
21 +
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Wina baru saja keluar dari kamar mandi, rambutnya yang panjang masih basah. Lalu diapun memakai hairdryer, untuk mengeringkannya.
"Sayang, sini saya bantu." Tawar Yoga tulus, seraya berjalan menghampiri istrinya, yang sedang duduk didepan cermin, hanya mengenakan handuk kimono.
"Boleh, my Sugar Dadie." Ucap Wina tersipu malu, saat mengucapkan kata panggilan sayangnya, dan menatap suaminya lewat pantulan wajahnya dicermin, depan meja riasnya.
"Apa? Saya mau dengar sekali lagi, tadi my Sugar Baby panggil apa?" Ledek Yoga dengan gemas, seraya memeluk istrinya dari belakang punggungnya, yang sedang menatapnya lewat cermin.
"Heeeemmm... lepasin, Om. Katanya mau bantu ngeringin rambut Wina? Tapi kenapa malah peluk-peluk? Nanti kapan keringnya rambut Wina, Om?" Tanya Wina sebal, seraya cemberut dan melipat kedua tangan didepan dadanya.
"He.. he.. he.. iya lupa sayang, saking senangnya kamu tadi panggil saya nama itu.." Yoga terkekeh melihat dari cermin istrinya yang ngambek, gara-gara dipeluk dan melupakan rambutnya yang masih basah.
Kemudian, Yogapun melanjutkan kegiatan mengeringkan rambut istrinya itu, dengan sabar dan telaten.
"Bagaimana? Pintar 'kan saya?" Tanya Yoga setelah selesai mengeringkan rambut istrinya, seraya mematikan alat hairdryernya.
Wina tersenyum lalu membalikkan badannya, diapun berdiri langsung memeluk suaminya. "Om sayang, biarkan aku panggil Om sayang saja, Itu nama panggilan kesayangan Wina." Ucap Wina serius, dengan kata-katanya.
"Heeemm.. ya sudah terserah maunya my Sugar Baby saja, kalau begitu." Ucap Yoga menurut, seraya memeluk istrinya erat, dan menghirup wangi tubuhnya yang beraroma sabuh lemon, dan rambutnya yang tercium wangi shampo.
"Terima kasih Om sayang, rambut Wina sudah kering dan halus. Om pintar banget ternyata, aku sampai kagum tadi lihatnya." Ucap Wina memuji suaminya, yang begitu telaten tadi menyisir dan mengeringkan rambutnya.
"Sama-sama, sayang." Ucap Yoga saat mengurai pelukkan istrinya, lalu mengecup puncak rambutnya lembut.
__ADS_1
"Om, sayang." Panggil Wina lembut.
"Heeem.." Yoga hanya bergumam pelan.
"Wina mau pakai baju, tapi Om tutup mata dulu yah." Ucap Wina serius, seraya mengambil baju tidurnya di dalam lemari.
Sontak saja Yoga, yang mendengar itupun langsung tertawa lepas.
"Ha.. ha.. ha..."
"Apa sih, Om? Malah ketawa lagi? Seriusan iich, Wina mau ganti baju dulu. Ini Wina masih belum pakai apa-apa, hanya pakai handuk saja Om." Ujar Wina sebal saat suaminya malah menertawakan dirinya saat ingin memakai bajunya.
"Wina sayang, kita itu sudah menikah, kamu mau ganti baju di depan Om, sudah tidak jadi masalah. Bahkan kamu telanjang didepan Ompun, kamu sudah halal bagi Om, sudah tidak dosa lagi." Ujar Yoga dengan gamblang, seraya memeluk istrinya mesra, dari belakang punggungnya.
"I.. iya Om sayang, tapi Wina masih malu, Wina belum terbiasa, kalau harus ganti baju didepan orang lain." Ucap Wina jujur dengan polosnya, seraya membalikkan tubuhnya menghadap wajah suaminya, yang sudah terlihat sayu dimatanya.
Yoga hanya menggelengkan kepalanya lemah, lalu dia meraih tangan istrinya cepat, dan menempelkan kening mereka intens. Yoga berbisik lembut, ditelinga istrinya. "Katanya ingin balas ciuman Om, saat Om sakit demam waktu itu? Sekarang sudah boleh, kalau mau balas?"
"Deg.." Jantung Wina langsung berdebar-debar, saat sapuan bibir suaminya yang terdengar merdu ditelinganya.
"Aissh.. Om, masih ingat saja." Decak Wina, menutupi rasa jantungnya yang sedang dag dig dug.
"Kalau kamu tidak mau membalas, apa boleh Om yang mencium kamu saja?" Tanya Yoga penuh dengan gairah, karena napsunya yang sudah tidak tertahan lagi.
"Emang Om, su... mmmppptttt." Ucap Wina sudah terhenti, saat Yoga sudah menarik tengkuk istrinya, dan membungkam bibir mungilnya, dengan ciuman pembuka yang begitu lembut dan menuntun.
Wina yang baru merasakan ciuman keduanya saat ini, sudah bisa mengimbangi permainan suaminya yang cukup lihai, dalam memainkan lidah didalam rongga mulut miliknya.
__ADS_1
Dengan lembut dan menuntun Wina, Yoga sangat telaten, mengajarkan cara ciuman yang baik, bagi pemula seperti istrinya, sebagai pembuka pemanasan mereka.
Yoga melepaskan pangutannya sesaat, untuk mengambil oksigen yang hampir habis, karena istrinya sudah terengah-engah untuk mengimbangi ciuman panas mereka.
"Haaah..." Wina mengambil napas dalam dan langsung melepaskannya pelan-pelan.
Yoga langsung menarik tengkuknya kembali, untuk serangan yang kedua. Ciumannya kali ini lebih panas dari sebelumnya, karena Wina sudah mulai membalas ciuman suaminya.
"Sayang, kamu sudah pintar sekarang." Bisik Yoga ditelinga istrinya.
"Heeem.." Hanya gumaman pelan dari bibir Wina, karena dirinya sudah melayang, merasakan sentuhan dari suaminya, yang begitu lembut
Wajah istrinya sudah bersemu merah, seperti strawberry.
Yoga mengangkat istrinya ala bridal style, kemudian tubuh polos istrinya di turunkan dengan perlahan dikasur bigsizenya.
"Sayang, boleh yah?"
Wina hanya mengangguk kecil, seraya menggigit bibir bawahnya malu.
"Panggil namaku, Sayang." Bisik Yoga lembut ditelinganya.
"Omm.. aku ingin pipis," Ucap Wina
"Keluarkan saja sayang, jangan ditahan."
--BERSAMBUNG--
__ADS_1
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih...