TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Permintaan Maaf


__ADS_3

"Maaf Tuan dan Nyonya serta Nona, kata Tuan Beni, silahkan masuk dan menunggu sebentar di ruang tamu, sebelumnya." Ucap Bapak Satpam seraya membukakan pintu dengan lebar untuk mereka.


"Terima kasih, Bapak Satpam." Ucap Tuan Ardi dan diikuti oleh istri dan anaknya.


"Sama-sama Tuan, Nyonya dan Nona, saya permisi undur diri untuk kembali ke pos jaga." Ucap Bapak Satpam seraya meninggalkan mereka bertiga.


"Iya, Pak!" Seru Tuan Ardi dan yang lainnya.


Akhirnya mereka menunggu dengan sabar kedatangan Tuan rumah yang merupakan kolega bisnisnya. Tuan Ardi menurunkan harga dirinya untuk mendatangi langsung keluarga Tuan Beni, demi menebus kesalahan dirinya terhadap putra semata wayangnya yang kini sedang mendekam di penjara.


Sebenarnya mudah saja dia melakukan jalan kotor dengan menyuap kepolisian menggunakan uang dan kekuasaannya, namun kesalahan Damar cukup besar yang hampir merenggut nyawa orang lain. Berawal dari rencana membuat rem mobil Rayhan bloong, menculiknya, menyekapnya dan menyiksanya.


"Ee.. heem.. !" Tuan Beni berdehem ketika sampai di depan Tuan Ardi dan Nyonya Ningsih serta Siska yang sedang duduk diruang tamu, memainkan ponselnya untuk menghilangkan ketegangan saat bertemu.


"Selamat pagi Tuan Beni, Nyonya Jovanka dan Saudara Rayhan." Sapa Tuan Ardi yang di ikuti oleh istri dan anaknya.


"Selamat pagi." Jawab Mama Jovanka dan Rayhan, sedangkan Papa Beni tidak menjawab sapaan mereka.


"Tidak perlu basa-basi ada perlu apa anda kesini?" Tanya Papa Beni langsung pada intinya.


"Papa, jangan seperti itu! Ayo kita duduk dahulu." Pinta Mama Jovanka, yang akhirnya suaminya itu menuruti kata istrinya.


"Maaf sebenarnya saya datang ke sini, ingin bermaksud untuk meminta maaf atas nama anak saya yang benama Damar Prayoga. Mohon kiranya kepada keluarga Tuan Beni Darma, dan Nyonya Jovanka terutama kepada saudara Rayhan yang sebagai korban, untuk berkenan mencabut tuntutan terhadap atas anak saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih." Ujar Tuan Ardi menuturkan dengan gamblang dan jelas.


"Puich.. semudah itu anda meminta maaf dan meminta kami untuk mencabut tuntutan terhadap anak anda hah.. ? Jangan bermimpi anda!" Seru Papa Beni mencibir benci dan langsung berdiri dengan menunjuk jari telunjuknya di depan Tuan Ardi.


Tuan Ardi dan Nyonya Ningsih juga Siska merasa malu dan sudah berkaca-kaca dengan jawaban Tuan Beni.

__ADS_1


"Papa, jangan seperti itu! Semua masalah bisa di bicarakan secara baik-baik." Ucap Mama Jovanka bijak.


"Iya.. Pap, jangan emosi.. duduklah Pap."Pinta Rayhan menenangkan.


Akhirnya Papa Beni kembali duduk di tempatnya semula.


"Pap, tenangkan hatimu sayang.. jangan terlalu emosi! Papa harus ingat jantung, Oke!" Seru Mama Jovanka menenangkan.


Asyafa datang bergabung dengan mereka ketika mendengar keributan dari ruang tamu tersebut.


"Maaf, saya boleh bergabung? Hallo.. selamat pagi Tante, dan Om juga Kak Siska." Sapa Asyafa seraya mencium punggung tangan mereka dan bersalaman dengan Siska.


"Selamat pagi Nona." Jawab Nyonya Ningsih yang di ikuti oleh Tuan Ardi dan Siska.


Asyafa duduk di samping suaminya dengan sopan.


"Iya tante, saya istri dari Rayhan Darma. Perkenalkan nama saya Asyafa Dorman." Jawab Asyafa tersenyum hangat.


"Mohon maafkan anak Tante yah, Nona Asyafa. Karena cinta buta anak Tante terhadap Nona Asyafa, hingga dia berbuat nekad untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Atas nama Damar, kami sekeluarga memohon maaf atas kejahatan yang di lakukannya." Jelas Nyonya Ningsih panjang lebar.


