alya, yang wajahnya sudsh merona merah menahan malu.


"Iya sayang, kenapa jadi kamu yang sekarang minta?" Tanya Damar menggoda.


"Karena ini malam bahagia kita, Bie." Ucap Alya malu, seraya menutup wajahnya dengan jari-jari tangannya.


"Uuuhh.. gemesnya aku sama kamu, sayang." Ucap Damar kemudian memakaikan handuk ditubuh istrinya.


"Sudah jam 12 malam, cepat sekali yah, Bie? Aku mau ke dapur, bikin secangkir coklat panas lagi. Kamu mau tidak, Bie?"


"Boleh sayang, biar lebih hot nanti, saat bertempur denganmu malam ini."


"Aiishh.. kamu mulai nackal yah, Bie."


"Engga apa dong, nackal sama istri sendiri, he.. he.. he.."


"Iya deh, he.. he.. he.. tunggu yah sebentar."


Alyapun akhirnya meninggalkan suaminya ke dapur, untuk membuat dua cangkir coklat panas.


"Sudah sepi, sepertinya sudah tidur semua. Mungkin mereka sudah lelah, dan cape mengurusi semua acara bahagiaku. Terima kasih, Mama dan Papa, Mba Diah, dan semua yang telah membantu Alya. Tanpa kalian acara Pernikahan Alya belum tentu sesukses dan selancar hari ini." Bathin Alya bermonolog.


"Jadi." Ucap Alya, saat dua cangkir coklat panas sudah selesai dibuatnya.


Alyapun langsung membawa dua cangkir coklat panas itu ke dalam kamar Pengantin yang sudah dihias seindah mungkin oleh petugas dekor.


"Sayang, ko lama banget?" Tanya Damar saat melihat Alya, yang baru masuk membawa dua buah cangkir coklat panas.


"Minumlah, aku tadi mencari orang-orang, ternyata mereka sudah pada tidur beristirahat, mungkin sudah lelah dan cape."


"Oooh.. begitu sayang, kirain kamu tidur di dapur, he.. he.. he..?" Ledek Damar terkekeh.


"Haaah? Apa, Bie? Ya sudah, aku engga jadi lanjutin malam ini. Aku mau tidur saja."


"Jangan dong.... !"


-BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke karyaku yang ini juga yah, ceritanya tidak kalah menarik dengan cerita ini. Terima kasih yah para pembaca yang budiman.🙏


__ADS_1


__ADS_2