TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Bari Sakit


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Sudah tiga hari Bari tidak masuk kantor, dia semakin kacau setiap harinya. Hilda sang istri tidak bisa berbuat banyak. Dirumah kerjanya hanya marah-marah, merusak barang-barang yang ada di dekatnya, dan mengurung di kamar. Tapi Hilda terus mencoba, untuk membujuknya agar keluar kamar.


"Sayang, buka pintunya, Apa kamu tidak lapar? Ayo makan dulu, sudah tiga hari ini perut kamu tidak terisi makanan, dan minuman. Aku takut kamu sakit, sayang, hikk... hikkk... hikk.. " Panggil Hilda seraya menangis.


Hening..


"Sayang, apakah kau masih di dalam kamar?Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Tolong jawab sayang, kalau kau tidak menjawab juga, akan aku dobrak pintu ini." Ancam Hilda seraya menangis, dan menggedor pintu kamarnya.


"Yang sabar Nyonya, mungkin Tuan Bari sedang banyak pikiran, biasanya juga kalau sudah membaik, pasti nanti keluar kamar." Bujuk Mbo Ratmi, seraya mengusap punggung majikannya lembut.


"Tapi Mbo, ini sudah tiga hari, saya takut dia sakit Mbo. Sifat jeleknya dari dulu tidak pernah berubah, selalu ingin menang sendiri, egois, pendendam, pemarah dan tamak Mbo. Hik.. hik.. hikk.."


"Tapi.. biar bagaimanapun, Tuan Bari adalah suami Nyonya, dan Non Wina anak Nyonya, dan Tuan satu-satunya." Ujar Mbo Ratmi benar adanya.


"Iya Mbo.. hikk.. hikk.. hikk.." Ucap Hilda lirih.


"Mbo coba panggil security yah Nyonya, siapa tahu saja, Tuan Bari mau keluar." Saran Mbo Ratmi.


"Iya Mbo."


Akhirnya Mbo Ratmi menghampiri Security untuk menyapa Tuan Bari, dan memintanya keluar dari kamarnya.


"Tuan.. Tuan Bari... bisakah Anda mendengar saya? Tuan Bari.. Tuan Bari.." Panggil Pak Security itu yang bernama Pak Ahmad.


Masih tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar.


"Maaf Nyonya Hilda dan Mbo Ratmi, sepertinya Tuan Bari pingsan, engga ada suara sama sekali dari dalam, hening." Ujar Pak Ahmad.


"Iya pak Ahmad itu yang saya takutkan, coba Pak Ahmad lakukan sesuatu, dobrak pintunya atau apa? Masalahnya pintunya terkunci dari luar, dan kunci cadangannya berada di dalam kamar juga." Sahut Nyonya Hilda memberi solusi.


"Baiklah Nyonya, saya akan ambil alat untuk mendobrak pintunya." Ujar Pak Ahmad, seraya mencari alat bantu apa saja yang bisa mendobrak pintu kamar majikannya itu.


Pak Ahmad meminta bantuan kepada teman securitynya, untuk membantunya mencari alat untuk mendobrak pintu. Alhasil hanya ada obeng kecil, dan linggis, mau tidak mau akhirnya terpaksa mereka memakai alat itu.


"Ayo Pak Ahmad, saya sudah bawa obeng dan linggisnya." Ucap Pak Tono teman Securitynya.

__ADS_1


"Ayo." Sahut Pak Ahmad singkat, seraya berjalan ke arah pintu kamar Tuan Bari.


Sampai depan pintu kamar Tuan Bari, Pak Ahmad, dan Pak Tono langsung saja mengguncangkan pintu itu dengan sekuat tenaga menggunakam obeng, dan linggis. Setelah hampir 20 menit, akhirnya merekapun berhasil membuka pintu kamarnya.


"BRAAK..."


Pintu kamarpun terbuka lebar, dilihatnya Bari sedang terbaring lemas di lantai, seketika tubuh Hilda lunglai, saat mendapati suaminya lemah tak berdaya.


"Tolong bantu bawa suami saya ke Rumah Sakit, Pak Ahmad." Pinta Hilda lirih.


"Baik Nyonya." Sahut Pak Ahmad seraya berjalan mendekati Tuan Bari.


Pak Ahmad dan Pak Tono memapah Tuan Bari kedalam mobil, lalu di ikuti oleh Nyonya Hilda dan Mbo Tami.


"Mbo, tolong jaga rumah yah, nanti kalau Wina pulang, bilang saja kami ada di Rumah Sakit." Pesan Hilda, seraya masuk kedalam mobil.


