
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Naura dan kedua orang tuanya langsung tercengang dengan perkataan Damar, yang tiba-tiba ingin membahas hubungan Damar dan Naura.
"Apa Nak Damar, engga salah bicara?" Tanya Papa Mario heran, seraya melirik kearah anaknya Naura. Namun Naura seperti mendapatkan angin segar, untuk dapat kesempatan kembali kepelukan Damar, meski dia tahu Damar sudah memiliki Alya.
"E.. engga Om, saya ingin bicara mengenai hubungan saya dengan Naura selama ini." Ucap Damar sedikit ragu, pasalnya sikap Tuan Mario dengan Nyonya Nirmala, nampak bingung terhadapnya.
"Maksud loe, kita akan kembali menjalin hubungan seperti dulu lagi? Gue mau Damar, kalau kita bisa pacaran kayak dulu lagi." Sela Naura senang, saat mengetahui niat Damar bersama Mamanya untuk menemui dirinya.
Sontak saja Damar, dan Mama Ningsih, langsung terkejut dengan pernyataan Naura tersebut, Namun keterkejutan mereka tentunya berbeda. Karena Mama Ningsih terkejut, Naura ingin kembali merajut kasih dengan anaknya. Sedangkan Damar terkejut, ternyata Naura hanya sekedar mantan pacar.
"Om, Tante maaf, saya boleh bicara 4 mata dengan Naura sebentar?" Tanya Damar dengan sopan.
"Boleh, Nak Damar." Jawab Om Mario, seraya tersenyum ramah, sedangkan Tante Nirmala hanya mengangguk pelan.
"Terima kasih, Om." Sahut Damar, seraya berdiri.
"Ayo Naura, kita bicara diluar sebentar." Ajak Damar, seraya berjalan keluar rumah.
"Iya." Jawab Naura, seraya mengekori Damar sampai keluar rumah.
Damar dan Naura kemudian duduk bersampingan, didepan kolam ikan milik Naura yang berada sisamping rumahnya.
Damar memang sudah beberapa kali mendatangi rumah Naura, hingga dia tahu betul tempat biasa mereka menghabiskan canda tawa, dan masa pacaran mereka saat itu.
"Damar, kamu ingat engga dulu? Kamu sering banget kesini, duduk sambil memberi ikan dikolam, kita pacaran disini dan bercerita hal-hal yang indah." Ujar Naura mengingat masa indah dulu.
__ADS_1
"Dulu?" Tanya Damar singkat dengan terkejut.
"Heemm.. iya dulu, kenapa?" Sahut Naura bingung.
"Kenapa dengan dulu? Lalu sekarang, memang ada yang berubah?" Tanya Damar ingin tahu, hubungan yang sebenarnya mereka jalani sekarang.
"Dulu kita bahagia, aku bahagia berpacaran denganmu. Kamu pacar pertamaku, karena kamu yang sudah mencuri ciuman pertamaku, dan juga kamu yang membuat aku merasakan dicintai, dan disayangi oleh seorang pria. Maafkan aku dulu meninggalkanmu, tapi aku tidak pernah menghianatimu. Aku terpaksa melakukan itu, karena aku diancam oleh teman sekelasku yang menyukaiku." Ujar Naura panjang lebar.
"Diancam? Maksudnya, aku dan kamu putus karena kamu diancam?" Tanya Damar masih belum mengerti arah pembicaraan mereka.
"Iya, saat itu aku sedang ada acara teman-temanku, aku diberi minuman yang sialnya minuman itu sudah diberi obat tidur. Aku tertidur, lalu teman Priaku mengerjaiku dengan berphoto mesra dengan dirinya diponsel miliknya. Disaat itulah aku diancam olehnya, jika aku tidak meninggalkanmu, dia akan menyebarkan photo itu kesemuah Mahasiswa kampus, termasuk dirimu." Ujar Naura lagi dengan gamblangnya.
"Jadi sebenarnya kita sudah putus, dan kamu sama aku sudah tidak ada hubungan sama sekalih?" Tanya Damar penasaran.
"Iya, tapi aku masih mencintaimu Damar, meski kita sudah putus, rasa cintaku tidak pernah berubah sedikitpun sama kamu. Mungkin kalau tidak terjadi musibah sial itu, aku sampai sekarang masih berpacaran denganmu. Mungkin juga akan menikah denganmu, seperti saat ini kamu dengan Alya yang akan segera menikah." Ujar Naura jujur dengan gamblang, air mata Naura sudah menggenang dipelupuk matanya.
