
Setelah dinyatakan lulus Rayhan ingin mentraktir Asyafa, maka mereka merayakan kelulusannya makan berdua di sebuah Restoran yang lumayan mewah. Restoran yang menyajikan makanan steak daging sapi panggang, lobster, kepiting, ikan salmon semua serba sea food dan dessert mewah chocolate ice cream sundae.
Lalu mereka menikmati momen berdua dengan santai, terlihat Rayhan sangat bahagia bisa di temani Asyafa seperti momen ini. Namun Asyafa nampak sedikit tidak enak hati.
"Apakah kakak tidak memberitahu kedua orangtua kakak? Kalau kakak sudah lulus! Mengapa kita hanya merayakan berdua? Tidak bersama mereka?" Tanya Asyafa heran.
"Kakak sengaja tidak mengundang mereka, karena ini hadiah dari kakak Spesial untuk kamu sebelum menjelang pernikahan kita." Ujar Rayhan senang.
"Oh... ya sudah kalau seperti itu! Ucap nya ragu.
"Tampaknya kamu kurang begitu suka dengan hadiah dari kakak, atau jangan-jangan minta hadiah lebih? Ledek Rayhan mengerlingkan matanya.
"Aiish.. Kakak genit banget! Engga lah, ini lebih dari cukup buat aku."
"Benarkah itu sayang? Kamu yakin... tidak ingin hadiah lebih dari kakak!" Rayhan mengerling nakal.
"Untuk saat ini... tidak Kak! Ini sudah lebih dari cukup."
Jawaban Asyafa kikuk.
"Baiklah kalau begitu! Ayo kita lanjutkan menikmati makanannya." Ajak Rayhan.
Setelah mereka selesai merampungkan makanannya di Restoran mewah itu, akhirnya Rayhan mengantarkan Asyafa pulang ke rumahnya. Karena hari ini Asyafa berangkat diantar oleh supir pribadinya. Jadi pulangnya di antar Rayhan.
Rayhan meninggalkan restoran bersama Asyafa, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan. Tidak Butuh waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di kediaman rumah Asyafa.
Rayhan mampir sebentar, untuk berjumpa dengan Ibu Nurlaila. Namun, Ibu sedang sibuk mengatur dekorasi rumahnya dengan para pekerja dekor untuk besok acara prosesi siraman, dan malamnya acara adat midodareni. Lalu besok lusa, acara akad nikah mereka. Dekorasi yang cantik, dengan tenda berwarna hijau.
Melihat Asyafa dan Rayhan datang, Ibu Nurlaila langsung saja menyapa anaknya dan calon menantunya itu dengan ramah dan nampak senang. Lalu Asyafa mengatakan kepada Ibunya, jika Kak Rayhan baru saja lulus ujian Tesis. Seketika Ibu Nurlaila mengucap. "Syukur Alhamdulillah..."
Lalu diapun mengucapkan." Selamat yah Nak Rayhan atas kelulusannya. Semoga menjadi orang yang sukses dan dapat meraih semua cita-citanya! Aamiin.." Doa tulus dari Ibu Nurlaila.
Rayhan dan Asyafa mengucapkan Amiin bersamaan.
"Nak Rayhan, tadi Mama Jovanka menelepon Ibu, katanya hari ini ada fitting gaun pengantin. Jadi kalian berdua langsung ke butik Mama Jovanka.
"Baik.. Ibu! Rayhan dan Asyafa akan segera kesana sekarang juga." Ujar Rayhan.
"Akhirnya, mereka pun berpamitan untuk meninggalkan kediaman rumah Asyafa, menuju butik Mama Jovanka untuk melakukan fitting gaun pengantin.
__ADS_1
Sesampainya di butik Mama Jovanka, mereka langsung disambut oleh Mama Jovanka dengan pelukan, dan ciuman hangat dipipi kiri dan kanan.
"Ayo sayang, Mama sudah menunggu kalian dari tadi. Sekarang kalian boleh mencoba baju pengantin yang akan dikenakan lusa dihari pernikahan kalian." Ajak Mama Jovanka yang terlihat antusias.
Asyafa tersenyum dan Rayhan tertawa lecil, melihat Mama Jovanka yang begitu semangat sekali dengan persiapan pernikahan mereka.
Mama Jovanka bingung melihat tingkah mereka berdua yang hanya tersenyum dan tertawa.
"Hei... Kenapa kalian hanya tersenyum dan tertawa? Bukannya langsung mencoba pakaian kalian, malah masih berdiri disini saja." Ucap Mama Jovanka kesal.
Akhirnya, Rayhanpun membuka suaranya. "Mom sayang, apakah Mom tidak ingin tahu kabar dari anakmu ini?" Tanya Rayhan memicingkan matanya..
