TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Kebencian Mama Merry


__ADS_3

Mama Merry pingsan, lalu di bawa ke ruang UGD untuk di berikan penanganan medis. Kemudian Dokter melakukan pemeriksaan, dan ternyata Mama Merry hanya mengalami shok berat, di saat mendengar bahwa suaminya telah meninggal.


"Mom... Mom, sudah sadar?" Tanya Charles, yang melihat Mamanya mulai membuka matanya perlahan.


"Sayang, Mengapa Mama ada di sini? Yang lain ada di mana? Papa Thomas, apa benar sudah t.. tiada?" Tanya Mama Merry dengan suara bergetar.


"Iya.. Mom, Papa sudah tiada." Jawab Charles, seraya menatap mata Mama Merry nanar.


"Lalu Bernad dan istrinya dimana?" Tanya Mama Merry mencari keberadaan mereka.


"Mereka kembali pulang ke rumah Mom, untuk mengurus pemakaman Papa, agar Papa tenang di alam kubur sana. Karena kematiannya yang mendadak, yang di sebabkan oleh Adik." Jawab Charles seraya memfitnah Adik kandungnya sendiri.


"Kamu jangan asal bicara, memangnya kamu punya bukti, kalau adikmu yang melakukan itu semua?" Tanya Mama Merry gamang.


"Memang seperti itu kenyataannya Mom, Papa terakhir di ruang kerjanya bersama dengan Adik, seketika itu juga Papa terkena serangan jantung lalu meninggal." Jawab Charles seraya bersandiwara dengan membuat cerita bohong.


"Kalau memang adikmu yang melakukan itu, atas dasar apa dia melakukannya?" Tanya Mama Merry yang masih belum percaya dengan tuduhan Charles.


"Atas dasar keserakahan dan jabatan Mom, mungkin Adik seperti itu atas permintaan istrinya. Mom tahu sendiri bukan, jika istrinya Adik itu pembawa sial. Bukankah waktu mereka menikah, kita tidak ada yang setuju dengan keputusan yang diambil Adik, Mom?" Tuduh Charles seraya memfitnah Adiknya dengan keji, karena Charles merasa iri jika Papa dan Mamanya lebih sayang kepada Adiknya.


Bahwasanya, Papa Thomas lebih sayang dengan Bernad sedari kecil. Bernad yang jujur, pintar dan bisa di andalkan di banding dengan Charles yang malas, suka berbohong dan suka berfoya-foya dengan wanita dan mabuk-mabukan. Maka dari itu Papa Thomas tidak bisa menerima, jika ada yang menjatuhkan anak kesayangannya itu.


"Memang, ada benarnya juga ucapanmu sayang, bisa jadi ini semua karena ulah istrinya. Lebih baik Mama meminta Bernad untuk bercerai dengan istrinya itu, agar tidak ada lagi korban berikutnya." Pungkas Mama Merry dengan hati yang membakar amarah.


Charles tersenyum puas, karena sandiwaranya berhasil untuk menjatuhkan Bernad. Meski dengan cara keji atau fitnah, yang penting misi dan tujuan yang dia inginkan tercapai.


"Sudahlah Mom, istirahatlah!" Seru Charles meminta dengan lembut.


"Tqpi Mama ingin pulang sekarang juga, Mama ingin melihat Papa untuk terakhir kali." Ucap Mama Merry yakin.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku urus administrasinya dahulu." Jawab Charles, seraya berjalan ke arah kasir, untuk melakukan pembayaran.


*******


Di kediaman Papa Thomas, semua keluarga besar sudah berkumpul untuk melakukan prosesi pemakaman untuk Papa Thomas. Para tetangga, kolega bisnis Papa Thomas, para karyawan Perusahaan Papa Thomas dan para pesaing bisnis Papa Thomas sekalipun berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga yang di tinggalkan.


"Kami mewakili para kolega bisnis Tuan Thomas, turut berbela sungkawa atas kepergiannya, semoga semua kebaikan yang di lakukan selama hidupnya diterima di sisinya." Ucap dari salah seorang kolega bisnis Papa Thomas, yang sangat setia.


"Terima kasih banyak saya ucapkan, untuk kedatangan para kolega bisnis Papa Thomas semuanya, dan ucapan bella sungkawanya untuk kami." Ucap Bernad mewakili dari Mama Merry, karena beliau sedang berada di Rumah Sakit saat ini.


Begitu pula dengan para karyawan Perusahaan, dan para pesaing bisnis bergantian mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Papa Thomas.


