TEMAN ATAU SUAMI

TEMAN ATAU SUAMI
Pernikahan Wina dan Yoga


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Asisten Yoga dan rombongan besan, sudah sampai dihalaman parkir Rumah Tuan Bari Darma, khusus untuk tamu dan besan. Senyum yang mengembang, terlihat jelas dibibir tipisnya Asisten Yoga Aditama.


"Kamu gugup, sayang?" Tanya Mama Deby perhatian, seraya mengusap punggungnya lembut.


"Sedikit, Mama." Ucap Yoga jujur, seraya berdoa dalam hatinya. "Ya Allah ya Tuhanku, mudahkanlah urusanku, dan lancarkanlah semua niat baikku, untuk melaksanakan kewajibanku, dan berikanlah ridhomu yang barokah, Aamiin."


Asisten Yoga dan para rombongan besan, memasuki halaman rumah Tuan Bari Darma, yang sudah disulap dengan begitu mewah.



Para rombongan besan, nampak kagum dengan hiasan tenda pernikahan Asisten Yoga dan Wina Darma. Merekapun berbisik-bisik, membicarakan kebaikan Asisten Yoga.


["Beruntung sekalih Yoga mendapatkan calon istri anak orang kaya."]


["Aku bahagia, bisa melihat keponakkan kita sukses sekarang."]


["Semoga pernikahan mereka, diberkahi oleh Allah."]


["Kami sangat senang melihat Yoga, dan anak dari Boss besarnya bisa menikah."]


["Yoga memang pantas mendapatkan jodoh yang baik, karena Yoga orangnya baik, maka jodohnyapun orang baik."]


Begitulah kiranya, mereka membicarakan kebaikan Asisten Yoga. Pasalnya, dimata mereka Asisten Yoga itu anak yang baik, sholeh, berbakti kepada orang tua meski dirinya anak yatim piatu.


Keluarga pihak mempelai perempuan, sudah bersiap menyambut kedatangan rombongan besan. Dengan senyuman mengembang, para tamu besan dipersilahkan menempati tempat duduk, yang sudah dipersiapkan khusus oleh Panitia WO.


"Selamat datang para tamu rombongan besan, mohon untuk menempati tempat duduk yang sudah dipersiapkan." Ucap Panitia WO ramah, seraya menunjukkan tempat duduk untuk mereka.


"Terima kasih." Ucap para tamu rombongan besan bersamaan, seraya tersenyum ramah.


Kemudian merekapun menempati tempat duduknya masing-masing dengan tenang dan nyaman.



Acara Akad Nikahpun akan segera dimulai, karena Bapak Penghulu, dan Wali hakim sudah hadir, sebelum Mempelai laki-lakinya datang beserta rombongan besan.


Panitia WO membuka acara Akad Nikah, dan Resepsi Pernikahan sekaligus.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." Salam pembuka dari Panitia WO.


"Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuh." Jawab salam dari para tamu.


"Saya selaku Panitia WO, akan membacakan susunan acara, Pernikahan Tuan Yoga Aditama dengan Nona Wina Darma. Dimana acara itu, akan saya sebutkan satu persatu yaitu. Yang pertama, acara ramah tamah dari kedua keluarga Mempelai. Yang kedua, acara Akad Nikah antara Tuan Yoga Aditama dan Nona Wina Darma. Yang ketiga......... sampai yang terakhir adalah acara Resepsi Pernikahan."


Setelah Panitia WO membacakan satu persatu, susunan acara. Maka urutan pertamapun sudah dijalankan, yaitu acara ramah tamah dari pihak keluarga mempelai wanita, yang menyambut kedatangan dari para tamu dari pihak mempelai laki-laki.


Kemudian sebaliknya, pihak mempelai laki-lakipun menyampaikan ramah tamah, dengan niat kedatangan mereka, yang akan mempersunting calon mempelai wanita.


Sekarang acara yang kedua, yaitu melaksanakan Akad Nikah, antara kedua mempelai Pengantin. Para saksi dari pihak perempuan sudah ada, dan para saksi dari pihak laki-lakipun sudah ada.


Papa Bari Darma, selaku Wali nikah dari sang putri, Wina Darma sudah duduk disamping Bapak penghulu.


Asisten Yoga selaku mempelai laki-lakipun, segera berjalan didampingi Mama Deby, dan Adiknya Delina, ketempat duduk yang hanya berbatas meja panjang, didepan Tuan Bari Darma.


Jantungnya, dag.. dig.. dug.. Yoga Aditama, sungguh-sungguh berdebar-debar tidak karuan. Baru kali ini dirinya nampak nervouse didepan Boss besarnya selama ini.


