TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Siska Prayoga


__ADS_3

"Rayhan Darma, benarkah ini kamu? Aku tidak salah mengenali bukan?" Tanya gadis itu, seraya berjalan mendekatinya, untuk memastikan penglihatannya. "Ternyata benar ini memang kamu Ray!" Gadis itu tersenyum, lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sedangkan Rayhan bergeming, masih tidak percaya, dengan gadis yang ada di depan matanya.


"Ray.. kenapa kamu diam saja? Apa ada yang salah dengan diriku?" Tanya gadis itu seraya menarik tangannya kembali.


"Apakah kamu sebenci itu sama aku Ray? Hingga tidak sudi menerima jabatan tanganku." Ucap gadis itu menuduh dengan pikirannya sendiri.


"Aku tidak membencimu, Siska Prayoga!'


Seketika mulut Rayhan mengeluarkan suara, dan Asyafapun terkejut dengan interaksi keduanya dihadapan matanya.


Tiba-tiba Siska langsung masuk kedalam pelukan Rayhan.


"Terima kasih Ray, kalau kamu tidak membenciku." Ucap gadis itu lirih dan sedikit berkaca-kaca.


Rayhanpun tersadar ketika dia berpelukan, langsung saja dia melepaskan pelukannya pelan.


"Kenapa Ray? Kenapa kamu melepaskan pelukanku?" Tanya gadis itu penuh kecewa.


"Maaf Siska, ini di Indonesia bukan di Belanda. Tidak enak dilihat orang banyak." Sergah Rayhan mencari alasan, seraya tersenyum canggung. Lalu gadis itupun tertawa lepas, tanpa menyadari ada gadis lain di samping kanannya.


"Ee... hem... ! " Asyafa melototi calon suaminya itu sebal.


"Oh...maaf sayang!" Ucapan maaf yang dilontarkan Rayhan untuk calon istrinya itu, membuat Siska menengok kesamping sebelah kanannya. Dan dia mulai bertrafeling, mendengar Rayhan menyebut sayang kepada gadis itu.


"Siapa dia Ray? Kenapa memanggil sayang?" Tanya Siska penuh selidik, bahwasanya selama dia di Belanda, tidak pernah ada wanita Indonesia, yang dekat dengan Rayhan selain dirinya.


Langsung saja Rayhan memperkenalkan calon istrinya itu. "Sis...ini calon istriku, namanya Asyafa Dorman." Ucap Rayhan nampak canggung, dengan keadaan situasi ini. seketika, Siska terkejut dengan apa yang barusan dia dengar.


"Apa.. ini calon istrimu Ray?" tanya Siska tak percaya seraya membulatkan bola matanya tajam. sedang Rayhan mengangguk membenarkan.

__ADS_1


"Perkenalkan Kak, nama saya Asyafa Dorman." Ucap Asyafa seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, namun diterima Siska yang nampak ragu.


"Nama saya Siska Prayoga." Jawabnya singkat seraya tersenyum lebar. Rayhan nampak senang di hadapan mereka, yang nampak baik-baik saja. sedang hati kedua wanita di hadapannya tidak baik-baik saja.


"Maaf yah ladis, saya ke toilet dahulu, hendak membersihkan baju yang terkena noda ini." Pamit Rayhan seraya berjalan gontai ke arah toilet, dengan perasaan gusar karena dia tidak menyangka bisa bertemu lagi, dengan gadis yang dulu mengisi hari-harinya di Belanda. Lalu di anggukkan oleh kedua gadis itu.


Kedua gadis itu terdiam (hening), nampak asik dengan pikiran masing-masing, seketika, suara Pelayan Restotan itu membuyarkan pikiran mereka. Lantas merekapun menyingkir.


"Mba maaf yach, mejanya saya bersihkan dahulu." Ucapnya seraya mengelap meja, yang terkena kuah makanan itu.


"Terima kasih, silahkan mba duduk kembali." Keduanyapun mengiyakan ucapan pelayan itu.


"Saya, permisi dulu yah Sya, hendak ke toilet panggilan alam. tadi saya itu terburu-buru, tanpa disengaja sudah menyenggol Mba Pelayan, tahunya terkena Rayhan sahabat saya di Belanda. Saya enggak nyangka bisa bertemu lagi disini." Jelas Siska panjang lebar dan wajahnya seketika berbinar."


"Iya.. Kak" Jawab Asyafa singkat tanpa ekspresi.


Siska pun berjalan gontai menuju toilet, dia langsung masuk saja begitu sampai di depan toilet. Melakukan aktifitas buang hajat, dan sedikit membenahi riasan wajahnya. Di rasa sudah selesai dia berguman di depan cermin, seraya berkata "Perfect." lalu dia tersenyum masam, teringat akan Rayhan tadi, dan hatinya terasa sakit, mengingat memperkenalkan gadis itu calon istrinya.


