TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Bertemu Oma


__ADS_3

Di kediaman Mension Ardi Prayoga, para penjaga rumah, security, pelayan rumah semua menyambut kedatangan anak majikannya yang baru saja keluar dari tahanan. Semua tangis haru ketika melihat anak majikannya yang sedikit tampak lusuh dan kurus. Baru kali ini mereka melihat, anak majikannya seperti itu.


Selamat siang Tuan, Nyonya, Nona dan Aden.." Salam sapa dan hormat dari para pekerja di Mension Tuan Ardi.


"Selamat siang juga semuanya." Ucap Nyonya Ningsih, yang di ikuti oleh suami dan anak-anaknya.


"Alhamdullilah Aden Damar, Ibu Darsih bahagia, akhirnya bisa bertemu lagi. Sehat-sehat yah Aden." Ucap Ibu Darsih yang sudah merawat Damar sedari kecil, dengan tangis haru, dan memeluk tubuh Damar yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.


"Iya Bu, terima kasih." Ucap Damar tersenyum hangat terpancar dari bibirnya. Semenjak hari ini, sikapnya Damar terlihat lebih sopan, dan ramah, tidak seperti dulu yang cuek dan arogant.


"Tuan, Nyonya, Nona dan Aden, kami sudah siapkan makan siang, silahkan menikmati." Ucap Pak Salim, suami dari Bu Darsih yang bekerja sebagai Kepala Pelayan Mension Tuan Ardi Prayoga.


"Iya.. Pak Salim, terima kasih banyak." Ucap Tuan Ardi seraya berjalan menuju ruang makan, lalu di ikuti oleh yang lainnya.


Mereka menikmati makanan enak dan mewah yang sudah tersaji di meja makan, sesekali berbincang hangat antara anak dan orang tua itu.


"Pap, Mam, Kak, terima kasih yah... berkat usaha kalian, akhirnya Damar bisa bebas dari tahanan itu." Ucap Damar tulus seraya menangis haru.


"Iya.. sayang, nanti kalau Rayhan sudah pulang dari bulan madunya, kita akan bersilahturahmi ke rumahnya. Kamu harus meminta maaf dan berterima kasih kepadanya, untuk semua yang sudah terjadi." Ujar Mama Ningsih mengingatkan anaknya.


"Iya.. Mam, itu pasti." Ucap Damar mantap dengan wajah berbinar. Sontak semuanya langsung tersenyum bangga, dan bahagia, dengan perubahan sikap Damar yang lebih hangat, dan terbuka.


*******


Asyafa dan Rayhan hampir tidak percaya mendengar penuturan Pria tersebut, yang mengatakan jika Uncle Charles mengalami gangguan jiwa. Setelah berpikir sejenak, akhirnya Asyafa dan Rayhan memutuskan untuk mendatangi rumah Aunty Sofia, setelah mendapatkan informasi keberadaan Oma Merry yang sekarang.


"Maaf, apakah Tuan tahu alamat Aunty Sofia?" Tanya Asyafa penuh harap.


"Alamat terakhir yang saya tahu dari dulu sama, namun untuk sekarang ini saya belum tahu. Rumah Nyonya Merry saja sudah tidak pernah ada yang datang, semenjak kepergiannya." Jawab Pria paruh baya itu menjelaskan.


"Terima kasih Tuan, atas informasinya." Ucap Asyafa dan Rayhan bersamaan, seraya tersenyum ramah.


"Sama-sama Nona dan Tuan." Ucap Pria itu, membalas senyuman ramah mereka.


Asyafa dan Rayhan izin meninggalkan rumah Pria itu, dengan berjabat tangan saling bergantian. Sesampainya di dalam mobil, Asyafa menghubungi Ibunya untuk meminta alamat Aunty Sofia.


"Tuut.. tuut..." Asyafa Calling


"Iya, Hallo... sayang"


"Hallo Ibu, Assalamu'alaikum, selamat siang... Ibu, aku minta tolong kirimkan alamat Aunty Sofia ."


"Wa'alaikumsalam, siang sayang, mengapa menanyakan alamat Aunty Sofia? Apakah kamu sudah bertemu dengan Oma, Nak?"


"Ceritanya panjang Bu, nanti aku ceritain setelah sampai di rumah Aunty Sofia."

__ADS_1


"Oke sayang, nanti Ibu kirimkan alamatnya."


"Tuut.. " Panggilan mereka berakhir.


"Ding." Satu pesan masuk dari Ibu.


"Yang, ayo kita jalan sekarang, alamatnya sudah dapat." Ujar Asyafa senang, seraya menunjukkan alamat rumah Aunty Sofia lewat ponselnya, dengan aplikasi Google Map.


"Oke cinta, ayo kita berangkat." Ucap Rayhan, seraya memasangkan seatbelt ke tubuh istrinya.


"Bismillah hirohman nirohim... " Doa Asyafa dan Rayhan bersamaan.


Rayhanpun menjalankan mobilnya, menuju alamat yang sudah tertera di Google Map tersebut, dengan mengikuti petunjuk dan arahan Operator Google Map.


Tidak lama kemudian mereka sampai di alamat yang tertera di Google Map, tanpa berpikir lagi, Asyafa turun dari mobil untuk bertanya kepada Security di rumah tersebut.


"Permisi, Apakah ini benar kediaman Aunty Sofia istri dari Uncle Charles?" Tanya Asyafa sopan.


"Iya, Nona benar. Ada keperluan apa, Nona mencari majikan saya?" Ujar Security itu, seraya bertanya.


