TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Pergi Menonton Film


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Malam ini mereka akan pergi ke bioskop, untuk menonton film perdananya setelah saling menyukai. Damar dan Alya masih tahap menyukai belum ada rasa cinta dihati mereka, namun keduanya masih berusaha menumbuhkan rasa cinta yang akan mereka jalin demgan cara penjajakan dan pendekatan.


Damar dan Alya berpamitan kepada Mama Mentari dan Papa Hendra, mereka minta izin untuk menonton bioskop malam ini. Mama dan Papa memberi izin dengan sukarela.


"Tolong jaga Anak Mama yah, sayang." Pesan Mama Mentari untuk Damar, seraya mengusap punggung Damar lembut saat Damar berpelukkan dengan Mama Mentari.


"Iya, Mam... pasti!" Janji Damar bersungguh-sungguh, seraya mengangguk pelan dan mengurai pelukkannya.


"Titip anak gadis Papa, jangan pulang terlalu malam yah Nak Damar." Pesan Papa Hendra untuk Damar, agar mengembalikan anak gadisnya tepat waktu.


"Iya Pap, insya Allah tidak lebih dari jam 12 malam." Janji Damar seraya mencium punggung tangan Papa Hendra takzim.


"Terima kasih, Nak Damar." Ucap Papa dan Mama bergantian.


"Iya Mam, Pap." Jawab Damar pasti.


"Hati-hati yah kalian dijalan, selalu diberi keselamatan untuk kalian berdua." Ucap Mama tulus, saat mereka meninggalkan rumah, dan Papa Hendrapun memberi anggukkan pelan seraya tersenyum.


"Iya Mama." Sahut Alya dan Damar kompak.


Mereka berjalan menuju Mobil Damar yang terparkir cantik, di depan halaman rumah Alya.



Mobil yang terbilang cukup sederhana, bagi seorang Damar Prayoga anak seorang pejabat dan pengusaha sukses. Harga yang cukup terbilang standar, yaitu 1,5 Miliaran saja.


Damar membukakan pintu mobil untuk Alya, lalu menunggu Alya untuk masuk dikursi penumpang disamping kursi kemudi. Damar memakaikan Seatbelt ditubuh Alya, dengan perlahan sambil menatap intens wajah Alya. "Kamu sangat cantik my love." Gumam Damar pelan, namun masih terdengar jelas di telinga Alya.


Damar tersenyum menggoda, saat melihat wajah Alya yang sudah seperti kepiting rebus. Tubuh Alya seakan tidak bisa bergerak, disaat bibir Damar mendaratkan lembut di keningnya.


"Maaf yah mylove, ini ungkapan rasa suka saya pada kamu." Ucap Damar, disaat bibirnya sudah terlepas dari kening Alya.


"Eeemmm.." Hanya gumaman yang Alya ucapkan, namun hal itu makin membuat Damar merasa gemas kepadanya.


Damar kemudian menutup pintu mobil dengan pelan, lalu dia berjalan memutar kepintu mobil kemudi. Damar menyalakan mesin mobilnya, lalu mengatur temperatur AC mobilnya. Tidak ketinggalan diapun menyalakan DVD Player mobilnya, untuk menonton Vidio musik sekalian mendengarkannya.


"Kamu suka lagu apa, mylove?" Tanya Damar antusias, Damar ingin tahu semua hal kecil tentang Alya. Seperti musik kesukaannya, lagu kesukaannya, makanan kesukaannya, minuman kesukaannya, hobby kesukaannya dan masih banyak lagi yang harus Damar cari tahu semua itu.


"Eemm.. lagu sheila on 7." Sahut Alya dengan wajah berbinar.


"Ooh... lagu Sheila on 7? Bukankah itu lagu band lama yah, tahun 2000 an?" Tanya Damar heran, karena gadis yang bersamanya ini menyukai lagu, yang saat itu dirinya masih balita. Saat itu memang band itu sangat terkenal, pada zamannya. Lagu-lagunyapun menjadi hits, dan terkenal dilayar kaca dan radio.


"Iya sih, tapi aku suka mendengarkan lagu mereka, karena Mama sering memutar lagu tersebut setiap saat, bahkan jika sedang hari libur Mama masih suka memutarkan lagu itu." Sahut Alya senang dengan bibirnya yang tersenyum merekah.


