TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Malam Pertama


__ADS_3

WARNING 21+


"Cinta, kalau di tanya itu jawab. Buka dong mata kamu, Kakak yakin kamu belum sepenuhnya mengantuk." Ucap Rayhan yang gemas dengan istrinya yang masih berpura-pura memejamkan matanya.


"A.. apa sayang, aku benar-benar sudah mengantuk." Dusta Asyafa menahan diri agar tidak ketara berpura-pura. Namun nyatanya suaminya itu lebih pintar dari dirinya.


Rayhan mulai membelai rambut istrinya itu perlahan, dan membuka selimut yang hampir membungkus tubuh Asyafa sepenuhnya. Rayhan mulai menggoda dan memainkan jemari tangannya di bibir istrinya dan mengecup kening istrinya lembut lalu berpindah mengecup kedua kelopak mata, hidung, bibir, pipi kiri dan kanan serta dagunya perlahan-lahan.


Tidak tahan dengan perlakuan manis suaminya, Asyafa akhirnya membuka kelopak matanya dengan pelan-pelan. Wajah Rayhan benar-benar intens hanya beberapa inci berada d hadapannya, seketika wajah Asyafa merona kemerahan seperti buah tomat.


"Kenapa cinta? Apakah kamu belum siap sayang?" Tanya Rayhan seraya melancarkan aksi jahilnya dengan tersenyum devil.


"E.. engga, b.. bukan itu, sayang! Seru Asyafa gugup menahan jantungnya yang semakin berdebar kencang, yang mungkin suaminya bisa mendengar detak jantungnya yang berdebar-debar karena saking intensnya mereka.

__ADS_1


"Cinta, coba lihat Kakak! Apakah kamu tidak ingin menyatukan ikatan cinta suami istri yang sesungguhnya?" Tanya Rayhan lirih dan parau yang sudah menahan hasrat sedari tadi.


"A... aku t.. takut banget, sayang." Ucap Asyafa gugup seraya memejamkan matanya kembali.


"Cinta.. Kakak menginginkan dirimu, sayang!" Seru Rayhan berbisik di telinga istrinya seraya mengendus wangi tubuh istrinya yang membuat dirinya terbuai dan candu.


Seketika Asyafa bergeming merasakan desiran darah yang semakin memuncah, bibirnya yang menjadi kelu, tubuhnya yang mulai meremang dan bergetar hebat, serta jantungnya yang terus memompa lebih cepat sedari tadi.


Tanpa mendengar jawaban istrinya, Rayhan langsung melancarkan aksinya dengan mendaratkan ciuman hangat di bibir istrinya perlahan namun pasti. Asyafa pun tidak menolak, malah membuka jalan akses suaminya untuk masuk lebih dalam lagi. Memberikan sensasi ciuman yang berbeda.


Rayhan semakin mengeratkan pelukannya ketika tangan istrinya melingkar cantik di lehernya. Rayhan melepaskan pagutannya sekian detik untuk mengambil pasokan oksigen sebentar, karena napas istrinya yang sudah mulai tersenggal-senggal.


"S.. sayang." Bisik Asyafa lirih dan parau di telinga Rayhan yang terdengar sek **si dan menggoda.

__ADS_1


"Iya.. cintaku.. sayangku... " Jawab Rayhan parau, yang langsung melahap lagi bibir ranum istrinya itu tanpa ragu. Menyatukan pagutan mereka kembali dengan melakukan foreplay yang lebih lembut dan lincah.


Mereka berganti posisi dengan Asyafa yang sudah duduk di atas paha suaminya, setelah puas bermain di bibirnya, Rayhan kembali melepaskan pagutannya. Dia beralih mencium leher jenjang istrinya yang putih dan mulus.


Suara lenguhan parau Asyafa keluar begitu saja, ketika tangan jahil Rayhan mulai menjalar bergelirya ke seluruh tubuh istrinya. Rayhan tersenyum ketika istrinya menikmati setiap sentuhan yang di berikan olehnya.


"Panggil namaku cinta.. " Bisik Rayhan.


Asyafa semakin meremang, menikmati setiap sentuhan Rayhan.


"Jangan di tahan, cintaku.. sayang." Bisik suara parau dan berat Rayhan yang sudah memabukkan. Dengan gairah di matanya menyorot tajam manik mata istrinya yang sudah berkabut dan pasrah.


Asyafa bergantian yang membuka kancing baju piyama suaminya sekarang, dia membuang ke sembarang arah. Terlihat dada bidang suaminya dan perut yang seperti roti sobek menurutnya. Dia mulai meraba dada Rayhan perlahan-lahan dan menyentuh perutnya yang rata itu dengan bergetar dan wajah yang memerah. Asyafa menyukai bentuk tubuh suaminya.

__ADS_1


"Kenapa cinta? Kamu suka dengan tubuhku?" Tanya Rayhan berbisik lirih dan parau dengan wajah yang sulit untuk diartikan.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2