"Kenapa kamu, Asisten Yoga? Kamu gugup, berhadapan dengan Bossmu ini, hah..? He.. he.. he.." Tanya Tuan Bari Darma yang menggoda Asisten Pribadinya itu dengan terkekeh, yang segera akan menjadi menantunya dalam hitungan menit.


Sontak saja para tamu undangan, dan semua yang hadir mendengar ucapan Tuan Bari Darma nampak ikutan tegang. Namun detik kemudian mereka ikut terkekeh, karena Tuan Bari yang terkekeh, menggoda calon menantunya itu, yang sudah terlihat nervouse.


"Apa? Kamu sudah mau jadi menantu saya, kenapa masih panggil saya Tuan hah..?" Tanya Tuan Bari, sedikit mendelikkan matanya.


"M.. maaf Papa." Ucap Yoga cepat, tanpa merubah posisi kepalanya yang sedang menunduk.


"Bagus.. bagus.. tapi kepalamu naikkan, jangan menunduk terus, memangnya kepala kamu tidak pegal hah.. ?"


"Iya.. Papa." Ucap Yoga cepat, seraya mengangkat kepalanya pelan, menatap Tuan Bari dengan berani.


"Nah.. begitu dong, dari tadi Nak." Ucap Papa Bari senang, seraya menepuk-nepuk belakang punggung Yoga pelan.


Yogapun sedikit lebih tenang, mendengar ucapan Tuan Bari, yang seakan membuat dirinya lebih siap untuk menghadapi Tuan Bari saat Ijab Qabul sesaat lagi.


"Sekarang waktunya Mempelai wanita untuk keluar, mendampingi Mempelai laki-laki membacakan Ijab Qabulnya." Ucap Panitia WO.


Para tamu undanganpun terlihat antusias, untuk melihat Mempelai wanita, yang akan segera keluar untuk melaksanakan acara Akad Nikah.


Wina Darmapun berjalan dengan begitu cantik, dan anggun, diapit oleh Mama Hilda dan Tante Jovanka.

__ADS_1


Semua mata tertuju kepada mempelai wanita, yang baru saja keluar dari kamar Pengantin. Mereka sangat mengagumi, kecantikan mempelai wanita, yang baru saja berjalan menuju tempat duduk disamping calon suaminya.


"Wooow.. cantik banget."


"Haaah.. calon Pengantin wanitanya seperti bidadari."


"Masya Allah.. mirip Princes disnay land."


Begitulah kira-kira, yang diucapkan oleh beberapa tamu undangan, tentang pendapatnya mengenai Pengantin wanita.


Asisten Yoga nampak terpesona oleh kecantikan calon istrinya, namun diapun langsung menundukkan kepalanya, untuk menghindari pandangannya.


Wina duduk disamping Asisten Yoga, dengan wajah yang sudah bersemu merah. Tampak gemetar, dan gugup saat ditatap intens, oleh calon suaminya meski hanya sekian detik.


"Acara selanjutnya pembacaan Ayat Suci Al'quran, yang akan dibacakan oleh seorang Qari yang bernama Ustad Anwar. Kepadanya kami persilahkan." Ucap Panitaia WO.


Setelah Ustad Anwar selesai membaca Ayat Suci Al'quran, kemudian dia memberikan nasehat Pernikahan, sepatah dua patah kata untuk kedua mempelai.


"Acara selanjutnya, mempelai wanita akan meminta izin kepada sang wali nikah, untuk bersedia menikahkannya, dengan calon suaminya yang sangat dia cintai." Ucap Panitian WO.


Akhirnya, Wina meminta izin kepada sang Papa Bari untuk menikahkannya. "Papa, sekarang Wina sudah dewasa, Wina meminta izinmu, untuk menikahkan Wina dengan pujaan hati Wina, yang bernama Yoga Aditama bin Malik Aditama. Sudi kiranya Papa memberikan restunya, untuk kami berdua, menjalankan bahtera rumah tangga yang sakinah, mawahdah dan warohmah."


"Iya, anakku sayang, Papa memberikan izin dan restunya untuk kalian menikah."


"Sekarang, tibalah saat yang ditunggu-tunggu, Ijab Qabul yang akan dibacakan oleh mempelai laki-laki." Ucap Panitia WO.


Papa Bari mengulurkan tangannya kearah Calon menantunya itu dengan yakin, lalu diterima oleh Yoga Aditama dengan sigap.


"Saya nikahkan dan kawinkan Yoga Aditama bin Malik Aditama, dengan anak saya yang bernama Wina Darma binti Bari Darma, dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan sepaket mas berlian 50 gram dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Wina Darma binti Bari Darma dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"SAH..." Ucap Bapak Penghulu.


"SAH..." Ucap para tamu yang hadir.


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2