Damar yang mendengar jawaban Alya dengan senyuman manisnya, tidak tahan untuk menggodanya. "Jangan senyum seperti itu dengan pria lain yah mylove, senyummu sungguh meresahkan jantungku." Bisik Damar pelan ditelinga kanan Alya.


Sontak saja Alya langsung bergeming, dan tidak tersenyum lagi. Melihat Alya yang seperti itu, akhirnya Damar tertawa puas. "Ha.. ha.. ha.." Lalu tangannya terulur, untuk membelai rambut Alya lembut.


"Iiish.. kamu itu, sukanya membuat aku kaget saja." Decak Alya sebal, menutupi rasa gugupnya dan jantungnya yang bedebar-debar. Alyapun jadi salting dibuatnya.


"Kenapa mylove? Saya hanya ingin menggodamu saja, habis sikapmu itu menggemaskan bagi saya." Ujar Damar serius dengan apa yang ada dihatinya.

__ADS_1


"Eemm... kapan jalannya? Kalau kamu bicara terus." Protes Alya yang sudah tidak tahan dengan godaan Damar, yang membuat jantungnya tidak baik-baik saja.


"Iya mylove, saya cari dulu lagu tahun 2000 an, dari sheila on 7." Sahut Damar, seraya menekan layar sentuh DVD playernya dan mencari lagu yang diinginkan. Setelah ketemu dia langsung memutarkan lagu tersebut.


Setelah lagu itu sudah berputar musiknya, tangan Damar memasangkan seatbelt ditubuhnya dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Musik dari lagu Sheila on 7 mulai menguasai seluruh ruang mobil tersebut, sayup-sayup terdengar suara Alya, yang mengikuti alunan syair lagu dari band Sheila on 7 itu.


Melihat tawamu


Mendengar senandungmu


Terlihat jelas di mataku


Warna-warna indahmu


Menatap langkahmu


Meratapi kisah hidupmu


Terlihat jelas bahwa hatimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Wo-ho-oh


Wo-oh, wo-oh, wo-oh-ho


Redakan ambisiku


Tepikan khilafku


Dari bunga yang layu


Saat kau di sisiku


Kembali dunia ceria


Tegaskan bahwa kamu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Oh-oh-ho-oh


Wo-oh-ho-oh


Wo-oh-ho-ho-oh


Wo-ho-oh


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu

__ADS_1


Hangat peluk janjimu, wo-ho


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki


Wo-ho-oh


Wo-ho-oh, wo-oh, wo-oh-ho


Wo-oh-ho-ho


Wo-oh-ho-ho


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu


Hangat peluk janjimu, wo-ho


Belai lembut jarimu


Sejuk tatap wajahmu, hu-hu


Hangat peluk janjimu


Anugerah terindah yang pernah kumiliki...


"Kamu hapal banget, dengan lagunya yah my love?" Tanya Damar membuka obrolan, setelah beberapa menit hanya terdengar lagu band itu yang sedang berputar.


"Iya.. hubby." Sahut Alya cepat, dia ingin memanggil Damar dengan nama panggilan tersebut, karena dirinya harus membiasakan untuk tidak memanggil nama Damar saja.


"Apa? Kamu panggil nama saya apa barusan? Coba sekali lagi, saya ingin mendengarnya sekali lagi my love?" Tanya Damar bahagia dan ingin benar-benar mendengarnya berulang-ulang.


"Aiish.. apa sih kamu?" Omel Alya, yang nampak salting dibuatnya seraya menggigit bibir bawahnya gugup.


"Sungguh mylove, saya ingin mendengarnya lagi." Ucap Damar gemas sendiri, melihat Alya yang mendadak salting dihadapannya.


Namun Alya menggelengkan kepalanya pelan, dan masih merasa malu untuk mengulang ucapannya itu. Alya terus menggigit bibir bawahnya, menahan gugupnya.


Damar tersenyum, saat melihat Alya yang sedang salting dan menggigit bibir bawahnya terus.


"Jangan digigit terus bibirnya, nanti berdarah." Ledek Damar, dengan tersenyum menggoda. Namun tetap pokus menyetir, dengan tangan kirinya yang terulur untuk menggenggam tangan kanan Alya, agar dirinya merasa tenang.


"Eeeehhh..."


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2