TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Lamaran


__ADS_3

Asyafa tak membalas pesan dari Rayhan lagi. Dia dilema dan galau, kalau harus menjawab lewat ponsel masalah lamaran Rayhan. Tapi entah mengapa dia merasa senang, padahal dia belum yakin dengan perasaannya. "Sungguh aku belum siap." Pekiknya malu, seraya menutup wajahnya dengan tangan.


Drrt... drrt.. drrt.. Rayhan calling.


"Hallo Kak.. ! Ada apa?"


"Sayang..., kenapa engga bales chat Kakak lagi?"


"Itu.. aku engga bisa... jawab sekarang."


"Kenapa? Kamu belum siap yah? Ya sudah minggu depan saja jawabnya, saat orang tua Kakak melamar kerumah kamu yah. Sayang... jangan tolak lamaran Kakak yah."


"Heeeem... !"


"Ya sudah, selamat bobo sayang, mimpiin Kakak yah."


"Iya, Kak! Mimpiin aku juga Kak."


"Haha..., iya sayang, pasti aku setiap hari selalu membayangkanmu dan memimpikanmu. You are my dream, biarin di bilang bucin."


"Aiish.. Kakak! Benar-benar bucin, bikin aku merinding deh. Hi.. hi... hi... "


"Engga apa dong, bucin sama calon istri."


"Aku sudah ngantuk Kak! huam....".


"Iya sayang, selamat bobo...


"Tuuut... " Sambungan telpon dimatikan.


*******


Setiap hari, Asyafa menjalani rutinitas bangun pagi, sarapan dan pergi ke kampus. Dia selalu membawa mobil sendiri, karena supirnya pak Dadang, masih belum bisa membawa mobil, akibat kecelakaan yang dialaminya.


Sebenarnya Rayhan ingin menjemput gadisnya itu, setiap hari ke kampus, tapi Asyafa melarangnya. Karena dia ingin bertemu nanti, saat hari Rayhan melamarnya.


Jangankan satu minggu tidak bertemu, satu hari saja tidak bertemu, Rayhan sudah dilanda rindu akut, sungguh devinisi cinta yang sangat bucin. haha.. haha...


Karena dilarang bertemu oleh gadisnya , tetapi Rayhan tetap nego untuk menelpon gadisnya itu setiap hari. Saat pagi, siang dan malam, dan tidak boleh ada penolakan.


Ketika Rayhan menjadi Dosen pengganti di kelasnya, sikap Asyafa terlihat biasa saja, meski jantungnya berdegup kencang. Begitupun dengan sahabatnya Alya, berpura - pura tidak tahu apa - apa. Lain lagi dengan Rayhan yang begitu menahan rindunya kepada gadisnya, sorot matanya tak lepas dari pandangannya kearah gadisnya itu. Seakan ingin menerkam, tapi tak bisa. Seakan ingin memeluk, tapi terhalang dinding yang tinggi.


*******


"Akhirnya satu minggu sudah kulewati, dan tiba waktunya nanti malam, aku akan melamar gadisku, tunggu aku yah sayang. " Bathin Rayhan seraya bermonolog.


Rayhan meminta Mama dan Papanya, untuk menyiapkan barang-barang bawaan, acara lamaran nanti malam. Seperti cincin, parsel buah dan parsel makanan dan lain - lainnya.

__ADS_1


"Mom, apakah semuanya sudah siap untuk acara nanti malam?" Tanya Rayhan.


"Hampir semuanya siap sayang! tapi cincinya kira-kira muat tidak nanti di jari manis Asyafa?" Tanya Mamanya.


"Semoga muat Mom, aku sudah ukur dengan jari kelingking aku. Tapi, kalau kebesaran nanti bisa dituker lagi mom." Jawab Rayhan terkekeh.


"Kita ajak siapa saja Mom? Untuk acara lamaran nanti malam?" Tanya Rayhan.


"Mama, Papa, Pak Supir, Asisten Martin, dan Pak RT, juga Pak Ustad Abdul Nak!. Dan tiga Pelayan untuk membawa bawaan lamaran." Jelas Mama Jovanka.


"Jadi kita bawa tiga mobil saja, Mom?"


"Iya sayang, nanti Papa dan Mama ikut di mobilmu, dan yang lain biar Pak Supir yang bawa."


"Okay kalo sudah siap semua, nanti kita berangkat selepas magrib ya Mom."


*******


Di kediaman Bernad Dorman, keadaan seperti biasa saja, tidak ada yang berbeda. Namun, Asyafa hanya meminta ibunya, untuk memasak menu makanan yang agak banyak. Seperti rendang padang, soto betawi dan ayam geprek. Serta pelengkapnya, seperti kerupuk, dan sambal serta lalapan.


"Tumben, anak ibu minta di buatin makanan sebanyak ini," Ujar ibunya.


"Heem.. itu ibu, kakak Rayhan sama orang tuanya mau kerumah untuk melamar! " Ujar Asyafa malu.


"Ya Allah, benarkah nak'? Memang kamu sudah mau menerima lamarannya nak' Rayhan?" Tanya ibu penuh antusias.


"Iya nak', alhamdullilah kalau kamu sudah bijak, dan lebih dewasa. Terima kasih nak',kamu mau menerima perjodohan ini." Memeluk anaknya seraya menepuk - nepuk punggung anaknya pelan.


Setelah ibunya melepaskan pelukan Asyafa, dia mencari suaminya di ruang keluarga, yang sedang bersantai menikmati secangkit kopi dan membaca koran.


"Ayah,.. ! Nak' Rayhan hendak kesini nanti malam, melamar anak kita." Ucap istrinya.


"Benarkah ibu? Memangnya anak kita sudah mau menerima?" Tanya suaminya.