"Hai...ray! kamu sudah selesai, apakah bisa hilang noda di pakaianmu itu? kalau tidak hilang biar aku yang bawa ke laundry dekat sini." siska bertanya dan memberikan tawaran seraya mengechek kondisi pakaian rayhan yang terkena noda. seketika rayhan mulai risih dengan sikap siska itu.


"Tidak siska....don't touch me!' bentak rayhan. "ni sudah saya bersihkan, dan walaupun noda masih ada, nanti pulang saya cuci sendiri. terima kasih untuk tawaranmu." rayhanpun berlalu pergi, meninggalkan siska yang diam tak percaya, rayhan semarah itu.


Sekembalinya rayhan di tempat duduknya, dia hanya menyapa asyafa sekejap, lalu menikmati makan siangnya yang tertunda. asyafapun terdiam dengan pikirannya sendiri. siska menemui mereka kembali, tetapi suasana sedikit canggung terlihat. dan akhirnya dia memulai membuka suara.


'Hallo... bolehkah saya ikut kalian bergabung?" tanya siska yang langsung mendaratkan bokongnya duduk disamping asyafa. mereka hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Terima kasih." ucap siska seraya membuka layar ponselnya. "kalian nikmati saja makanannya, tidak usah sungkan, saya tidak keberatan ko!' celoteh siska. "sejak kapan kamu pindah ke Indonesia ray?" tanya siska manja, menatapnya penuh kelembutan.


"Sejak 3 minggu yang lalu." jawab rayhan tanpa menolehnya, seraya mencoba sibuk dengan kepiting saus tiramnya itu.

__ADS_1


"Sepertinya kepiting itu, lebih penting dari pada diriku ray?" sindir siska, yang membuat rayhan menghentikan kegiatannya itu. seketika asyafa juga menghentikan aktifitas makannya. " kenapa ray? kamu masih benci kepadaku dan tidak mau menganggapku kawan hah?" tanya siska penuh dengan amarah, menatap rayhan tak berkedip.


"Ray kenapa kamu diam saja?" tanya siska."aku hanya ingin berkawan saat ini denganmu, aku sudah menikah dengan laki - laki pilihan orang tuaku, aku tidak bisa menolaknya karena mama sedang sakit, dan papa ingin aku secepatnya menikah setelah lulus sarjanahku waktu itu." ucap siska menjelaskan situasi dahulu yang terjadi. "maafkan aku yang terlambat memberitahukan masalah ini kepadamu ray." sesal siska dengan mata berkaca - kaca.


Deg....


Rayhan tak bergeming dengan penuturan siska, yang dia tahu dulu siska meninggalkannya begitu saja, tanpa pesan dan penjelasan, yang membuat hatinya begitu hancur saat itu. dan sekarang dengan gamblangnya siska mengatakan apa yang terjadi kepadanya, dan begitu mudahnya dia untuk meminta maaf.


Lain hal dengan rayhan, justru asyafa heran dengan sikap rayhan, yang sedari tadi banyak diam dan lebih muram terlihat di wajahnya. pikiran asyafa bertrafeling, menyelami hati seorang rayhan darma calon suaminya itu. asyafa hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia ragu dan mengurungkan niatnya.


"Kapan kalian menikah?" tanya siska meluncur begitu saja, seketika rayhan terbatuk. uhuk...uhuk....uhuk. sedang asyafa hanya berdhem, eehem.....! "nanti jangan lupa undang aku yach ray!" pinta siska seraya tersenyum lebar.


"Iya nanti undangannya ditunggu saja!" ucap rayhan seraya mengerutkan keningnya ragu. sedangkan asyafa masih bingung dengan rayhan, yang sikapnya tidak seperti biasanya.


"Okay... aku minta nomor ponselmu Ray! yang dulu sudah tidak aktif, bukan?" Ucap Siska seraya menyodorkan ponselnya, untuk mengetikan nomor ponsel Rayhan.


"Untuk apa kamu minta nomor ponselku sis?" pertanyaan rayhan aneh, seraya mendorong ponsel siska dari hadapannya.


"Untuk berkawan baik dan bersilahturahmi bukan, nanti kalau kamu menikah, lebih gampang mengundangku lewat ponsel bukan?" Tanya Siska, seraya mendorong kembali ponselnya dihadapan Rayhan. seketika Rayhanpun mengetikan nomornya di ponsel Siska.


Asyafa menatap bingung, dengan sikap Rayhan dan Siska. "Apa mungkin mereka sepasang kekasih ketika di Belanda?" Pertanyaan itu terlintas di benaknya, lagi-lagi dia urungkan niatnya untuk bertanya.


Siska merasa senang, karena dia bisa menghubungi Rayhan kapan saja dia mau, setelah mendapatkan nomor ponsel Rayhan. "Aku save yah Ray!" Ucap Siska meminta izin.


"Sekarang aku miscall kamu yah, drt.... drt.... sudah masuk 'kan? Tolong di save yach Ray nomorku."


Seketika Asyafa merasa tidak suka, dengan sikap Siska yang sangat agresif.....


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2