
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Operasi Damar sedang berlangsung beberapa menit yang lalu, Mama Ningsih sudah kembali sadar dari pingsannya. Mereka menunggu didepan ruang operasi, dengan perasaan penuh harap dan cemas.
Alya dan Mama Mentari pergi ke Musholah Rumah Sakit, untuk menunaikan kewajibanya sholat magrib 3 raka'at, setelah itu mereka memanjatkan Doa kebaikan dan kesembuham untuk Damar.
Alya berdoa dengan sangat khusyuk, dengan penuh derai air mata, meminta kesembuhan atas calon suaminya itu, kepada Sang Khaliq. Alya memanjatkan doa-doa kebaikan, dengan memohon ampunan atas dosa-dosa calon suaminya, dan dosa-dosa dirinya yang khilaf dimasa lalu, dengan derai air mata.
..."Doa Khusyuk Alya"...
..."Ya Allah, ampunilah dosa-dasa saya, dosa-dosa kedua orang tua saya, dosa calon mertua saya, dosa-dosa masa lalu saya, dan dosa-dosa calon suami saya. Baik yang disengaja, maupun yang tidak disengaja. Ya Allah, saya mohon sembuhkanlah calon suami saya, mudahkanlah dan lancarkanlah proses operasinya, dan kembalikanlah kesehatannya. Aamiin ya roball alamin."...
Mama Ningsih dan Siska bergantian sholat, dengan Mama Mentari dan Alya. Begitu juga para Pria melaksanakan sholat menunaikan kewajibannya. Merekapun berdoa dengan penuh khusyuk, untuk kesembuhan Damar.
Sekembalinya mereka setelah menunaikan sholat magrib, operasi masih belum selesai. Mereka hanya bisa menunggu, dan berdoa juga pasrah kepada Sang Khaliq. Air mata terus saja membanjiri pipi mereka.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya lampu diruangan operasipun mulai dipadamkan, para team Dokter telah selesai melakukan operasi untuk Damar. Kemudian mereka para team Dokter, membawa kembali Damar keruang ICU. Tanpa berbicara sepatah katapun, Dokter melewati semua orang yang menunggu di depan ruang operasi.
Papa Ardi dan Mama Ningsihpun hanya bisa pasrah, karena pertanyaan yang mereka lontarkan tidak ada yang dijawab oleh Dokter sama sekalih. Para Dokter hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya mereka.
Semua orang bertanya-tanya mengapa para Dokter bersikap demikian, "Apakah operasinya gagal atau terjadi sesuatu? Semua masih abu-abu."
Akhirnya mereka mengikuti Para team Dokter sampai ke ruang ICU, mereka melihat Damar dipakaikan alat-alat medis kembali, seperti sedia kala sebelum operasi.
Air mata tidak henti-hentinya membasahi pipi mereka, sungguh ini merupakan ujian terberat bagi kedua keluarga besar itu. Siska selalu menenangkan Mama Ningsih, agar terus kuat menerima cobaan yang sedang diberikan. Begitupun dengan Mama Mentari memberikan semangat untuk Alya untuk bersabar.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Dokter yang menangani operasi Damarpun keluar menemui mereka. Dengan wajah penuh harap, mendapatkan kabar baik dari sang Dokterpun terlihat jelas. Dokter menarik napas kuat dan menghembuskannya dengan pelan "Haaaaah.."
"Maaf Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, saya baru bisa menyampaikan hasil dari operasi Pasien sekarang. Pasien Damar bisa melewati operasi dengan lancar dan baik, namun dia pasca operasi mengalami koma. Saya tidak tahu sampai kapan, pasien akan kembali kesadarannya. Karena kasus ini sangat jarang terjadi, saya berharap hanya kekuatan doalah yang bisa mengembalikan kesadaran Pasien." Ujar Dokter itu panjang lebar.
Seketika suasana mendadak hening, saat Dokter mengatakan perihal tersebut. Seakan tidak percaya, apa yang sudah disampaikan oleh Dokter itu.
"Terima kasih Dokter atas bantuannya dan informasinya." Ucap Papa Ardi tulus, lalu dianggukkan oleh yang lainnya.