"Iya Nyonya." Sahut Mbo Ratmi, seraya mengangguk kecil.


"Perjlalanan menuju Rumah Sakit aman terkendali, sesampainya di sana, Bari langsung ditangani oleh Dokter jaga UGD.


"Baik Dokter." Sahutnya cepat, dengan menangis tersedu.


Dokter itu langsung memeriksa keadaan pasien, dan ternyata Bari mengalami dehidrasi, dan stres tingkat akut.


Kemudian Bari langsung diberi obat, dan vitamin melalui suntikan cairan infusan. Setelah itu Bari langsung di bawa ke ruang rawat inap, karena tubuhnya yang lemah, membutuhkan banyak cairan.


"Maaf Nyonya, mungkin dua sampai tiga hari kedepan suami nyonya harus menjalani rawat inap disini." Ungkap Dokter UGD tersebut, dengan menjelaskan keadaan pasien yang sebenarnya.


"Iya Dokter, saya mohon lakukan yang terbaik untuk suami saya, terima kasih." Sahut Hilda untuk kesembuhan suaminya, dengan derai air mata tangisannya.


"Yah saya akan berusaha melakukan yang terbaik, untuk kesembuhan suami anda." Ucap Dokter bersemangat. Lalu Hildapun tersenyum dalam tangisnya, ada harapan sembuh untuk suaminya.


******


Hari ini Asyafa, dan Rayhan datang ke kampus untuk pertama kalinya menjadi sepasang suami istri. Tangan Rayhan sepanjang koridor kampus menggenggam istrinya erat, seakan menunjukkan kemesraan mereka, namun Asyafa risih di buatnya.


Banyak pasang mata yang menyorot ke arah mereka, apalagi banyak para gadis yang patah hati oleh Rayhan, karena rasa suka yang terpendam. Begitupun Asyafa, banyak para cowok yang pernah di tolaknya dulu, ikutan patah hati berjamaah juga.

__ADS_1


"Sayang, lepasin iih tangannya, malu tahu." Bisik Asyafa ditelinga suaminya.


"Kenapa harus malu? Kita 'kan suami istri, cinta!" Tanya Rayhan tanpa dosa.


"Tapi ini di kampus, sayang."


"Iya sih, tapi emang kamu engga mau semua anak kampus tahu, kita ini sepasang suami istri?"


"Bukan begitu sayang, tapi ini tempat umum."


"Biarin saja, banyak anak kampus yang pacaran saja pada gandengan tangan." Selorohnya mencari kambing hitam.


"Aach cape ngomong sama suami bucinku ini." Omel Asyafa, seraya mencubit pinggang suaminya, sontak tangannya langsung dilepaskan. Asyafa langsung berlari kecil, meninggalkan suaminya.


"Aawwh.. sakit sayang! Awas yah, nanti kamu Kakak makan sekarang juga, he.. he.. he.." Ancam Rayhan terkekeh.


"Rasain, habisnya Kakak rese sih engga punya malu, dikampus lagi. Kalau di tempat lain engga apa-apa" Omelnya sebal. "Emang Kakak berani?" Ledek Asyafa meragukan ancaman suaminya.


"Engga sih, hanya menggertak saja, he.. he..." Sahut Rayhan terkekeh.


"Ha.. ha.. ha.. emang belum puas apa Kak semalam menggempur aku?" Tawanya pecah, seraya mengungkap pergulatan mereka semalam.


"Aiish.. wajah kamu itu cinta, menggemaskan... ! Mana ada aku puas sama kamu sayang, kamu itu candu buat aku, jadi engga akan pernah puas, dan engga akan pernah bosan aku memintanya." Jelas Rayhan ungkapkan keinginannya, seraya menangkup wajah istrinya.


"Masa? Emang kalau semua pria seperti itu yah?" Tanya Asyafa polos.


"Yah engga dong cinta, itu hanya berlaku untuk Kakak sama kamu saja, he.. he.. he.." Ungkap Rayhan terkekeh, seraya menggelengkan kepalanya heran dengan istri polosnya.


"Eeheeemmm.." Suara deheman seseorang dari belakang mereka, sontak Asyafa dan Rayhan langsung menengok kearah sumber suara.


"Alya.. gue kangen my besty!" Seru Asyafa, seraya memeluk sahabatnya itu.


"Asyafa.. my besty gue juga kangen sama loe."


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like, favorite, Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........

__ADS_1


__ADS_2