TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Kecurigaan Bernad


__ADS_3

"Kamu tahu di mana rumah Tuan Joan?" Tanya Bernad kepada Sonny dengan serius.


"Tidak tahu, Tuan." Jawab Sonny jujur.


"Kalau nomor ponselnya?" Tanya Bernad lagi.


"Ada Tuan, sebentar saya buka ponselnya dulu." Jawab Sonny, seraya mencari nomor Joan yang tertera di nomor kontaknya.


"Ini Tuan, nomornya." Ucap Sonny seraya menyerahkan ponselnya ke tangan Bernad.


Kemudian Bernad mengambil ponsel itu dari tangan Sonny lalu menyalin nomor kontak Joan di ponselnya.


"Terima kasih Tuan Sonny, ini ponselnya." Ucap Bernad seraya menghubungi nomor ponsel Joan.


"S... sama-sama, Tuan." Ucap Sonny tersenyum kikuk, masalahnya dia berhadapan langsung dengan anak pemilik Perusahaan tempat dia bekerja, bagimana engga gugup coba bayangin? He.. he.. kembali ke topik.


Tuut... tuut... tuut... !


"Tidak ada jawaban? Tapi tersambung?" Tanya Bernad kepada Sonny.


"Mungkin sedang di jalan membawa mobil Tuan, jadi tidak mengangkat ponselnya." Ucap Sonny berpikiran positif.


"Mungkin saja, ya sudah kita tunggu sampai 10 menit lagi, baru saya hubungi kembali." Pikir Bernad bersikap tenang.


Setelah menunggu 10 menit akhirnya Bernad mencoba menghubungi kembali nomor ponsel Joan. Akhirnya tersambung dan diangkat oleh Joan.


"Hallo.. ini nomor siapa?" Tanya Joan santai, disaat mobilnya dia parkirkan tepat di depan rumahnya.


"Ini saya Tuan Bernad Dorman." Jawab Bernad ramah.


"Ooh.. m.. maaf Tuan, ada keperluan apa yah, Tuan menghubungi saya?" Tanya Joan gugup.


"Saya ingin bertemu dengan kamu malam ini, bisa?" Tanya Bernad masih bersikap biasa.


"Harus malam ini juga yah, Tuan?" Tanya Joan bingung.


"Iya." Jawab Bernad singkat.


"Baiklah Tuan, sekarang kita bertemu di mana Tuan?" Tanya Joan seraya menyalakan mesin mobilnya kembali.


"Kalau bisa kamu kembali ke kantor sekarang juga." Jawab Bernad tegas.


"Baik Tuan, saya segera ke sana." Jawab Joan seraya menutup ponselnya lalu menjalankan mobilnya cepat.

__ADS_1


15 menit, Joan sampai di kantor Perusahaan Tuan Thomas yang sudah mulai nampak sepi karena karyawan yang over time sudah pulang bekerja pukul 7.30 malam tadi. Sekarang sudah hampir pukul 8.30 malam, hanya tinggal Security yang menjaga kantor Perusahaan.


Joan sampai di ruang Monitor CCTV dengan napas yang tersenggal-senggal, karena Joan berjalan cepat untuk segera sampai tujuan.


"M.. maaf Tuan, l... lama menunggu." Ucap Joan yang masih berbicara dengan nada tidak beraturan.


"Tidak apa.. Tuan Joan silahkan duduk dahulu, lalu minum dahulu agar lebih tenang." Ucap Bernad ramah, seraya mengambil segelas air minum untuk Joan, namun di larang oleh Sonny.


"Jangan Tuan, biar saya yang ambilkan air minumnya untuk Joan." Cegah Sonny, yang langsung sigap mengambil segelas air minum itu.


"Silahkan di minum dahulu, Tuan Joan." Tawar Sonny ramah.


Setelah meminum air segelas dengan hausnya sampai tandas tidak bersisa, lalu Joan memberanikan diri untuk bertanya kepada Tuan Bernad.


"Sebenarnya, ada perlu apa Tuan mencari saya?" Tanya Joan yang sudah mulai teratur napasnya.


"Saya ingin bertanya, kemarin malam kamu over time atau tidak?" Tanya Bernad dengan wajah serius.


"Iya.. Tuan." Jawab Joan masih bingung.


"Apakah kamu melihat Vidio CCTV pada pukul 7 sampai 8 malam di ruang sini." Tanya Bernad lebih serius.


"Ya Tuan.. saya menggantikan Tuan Sonny sebentar, jika sedang istirahat atau keluar ruangan." Jawab Joan jujur.


"Sepertinya saya melihat Tuan Thomas sedang menelepon seseorang, namun saya tidak begitu memperhatikan Vidio itu, Tuan." Ucap Joan lagi jujur tanpa ada kebohongan.


"Berarti Vidio itu benar tidak Off, masih On saat itu." Ucap Bernad bergumam kecil.


