TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Bonus Spesial


__ADS_3

WARNING 21+


Harap bijak dalam membaca.


Sangat pagi sekali Asyafa sudah terjaga, di lihatnya jam dinding yang menunjukkan pukul 3 pagi. Sekilas dia merasakan pergerakan suaminya yang mulai terusik, karena Asyafa hendak menggeser tangan suaminya yang masih bertengker di atas tubuhnya.


"Cinta, kamu mau kemana?" Tanya Rayhan sayup terdengar, masih dengan mode tidur tanpa membuka matanya, masih enggan melepaskan tangannya dari tubuh istrinya.


"Mau mandi sayang, bukankah kita akan berangkat pukul 4 pagi nanti?" Ucap Asyafa, seraya bertanya.


Mendengar perihal itu, seketika Rayhan langsung membuka matanya lebar-lebar, di liriknya jam dinding yang menunjukan pukul 3 pagi.


"Masih sangat pagi cinta, sebentar lagi biarkan Kakak memeluk kamu dulu sebentar." Kilahnya masih enggan melepaskan pelukannya, seraya menghujani wajah istrinya dengan ciuman manja.


"Sayang, sudah donk! Nakal banget ini baby big aku, hi.. hi.. hi.. " Ucap Asyafa kesal, dengan ulah suaminya yang menghujani ciuman di wajahnya. Namun dia merasa bahagia, hingga tidak bisa menahan tawanya.


"Morning kiss, cinta." Rayu Rayhan dengan mode imutnya.


"Heem..." Asyafa pasrah saja dengan kemauan suaminya itu.


"Kita ke rumah Mama dulu, atau langsung ke Bandara sayang?" Tanya Asyafa, seraya menahan tangan Rayhan yang sudah menjalar nakal di tubuhnya.


"Langsung ke Bandara saja, kita ketemuan di sana, cinta. Pukul 5.30 saja, kita dari rumah berangkatnya." Jawab Rayhan, masih dengan menggerakan tangannya nakal, meski istrinya sudah menahan. Rayhan tidak mau berhenti, meremas aset kembar istrinya itu dengan penuh kelembutan.


"Kakak sayang... berhenti iich, aku mau mandi dulu, nanti kalau telat bagaimana? Waktu itu terasa cepat berjalan, ayo lepaskan tangan Kakak." Omel Asyafa, kesal dengan suami bucinnya.

__ADS_1


"Oowwh... masih ngantuk, masih kangen, semalam bonusnya belum puas." Bantah Rayhan, masih belum mau melepaskan pelukkannya.


"Nanti di kasih bonus spesial, kalau sudah sampai di Belanda." Bisik Asyafa di telinga suaminya, namun masih tidak berhasil.


"Kelamaan, maunya sekarang." Tolak Rayhan, merengek seperti anak kecil minta di belikan mainan.


"Aiish.. Kakak, kenapa jadi mesum banget sih semenjak menikah?" Tanya Asyafa, seraya menggelengkan kepalanya heran.


"Habis kamu itu gemesin, ngangenin, bikin candu, lucu... walau sedikit galak. He.. he.. he.." Ucap Rayhan jujur, seraya mencubit gemas kedua pipi istrinya.


"Aduh.. sakit Kak." Pekik Asyafa mengaduh manja.


"Masa iya cinta, begitu saja sakit!" Seru Rayhan tidak percaya, karena dia mencubit pipi istrinya penuh dengan kelembutan dan kasih sayang.


"Hi.. hi.. hi.. tapi bohong." Tawa Asyafa puas, seraya berdiri hendak ke kamar mandi.


"Aku mau mandi, sayang. Coba lihat jam sudah pukul 3.30 pagi, kalau begini terus ujung-ujungnya kita engga mandi nanti." Ucap Asyafa, seraya mencoba melepaskan lengannya dari cengkraman suaminya itu.


"Iya.. mandi bareng saja yah, boleh?" Tanya Rayhan, tanpa menunggu jawaban istrinya langsung mengangkatnya dengan gaya bridge style masuk ke kamar mandi.


"Kakak kebiasaan iich, turunin dong... belum aku jawab sudah langsung angkat aku gini. Aku engga mau mandi bareng, nanti Kakak minta yang lain-lain." Omel Asyafa kesal, dengan tindakan suaminya tanpa menunggu jawaban darinya.


"He.. he.. he.. kalau kamu ngomel terus nanti Kakak bungkam dengan ciuman, cinta." Ucap Rayhan menggoda, seraya terkekeh lalu tersenyum menyeringai kearah istrinya.


Sontak saja Asyafa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Asyafa tidak kuat melihat senyuman menyeringai suaminya, yang seakan-akan ingin langsung melahapnya dengan buas.

__ADS_1


"Kenapa, cinta? Kamu takut, bukan? Kamu harus terbiasa, mendapatkan perlakuan Kakak yang seperti ini. He.. he.. he.." Ujar Rayhan terkekeh mendapati istrinya yang malu-malu menggemaskan.


Asyafa langsung merona merah wajahnya, dengan ucapan suaminya yang membuat hatinya meleleh, jantungnya berdegup kencang, dan darahnya yang selalu berdesir, disaat-saat suaminya memperlakukan dirinya dengan istimewa.


Rayhan menurunkan istrinya di bawah aliran air shower, air itu terasa hangat dengan water heater.


"Mmmpepppp..."


Rayhan langsung men *cumbu istrinya dengan lembut, menarik tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya. Saling bertukar saliva, mereka tarik menarik lidahnya membelit indah di dalam rongga mulutnya.


Tubuh Asyafa mere* mang, menikmati setiap sentuhan suaminya dengan lengu* han dan desah *an indah yang keluar dari bibir ranumnya.


Rayhan semakin bergairah, mendengar desa* han indah yang keluar dari bibir ranum istrinya, baginya bagaikan syair merdu milik sang penyair.


Perlahan-lahan Rayhan mulai membuka bajunya sendiri, nampak dada bidang dan perut sixpacknya yang membuat istrinya semakin tergoda oleh ketampanan suaminya, yang benar-benar bak pangeran di negeri dongeng. Melihat reaksi istrinya yang seperti malu-malu, Rayhan semakin gemas melihatnya.


Penyatuan mereka pun akhirnya berjalan dengan penuh kenikmatan yang tiada tara.


"Terima kasih, cinta.. I Love You so much." Ucap Rayhan seraya menghujani wajah istrinya dengan ciuman mesra, di kening, mata, hidung, pipi dan bibir istrinya.


"Sama-sama, sayang... I Love You too." Ucap Asyafa tersenyum mesra.


Happy Reading


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........


__ADS_2