"Kenapa dengan hatiku? Kenapa hatiku berdebar-debar, saat Naura menyebut nama gadis itu? Apa benar gadis itu memang akan menikah denganku?Pantas saja tempo hari wanita itu memanggilku dengan sebutan hubby." Hati Damar terus berkecamuk resah, seketika diapun tersadar dari pikirannya.
"Maksudmu menikah?" Tanya Damar, masih penasaran dengan ucapan Naura.
"Iya, menikah! Kamu akan menikah dengan Alya Mentari, bukan? Kamu 'kan sudah dijodohkan dengannya, oleh kedua orang Tua kamu. Jujur saja aku tidak terima, dengan dirimu yang akan menikahinya. Hatiku benar-benar sakit menerima kenyataan, jika kamu akan menikahinya, hikkkkzz.. hikkzz.. hikkzz..." Jelas Naura panjang lebar, seraya menangis.
Damar merasakan hatinya tersentil oleh ucapan Naura, yang sedang menangis pilu. Sontak saja, Damar langsung membawa Naura kedalam pelukkannya.
"Maafkan aku dengan ketidaktahuanku, maafkan aku sudah membuatmu menangis. Sejujurnya semenjak kecelakaan yang aku alami, membuat aku melupakan hal-hal baru. Aku hanya mengingat hal-hal dulu saja, termasuk aku hanya mengingat dirimu saat ini." Ungkap Damar jujur, dengan keadaannya saat ini yang yang dia alami.
"Jadi benar, kamu mengalami Amnesia? Kecelakaan itu membuat kamu kehilangan ingatanmu?" Tanya Naura penasaran, pasalnya dirinya sudah tahu, jika Damar kecelakaan dari Andi mantan pacarnya. Namun dia tidak tahu, dengan kondisi yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Iya, aku mengalami Amnesia, kamu mau bantu aku untuk mengingatnya?" Tanya Damar memohon.
"Memangnya, kamu benar-benar tidak mengingat kita sudah putus? Lalu kamu juga tidak ingat, kalau Alya Mentari itu calon istri kamu?" Tanya Naura benar-benar tidak percaya, seraya menyenderkan tubuhnya didalam pelukkan Damar.
"Hemm.." Damar hanya bergumam, seraya memainkan rambut panjang Naura, yang memang sering dia lakukan selama dia berpacaran dengan Naura.
"Kalau aku membantu kamu mengingatnya, nanti kamu akan menerima semua yang sudah terjadi? Apakah kamu akan tetap bersamaku? Atau malah sebaliknya, kamu akan meninggalkanku lagi, dan memilih kembali dengan Alya Mentari calon istri kamu itu." Tanya Naura, dengan rasa takut dan khawatir yang teramat sangat.
"Memangnya, aku sangat mencintai gadis itu yang bernama Alya Mentari? Hingga aku sampai memilih dia, dibanding kamu? Bukankah dia hanya wanita yang dijodohkan oleh orangtuaku, tadi kamu bilang?" Tanya Damar dengan heran.
"Masalahnya aku tidak tahu, kamu mencintai dia atau tidak? Yang jelas hubungan kita sudah putus lama, hampir satu tahun." Ucap Naura jujur.
"Kamu jangan khawatir, mungkin aku hanya terpaksa, mau menikah dengan gadis itu karena perjodohan. Sedangkan kamu adalah gadis yang sangat aku cintai selama ini, bahkan saat aku Amnesia sekarang ini, hanya cinta kamu yang aku ingat." Ungkap Damar jujur dengan hatinya saat ini.
Naura hanya tersenyum kecut, lalu menatap Damar dalam dan sendu. "Seandainya kamu ingat dengan semua apa yang terjadi, pasti kamu tidak akan pernah datang kesini. Seandainya ingatanmu kembali tentang aku dan calon istrimu, pasti kamu akan meninggalkanku." Ucap Bathin Naura.
"Sayang, aku masih mencintaimu. Apakah kamu juga masih mencintaiku?" Tanya Naura dengan wajah berbinar cerah.
"Aku juga mencintaimu, yang saat ini aku ingat. Tapi setelah ingatanku kembali aku tidak tahu, sayang." Ungkap isi hati Damar.
Saat keduanya saling menatap, entah apa yang Naura pikirkan, dia memejamkan matanya sayu, lalu Damarpun mendekatkan bibirnya didepan bibir Naura yang menggoda, namun mereka terkejut saat Mama Ningsih memekik nama Damar.
"Damar...!" Pekik Mama Ningsih.
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....
__ADS_1