"Sama-sama Tuan dan Nyonya, kami Team Dokter sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk Pasien, namun semua kembali lagi kepada Sang Khaliq, semoga ada keajaiban untuk Pasien." Kata Dokter itu jujur, seraya tersenyum canggung.
Merekapun bisa menerima apa yang sudah diusahakan oleh team Dokter. Dengan penuh harap masih ada setitik celah, untuk Damar kembali sadar dari komanya.
"Saya permisi dulu, jika ada perkembangan selanjutnya, saya akan sampaikan kepada pihak keluarga secepatnya." Kata Dokter itu meminta izin.
"Iya Dokter, kami akan sangat menanti perkembangan baik anak kami." Ucap Papa Ardi penuh harap.
Setelah semua masuk untuk melihat Damar, sekarang giliran Alya yang terakhir masuk untuk menghampirinya. Perlahan dengan langkah berat, Alya mendekati Damar yang terbaring lemah dipenuhi alat medis yang begitu menyayat hati Alya.
Derai air mata Alya semakin deras membanjiri pipinya, saat jari tangannya menyentuh jari tangan calon suaminya itu. Bibir Alya bergetar saat ingin mengucapkan kata-kata untuk Damar.
"H.. hubby.. calon imamku, s.. seharusnya malam ini kamu datang melamarku? Mengapa kamu malah disini h.. hubby? Sampai kapan kamu akan terbaring disini.. hikkz.. hikkz.. hikkz.. katanya kamu merindukanku? Katanya kamu selalu ingin dekat denganku? Katanya kamu ingin menikahiku? Mana janjimu Bie? Hikkz.. hikkz.." Ucap Alya gugup dan bergetar dengan tangisnya yang semakin pecah, seraya menggenggam erat jari tangan Damar.
[Autor ikut merasakan kesedihan mereka guysðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜]
*******
__ADS_1
Tiga bulan sudah Damar masih terbaring lemah diruang ICU, masih belum ada tanda-tanda kesadaran dirinya. Papa Ardi masih tetap menggelontorkan biaya yang cukup banyak, untuk alat-alat medis yang menunjang kehidupan Damar selama tiga bulan terakhir ini.
Segala cara di lakukan oleh Keluarga, untuk berdoa dan berusaha, mengajak Damar berbicara. Tidak ada kata menyerah bagi Papa Ardi dan keluarganya, karena soal biaya berapapun mereka tidak jadi persoalan. Mereka masih berharap ada keajaiban untuk Damar bangun dari komanya.
Alya dan juga keluarganya tidak jauh berbeda dengan Papa Ardi, merekapun selalu menjenguk hampir setiap hari ke Rumah Sakit. Alya selalu mengajak berbicara Damar, menceritakan tentang acara Wisudanya yang sudah selesai dan dia sudah masuk kuliah S2nya di tempat Universitas yang diimpikannya. Asyafapun kadang ikut menjenguk, bersama Rayhan suaminya.
Banyak hal yang dia ceritakan kepada Damar, setiap hari dia berusaha untuk menyempatkan waktu mengunjungi Damar. Kadang Alya merasa hampir putus asa, karena selama tiga bulan ini tidak membuahkan hasil sama sekalih, yang menunjukkan tanda-tanda Damar akan sadar.
Malam ini Alya akan menemani Damar di ruang ICU, Alya akan menginap di Rumah Sakit setiap malam sabtu dan minggu. Malam ini adalah malam sabtu, jadi sudah waktunya Alya menginap menemani Damar disana.
"Hubby.. sekarang hari ulang tahun aku, emangnya kamu engga mau ngucapin ulang tahun sama aku? Aku masa ngerayain ulang tahun sendirian? Kamu kenapa tega banget sama aku Bie? Hikkz.. hikkz.." Ucap Alya terus mengajak bicara Damar.
"Hubby.. tahu engga kalau hari ini aku bawa kue ulang tahun ini loh, coba deh kamu lihat!"
"Kita nyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama yah Bie!"
Happy Birthday to me
Happy Birthday to me
Happy Birthday, Happy Birthday
Happy Birthday to me
Lagu itupun Alya nyanyikan penuh dengan air mata, hingga larut akhirnya Alyapun tertidur disamping Damar, seraya menggenggam tangan Damar erat dan sisa air matanya masih membekas dipipinya.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....