"Eeem.. saya bisa memafkan Tante, namun semua keputusan ada di tangan keluarga suami saya. Mohon maaf saya belum bisa membantu." Ujar Asyafa pasrah, seraya menggenggam tangan suaminya.


"Terima kasih, Nona! Maafkan saya sekali lagi jika saya lancang tanpa punya malu datang ke rumah ini." Ucap Nyonya Ningsih lirih.


"Iya Tante, bersabarlah! Semoga ada jalan terbaik untuk masalah ini, semoga ada jalan damai untuk semuanya." Jelas Asyafa gamblang, sontak saja membuat Papa Beni langsung berdiri dan murka.


"Tidak ada kata damai untuk masalah ini!" Seru Papa Beni dengan emosi yang meletup-letup.

__ADS_1


"Pap, sabar sayang!" Seru Mama Jovanka menenangkan suaminya, seraya menepuk- nepuk tangannya untuk duduk kembali.


"Tapi.. sayang, terlalu mudah masalah ini jika dengan jalan damai. Anak itu bisa bebas dan takut melakukan kejahatan seperti kemarin. Siapa tahu saja kemungkinan itu masih ada, jika dia tidak bisa menerima kenyataan jika cintanya itu buta." Ungkap Papa Beni, takut akan kenyataan yang akan datang.


"Maaf Om, bukannya saya lancang memotong ucapan Om, tapi saya yakin sekarang adik saya sudah benar-benar menyesal. Ini saya ada bukti rekaman dia ketika di penjara, tolong Om lihat sebentar." Sela Siska menjelaskan, seraya menunjukkan rekaman vidio Damar ketika meminta maaf dan menyesali tindakannya dengan menangis pilu dan berderai air mata.


Beginilah isi rekaman vidio Damar ketika meminta maaf kepada Rayhan dengan isak tangis dan suara bergetar lirih.


"Asalamu'alaikum, saya D... damar P... prayoga meminta maaf kepada Rayhan Darma dan Asyafa Dorman, dengan rasa menyesal teramat dalam apa yang telah saya lakukan adalah sebuah kejahatan yang sangat besar. Hik.. hik.. hik... Saya tidak ingin di bayang-bayangi rasa bersalah terhadap kalian, hanya ini yang saya bisa lakukan. Hik.. hik.. hik.. ! S.. saya sadar, s... saya pantas mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kejahatan saya. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk keluarga Rayhan Darma dan juga Asyafa Dorman, selamat berbahagia untuk Pernikahan kalian. Wasalamu'alaikum... ! Hik.. hik... hik... !"


Seketika Rayhan dan Asyafa sedikit terharu dengan melihat rekaman vidio tersebut. Mama Jovanka juga sedikit tidak tega melihat kondisi Damar di dalam penjara dengan menangis seperti itu. Sedangkan Papa Beni bersikap biasa saja, namun agak sedikit lebih terkontrol emosinya.


"Sepertinya Damar tulus untuk meminta maaf dan menyesali perbuatannya Pap!" Seru Mama Jovanka kepada suaminya.


Papa Beni hanya bergeming, tanpa menanggapi ucapan istrinya.


"Menurut saya, kita bisa bicarakan masalah ini lain waktu. Biarkan Papa saya memikirkan jalan terbaik untuk masalah ini. Masalah jalan damai atau jalan hukum, nanti kami kabari secepatnya kepada Om dan Tante." Ujar Rayhan panjang lebar seraya tersenyum kikuk.


"Iya Nak Rayhan, terima kasih atas waktu dan kesempatan untuk kami. Semoga ada jalan keluar yang terbaik untuk kami yah Nak Rayhan." Ucap Nyonya Ningsih yang di ikuti oleh Tuan Ardi dan Siska.


"Iya Tante, Om dan Siska." Ucap Rayhan tersenyum hangat.


"Baiklah, kalau begitu kami mengucapkan terima kasih dan mohon pamit undur diri. Maaf telah mengganggu waktu Tuan Beni, Nyonya Jovanka dan Saudara Rayhan juga Nona Asyafa." Ujar Tuan Ardi seraya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan yang di ikuti oleh istri dan anaknya. Lalu merekapun menerima uluran tangannya.


Akhinya merekapun meninggalkan kediaman Tuan Beni dengan hati yang sedikit lega, masih ada harapan meski itu hanya 10% pikirnya.


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2