"Iya, anak kita sudah mau menerimanya!." Jawab istrinya.


"Syukurlah, kalau begitu!. Nanti ayah akan ke rumah Pak RT. Meminta izin, untuk menjadi saksi di acara lamaran anak kita." Ujar suaminya.


"Iya ayah, ibu juga mau mengabari saudara ibu di Bogor." Ujar istrinya.


Asyafa, mencari gaun untuk di pakai dalam acara lamaran nanti malam. Dia bingung, memilih gaun yang cocok. Ini kurang pas modelnya, warnanya ini terlalu gimana, dan ini itu semuanya salah. Huuuh..., Asyafa menghembuskan napas panjang, seraya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, karena lelah memilih gaun.


Ibu Nurlaila, masuk ke dalam kamar anaknya. Dia mengatakan, "kalau semua persiapan acara lamaran nanti malam sudah siap. Dan kamu harus berdandan yang cantik, nanti ibu panggil pelayan khusus makeup yang membantu. Ini gaun yang disiapkan oleh ibu untuk kamu, terimalah." Ujar ibunya.


"Ini buat aku ibu? " Matanya berbinar cerah. Cantik ibu, aku suka model, dan warnanya!. " Terima kasih ibu." Mengecup pipi ibunya, seraya memutar tubuhnya dengan gaun yang di pegangnya. " Kenapa ibu bisa pas banget, kalau aku lagi butuh gaun?" Tanyanya heran.


"Iya.., ibu dan ayah ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan ibu sudah menyiapkan gaun ini, jauh-jauh hari untuk kamu." Ujar ibunya.

__ADS_1


"Aku coba yah ibu!" Ucapnya, seraya mengganti bajunya dengan gaun itu.


"Cobalah, ibu mau lihat... ! " Pinta ibunya, seraya membantu memakaikan gaunnya. "Waaah.... pas banget di badan kamu, jadi semakin cantik mengenakan gaun ini." Ucap ibunya berdecak kagum. Pasti nak' Rayhan makin menyukaimu nak'." Ucap ibunya.


"Terima kasih ibu." Ucap Asyafa.


"Iya nak' ! " ucap ibunya. " Nak', sana kamu bersih - bersih dulu, dan ini biar ibu yang bereskan semua gaun - gaun yang berantakan di kasur. " Perintah ibunya. "Anak gadis ibu ini, mau menikah masih saja berantakan." Gerutu ibunya.


"Iya ibu! aku mandi dulu yah ibu. Heheh.. hehe..." Ujar Asyafa, seraya terkekeh mendengar omelan ibunya.


Asyafa, menyelesaikan kegiatan mandinya. Tiga puluh menit sudah, dia berendam di Battup air hangat, dan berganti pakaian. Dia mengeringkan rambutnya yang basah dengan Hair Drayer, kemudian teringat dengan sahabatnya Alya. Lalu dia menghubunginya, dan menyuruhnya datang kerumah, untuk menemaninya.


*******


Di kediaman Rayhan, semua sudah berkumpul untuk mempersiapkan keberangkatan menuju rumah gadisnya itu. Rayhan nampak gagah dengan stelan baju batik, seragam dengan papa Beni Darma, dan mama Jovanka mengenakan kebaya modern yang anggun.


Selepas magrib, semuanya sudah lengkap dan siap berangkat. Mereka menaiki mobil mewah, yang harganya selangit kira - kira seperti itu. Asisten martin yang menyetir, Rayhan duduk disampingnya. Dibelakang, mama dan papa duduk dikursi penumpang. Dan yang lainya menggunakan mobil biasa, yang dibawa oleh supir keluarga tuan Beni Darma.


Iring-iringan mobil sudah berjalan, perjalanan cukup ramai, dan sedikit macet dikarenakan hari weekend. Barangkali banyak orang yang pergi keluar, untuk sekedar mencari hiburan atau apalah. Akhirnya mereka bisa melewati kemacetan jalan, butuh waktu hampir satu jam setengah sampai dikediaman Tuan Bernad Dorman.


Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga Tuan Bernad Dorman, dan mereka dipersilahkan untuk duduk. Di ruang keluarga yang sudah dipersiapkan rapi, para pelayan sudah memasukkan bawaan masing - masing. Bawaan di simpan, diatas meja tamu ruang keluarga.


Bapak RT, menjadi saksi lamaran dari pihak keluarga Tuan Bernad Dorman. Beliau membuka acara ramah tamah, dan ucapan terima kasih, atas kedatangan tamu dari keluarga Tuan Beni Darma.


*******


Asyafa dan Alya masih di dalam kamar, mereka habis dirias oleh pelayan khusus Make Up. Alya melongo, setelah melihat sahabatnya itu, berganti gaun nan cantik dan anggun.


Sya... kamu cantik banget, sumpah... ! " Kagum Alya tidak percaya.


"Ah..., massa? Kamu juga cantik Al." Ucap Asyafa tersenyum.


"Pak Dosen bisa-bisa jantungan nanti, kalau sudah melihat kamu! Kiik.. kiki... " Ujar Alya terkikik.


"Lebay loe!!" Sarkas Asyafa.


Tok.. tok.. ! Pintu di ketuk.


"Maaf Non' tamu sudah datang, ditunggu diruang keluarga non'. " Ucap mbo ijah.


"Iya Mbo! Saya akan keluar, terima kasih Mbo." Ucapnya Asyafa seraya bersiap-siap.


Asyafa dan Alya keluar kamar, dan menuju ruang keluarga. Mereka ikut bergabung, dengan semua orang yang berkumpul. Asyafa nampak anggun dan cantik, dengan gaun yang dikenakan.


Jantung Rayhan terasa mau lepas, ketika menatap calon istrinya itu... ! Jantungnya tidak baik-baik saja.


Happy Reading

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2