Setelah melakukan kebaktian, untuk melepas Papa Thomas ke tempat peristirahatan terakhirnya yang di lakukan oleh para Jama'at Gereja Pentakosta, Mama Merry dan Charles baru saja tiba di kediaman Papa Thomas. Mama Merry langsung berjalan menghampiri peti yang berisi jasad suaminya itu dengan mata sembab dan penuh air mata kesedihan.


"Papa sayang, mengapa secepat ini kau meninggalkanku? Hik.. hik.. hik.." Ucap Mama Merry lirih, dengan menahan isak tangisnya yang mulai membanjiri seluruh pipinya. Bahwasanya, seorang wanita mana yang kuat untuk tidak menangis dan terpuruk, di saat di tinggal oleh suaminya untuk selama-lamanya.


"Lepaskan... ! Mama tidak sudi di sentuh oleh tangan kotormu itu." Maki Mama Merry marah, seraya menepis kasar tangan Bernad yang sudah menyentuh lengannya.


Bernad terkejut dengan apa yang di dengar dari mulut Mamanya, yang selama ini dia kenal baik dan sayang kepadanya.


"Apa yang sudah membuat Mamanya seperti ini? Apa mungkin Mama berpikir, kalau Papa meninggal karena aku?" Bathin Bernad bertanya-tanya.


"Mom, apa yang kau katakan?" Tanya Bernad, yang heran dengan sikap Mamanya yang tiba-tiba membencinya.


Mama Merry tidak menjawab pertanyaan Bernad, dia terus duduk bersimpuh di lantai. Banyak pasang mata yang melihat ke arah Mama Merry dengan tatapan iba, sedih dan haru.


Charles tersenyum iblis, ketika melihat Mama Merry menepis tangan Bernad dan berkata kasar kepadanya. Hatinya bersorak gembira karena rencananya berhasil saat ini. Lantas dia berjalan menghampiri Mama Merry.


"Ayo Mom, bangunlah." Ucap Charles dengan ekspresi sedih yang di buat-buat.

__ADS_1


Charles lantas merangkul Mama Merry yang sudah bersimpuh di lantai, dengan mengajaknya duduk di kursi. Mama Merry tidak menolak ajakan Charles, bahkan Mama Merry begitu hangat menyambut uluran tangan Charles dengan lembut.


Bernad bergeming, dengan sikap Charles yang begitu perhatian kepada Mama Merry. Bahwasanya selama ini yang Bernad tahu, Charles bersikap masa bodo, arogant dan pembangkang terhadap Mama dan Papanya. Meski Charles sifatnya berbanding terbalik dengan Bernad, namun Mama, dan Papa, juga Bernad, masih tetap menyayangi Charles dengan baik.


Akhirnya, prosesi pemakaman untuk Papa Thomas dilaksanakan dengan khidmat dan damai. Para Pelayat dan Jama'ah Gereja, satu persatu meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Papa Thomas.


Keluarga Bernad dan keluarga Charles, masih setia menunggu Mama Merry yang masih betah berlama-lama, duduk di pusaran mendiang suaminya. Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya Mama Merry jatuh pingsan akibat kelelahan dan hatinya yang rapuh.


"Mom... " Panggil Bernad yang akan mengangkat tubuh Mama Merry, namun di tepis oleh Charles.


"Lepaskan, biar Kakak saja yang mengangkat Mama." Ucap Charles dengan nada sinis dan angkuh.


Bernad tidak bisa berkata apa-apa lagi, istrinya Nurlaila menenangkan Bernad dengan mengusap punggungnya lembut.


"Bersabarlah, sayang." Ucap Nurlaila penuh dengan kelembutan, seraya menggenggam tangan suaminya erat.


Kemudian Charles membawa Mama Merry ke dalam mobil miliknya, dengan di bantu oleh istri dan anaknya untuk menemaninya ke Rumah sakit terdekat. Bernad beserta istri dan anaknya juga ikut menemani mereka ke Rumah Sakit dengan menggunakan mobil miliknya.


Ketika beberapa saat setelah Mama Merry tersadar dari pingsannya, Bernad ingin mencoba berbicara dan mendekatinya. Namun keinginannya terhenti, ketika Mama Merry berteriak histeris di saat melihat Bernad.


"Pergi.. pergi kau anak durhaka." Teriak Mama memekik keras.


"Mom... !" Panggil Bernad lirih.


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........

__ADS_1


__ADS_2