"Kabar apa Son! Mama engga ngerti?" Tanya Mama Jovanka bingung.
"Kabar soal Ujian Tesis Rayhan Mom?" Ujar Rayhan gemas karena Mamanya masih tidak mengerti juga.
"OMG... Mama lupa Son! Terus gimana hasilnya Son? Apakah kamu lulus?" Tanya Mama Jovanka antusias.
"Menurut Mom, Bagaimana kalau wajahku seperti ini?" Tanya Rayhan lagi meledek seraya tersenyum.
"Aiish.. anak ini! Pasti kamu lulus Son! Senangnya hati Mama." Ujar Mama Jovanka senang, seraya memeluk Rayhan sayang.
"Iya.. Mom! He... he..." Rayhan terkekeh.
"Baiklah.. Mom! Aku pasti akan mengundang mereka." Jawab Rayhan mantap.
"Oke... sekarang kalian cepat mencoba baju pengantinnya! Jangan tungu lama lagi." Perintah Mama Jovanka.
"Iya.. Mom! " Jawab Rayhan dan Asyapa kompak, seraya masuk keruang ganti pria dan wanita.
Kemudian, mereka pun mulai mencoba pakaian yang akan di pakai pada hari pernikahannya nanti.
Rayhan tersenyum, ketika bercermin menatap dirinya tampak gagah dengan setelan jas hitam, dan celana hitam yang di padu padan kan dengan kemeja putih polos dari bahan sutera.
Sedangkan Asyafa tampak cantik dan elegant, dengan gaun pengantin berwarna putih, yang menjuntai ke lantai berbentuk mengembang, berbahan sutra berbalut renda motif bunga. Asyafa berdecak kagum memandangi dirinya di depan cermin seraya tersenyum.
Setelah berganti pakaian, akhirnya merekapun keluar dari ruang ganti masing-masing.
Keduanya saling memandangi satu sama lainnya, dan mengagumi apa yang di lihatnya.
__ADS_1
"Kamu sangat cantik sayang!"
" Kamu juga sangat tampan Kak!"
Mama Jovanka terperangah melihat mereka berdua. Hampir tidak percaya, jika anak dan calon menantunya itu sangat cocok dengan pakaian pengantin yang dia pilihkan. " OMG.. " Gumamnya pelan.
"Bagaimana Mom, dengan penampilanku?" Tanya Rayhan, seraya menunjukan pakaian yang dikenakannya.
"Oke... sangat cocok Son!"
"Kalau aku gimana Mama, dengan gaun yang aku kenakan?" Tanya Asyafa, seraya mengibaskan gaun yang menjuntai panjang kelantai itu.
" Oke... kamu juga sangat cocok sayang! Perpect."
Kemudian mereka mencoba baju pengantin yang kedua, dengan baju couple berwarna gold untuk acara resepsi pernikahannya. Semua tersenyum bahagia, pernikahan mereka sudah di depan mata.
Akhirnya, setelah mereka melakukan fitting baju pengantin. Rayhan mengajak Asyafa, untuk berkunjung kerumah kediaman Papa Beni Darma. Karena Mama Jovanka telah mengundang Asyafa, dan juga orang tuanya untuk datang merayakan kelulusan Rayhan untuk gelar S2 nya.
Rayhan menghubungi Ibu Nurlaila untuk datang ke rumah kediaman Papa Beni, merayakan kelulusan gelar S2 Nya.
Lalu, Ibupun menyetujuinya dan menunggu Ayah Bernad pulang dari kantor.
Akhirnya, yang ditunggu Ibu Nurlaila sudah pulang. Ayah Bernad menatap bingung istrinya, yang sudah berdandan rapi dan cantik. Lalu Ibu Nurlaila mengatakan bahwa mereka mendapat undangan dari keluarga besan. Tak butuh waktu lama, Tuan Bernadpun langsung bersih-bersih dan bersiap untuk berangkat.
Semua sudah berkumpul di rumah kediaman Tuan Beni Darma, mereka merayakan kelulusan Rayhan dengan makan malam bersama. Gelak tawa terdengar, dan obrolan ringan menyertai hingga tidak terasa malam sudah larut. Pukul 11 malam akhirnya mereka meninggalkan kediaman Tuan Beni Darma.
*******
"Hallo.. ! Malam Boss.. !! Mengapa malam-malam begini, menghubungi saya?"
"Kamu sudah siapkan anak buah, untuk berpencar kesemuah titik arah yang penting besok malam!"
"Sudah siap... Boss! 86."
"Jangan siap-siap saja! Awas kalau sampai gagal."
"Oke... Boss!"
"Saya tunggu kabar selanjutnya!"
__ADS_1
Happy Reading
--BERSAMBUNG--