"Maaf, perkenalkan nama saya Asyafa Dorman, saya keponakannya Aunty Sofia. Maksud kedatangan saya adalah untuk menemui Oma Merry, terima kasih." Ucap Asyafa menjelaskan maksudnya.


"Baik.. Nona, sebentar saya buka otomatis pintu pagarnya." Ucap Security itu, seraya membukakan pintu pagar tersebut.


Asyafa masuk kedalam mobilnya, lalu Rayhan membawa mobilnya ke dalam halaman parkir rumah Aunty Sofia, halamannya cukup besar dan terawat dengan rapi dan bersih.


"Sudah, sayang. Aku yakin dan percaya, dengan apa yang di katakan Bapak Security tersebut." Ujar Asyafa mantap.


Akhirnya mereka turun dari mobil dan berjalan ke depan pintu rumah Aunty Merry, Asyafa memencet bel pintu dengan pelan.


"Tìit.... tiit... tiit..." Bell pintu berbunyi.


Asyafa dan Rayhan berdiri dengan tenang, seraya menunggu yang mpunya rumah membukakan pintunya. Pintu rumahpun terbuka dengan lebar, keluar seorang pelayan wanita yang mengenakan pakaian seragam suster.


"Maaf, perkenalkan saya Suster Bella, yang menjaga Ibu, dari pemilik rumah ini, kalian hendak bertemu siapa?" Tanya Suster itu seraya memperkenalkan diri dengan sopan.


"Iya suster, perkenalkan juga nama saya Asyafa, dan ini suami saya Rayhan. Saya ingin bertemu dengan Aunty Sofia dan Oma Merry." Jawab Asyafa seraya memperkenalkan diri mereka dengan ramah.


"Baik, kalau boleh tahu ada kepentingan apa menemui beliau?" Tanya Suster itu seakan berhati-hati, dengan kedatangan orang asing di depannya. Pasalnya, baru pertama kali mereka bertemu.


"Saya adalah Asyafa Dorman, cucu dari Oma Merry dan keponakan dari Aunty Sofia." Ucap Asyafa jujur seraya tersenyum hangat.


"Oooh.. Maaf Nona, dan Tuan, saya tidak tahu. Mari silahkan masuk dan duduk." Ucap Suster Bella kikuk, seraya mempersilahkan mereka duduk, dan tangannya mengarah ke sofa.


"Iya.. terima kasih." Jawab Asyafa dan Rayhan mengangguk pelan, lalu berjalan ke arah sofa, dan mendaratkan bokongnya di atas sofa duduk dengan sopan.

__ADS_1


Suster Bela langsung masuk ke dalam ruangan dalam lantai dua, untuk memberitahukan tamu yang datang kepada majikannya.


"Suster Bella, siapakah tamu yang datang?" Tanya Sofia yang sedang menyuapi makan Ibu mertuanya.


"Asyafa Dorman, katanya beliau adalah keponakan Nyonya dan cucu Oma." Jawab Suster Bella sopan, seraya mengambil alih tugasnya, menyuapi Oma Merry makan.


"Whatt? Benarkah?" Tanya Sofia terkejut, seakan salah dengan pendengarannya, lalu dia berdiri dan berjalan menemui tamu tersebut. Sedangkan Oma yang mendengar itu, hanya duduk di kursi roda dengan mata yang mulai berkaca-kaca, entah apa yang sedang dia rasakan.


Sofia bergeming, menatap kedua orang yang sedang duduk di ruang tamu tersebut. Seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, karena wajah Asyafa kecil, sudah sangat berubah menjadi lebih cantik dan anggun.


Asyafa dan Rayhan menghampiri Aunty Sofia, dengan wajah haru dan rindu.


"Aunty Sofia.." Panggil Asyafa seraya memeluknya erat.


"Apa benar kamu keponakan Aunty, Asyafa Dorman?" Tanya Sofia ragu, namun masih dalam posisi memeluk Asyafa.


"Iya, Aunty Sofia.. aku Asyafa Dorman, keponakan Aunty." Ucap Asyafa mengangguk kepalanya dan mengurai pelukkannya.


"Ya Tuhan, kamu sudah besar, tumbuh dengan cantik dan anggun. Hikk.. hikk.. hikk.." Ucap Sofia yang keduanya langsung menangis haru.


"Iya Aunty.. hikk.. hikk.. hikk.. ! Ooh iya, kenalkan ini Rayhan, suami Asyafa." Ucap Asyafa yang langsung di anggukkan oleh Sofia dan mereka langsung berjabat tangan.


"Salam kenal Aunty Sofia." Sapa Rayhan ramah.


"Salam kenal juga." Ucap Sofia ramah.


"Aunty Sofia, Oma Merry dimana yah?" Tanya Asyafa penasaran, karena dari tadi tidak melihatnya.


"O... oma, sakit, sayang." Ucap Sofia gugup dan masih terisak tangisnya.


"S.. sakit apa Aunty?" Tanya Asyafa gugup dengan wajah shoknya.


"L.. lumpuh sayang, sekarang harus berjalan menggunakan kursi roda." Ucap Sofia gugup dan parau.


Asyafa langsung menangis lagi, dan minta di antar ke tempat Oma Merry.


"Tolong antar saya menemui Oma, Aunty." Ucap Asyafa lirih.


"Baiklah, ayo sayang, Oma ada di lantai dua." Ajak Sofia seraya berjalan di depan mereka, yang langsung di anggukkan oleh Asyafa dan Rayhan.


Sesampainya mereka di sana, Asyafa langsung bersimpuh di kaki Oma Merry, yang sedang berada di kursi roda.


"O... oma.. hik.. hik... hik... " Tangis Asyafa pecah.


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........


__ADS_2