Sonnypun terkejut dengan jawaban Joan, yang memang saat itu sedang menggantikannya, untuk pergi ke luar sebentar memberi laporan harian kepada atasannya.


"Maksud Tuan Bernad apa yah?" Tanya Joan yang sedikit mendengar gumaman kecil Bernad.


"Apakah kamu mendengar percakapan mereka saat itu?" Tanya Bernad sedikit curiga.


"Tidak Tuan, pikir saya Tuan Thomas hanya sedang sendiri di ruangan, jadi saya tidak mempunyai pikiran macam-macam." Jawab Joan mulai sedikit mengerti.


"Di saat Tuan Thomas terjatuh ke lantai, apakah kamu melihatnya?" Tanya Bernad semakin antusias.


"Tidak Tuan, saya melihatnya hanya disaat Tuan Thomas menelpon, kemudian saya keluar bergantian dengan Tuan Sonny karena beliau sudah kembali. Bukan begitu Tuan Sonny?" Jawab Joan seraya bertanya kepada Sonny.


"Ya.. Tuan, saya berbincang sebentar saat itu dengan Joan dan memberikan bungkusan makanan, lalu bergegas membantu Tuan Thomas naik ke atas tandu karena pingsan lalu di bawa ke Rumah Sakit." Ujar Sonny dengan jujur.


"Terima kasih informasinya, berarti CCTV kita benar ada yang sudah sabotase, karena data Vidio rekaman itu sengaja ada yang menghapus." Ucap Bernad mengambil kesimpulan, dengan kecurigaan dia terhadap telepon misterius.

__ADS_1


"Kalau begitu siapa yah Tuan, yang berani menghapus rekaman itu? Lalu apa tujuannya?" Tanya Sonny bingung, dan Joan juga penasaran ikut mengangguk pertanyaan Sonny.


"Saya tidak tahu pasti, namun ada orang yang terlibat atas kematian Papa saya. Hanya rekaman Vidio itu yang bisa membuktikan, dengan percakapan Papa saya saat menerima telpon dari seseorang." Ujar Bernad menjelaskan.


"Namun bukti itu sudah hilang Tuan, lantas bangaimana selanjutnya? Apa yang akan Tuan lakukan?" Tanya Joan penasaran dengan kelanjutannya ke depan.


"Saya belum bisa mengambil keputusan, biarkan besok saja saya pikirkan kembali." Jawab Tuan Bernad dengan wajah kecewa, karena bukti yang telah hilang.


"Baiklah Tuan, bolehkah saya kembali pulang Tuan?" Tanya Joan dengan wajah tidak enak hati.


"Silahkan, saya ucapkan terima kasih atas informasi dan waktu anda Tuan Joan." Ujar Bernad seraya mempersilahkan Joan untuk pulang.


"Sama-sama Tuan." Ucap Joan seraya membuka pintu keluar lalu meninggalkan mereka berdua."


"Baiklah, Tuan Sonny saya juga permisi untuk pulang." Pamit Tuan Bernad, seraya berjalan ke arah pintu keluar.


"Ya, Tuan hati-hati di jalan." Ucap Sonny tersenyum ramah, lalu dianggukan oleh Bernad.


Akhirnya Bernad pulang dengan hati yang rapuh dan kecewa, karena bukti satu-satunya sudah lenyap dan pupus.


Nampak di sebrang jalan ada seseorang di dalam mobil, yang sedang memperhatikan gerak-gerik Bernad dengan intens.


*******


Drrt.. drrt.. ! Bunyi ponsel bergetar.


"Hallo.. ada apa malam-malam telpon? mengganggu saja."


"Hallo.. Tuan, tadi Adik Tuan sudah datang ke kantor untuk meminta rekaman CCTV pada Operator Sonny, lalu saya melihat Joan yang sudah pulang dari kantor, namun beberapa saat kemudian dia kembali lagi ke kantor. Mungkin mereka di introgasi oleh Adik Tuan."


"Terus kau pantau, gerak-gerik mereka. Jangan sampai bocor informasi mengenai CCTV yang rusak itu. Kalau bisa kau lenyapkan orang suruhanmu malam ini juga, agar dia tidak membuka mulut, jika dia tertangkap. Saya yakin Adik saya orang yang pantang menyerah, pasti esok hari dia akan mengusut tuntas masalah ini."


"Baik Tuan, akan saya jalankan perintah Tuan."


"Terima kasih, saya akan kasih bonus lebih, jika kau bisa melenyapkan orang suruhanmu dengan kecelakaan yang tidak terduga, atau seperti bunuh diri atau apa, terserah kau saja bagimana caranya."


"Ya Tuan, baiklah."


Happy Reading


--BERSAMBUNG--


...Kasih Like dan Vote juga Komentarnya yah! Terima Kasih........

__ADS_1


__ADS_2