
"Lo udah makan, Sya? Kalau belum, mau gue masakin apa?" Leon baru saja datang dan langsung menghampiri Maisya yang tengah sibuk di depan laptop.
Maisya memegangi dadanya terkejut. "Kalau Dateng itu bunyiin bel dulu kek jangan asal main nylonong aja bikin gue kaget aja. Mentang-mentang di kasih akses terinya ngelunjak," omel Maisya tanpa menoleh ke arah Leon yang berada di sampingnya.
Hari ini ia ada jadwal belajar online dengan guru privat yang di tugaskan Papa Bram untuk membantu Maisya menyelesaikan sekolahnya. Ya... bisa dibilang Maisya itu homeschooling, begitupun dengan Leon.
Tanpa permisi Leon duduk di sampingnya. "Kuping Lo aja yang nggak denger. Udah dua kali gue bunyiin bel tapi nggak ada respon. Makanya gue langsung masuk," omel Leon balik.
Maisya menyerngit keheranan. "Iya kah?" tanyanya sambil berpikir.
Leon menggeleng beberapa kali tak menggubris pertanyaan Maisya. "Udah belum?" Sekali lagi ia bertanya pada Maisya.
"Belum."
"Ya udah tunggu sini biar gue buatin makan siang buat Lo," ucap Leon bangkit dari duduknya berjalan menuju dapur Maisya.
*
*
*
"Zifran tunggu! Papa belum selesai bicara!" teriak Papa Arya melihat Zifran tak menggubris panggilannya.
Pria itu langsung menyusul Zifran yang menaiki tangga. Dan menarik tangan putranya untuk berhenti.
"Apa yang kau inginkan dengan sikapmu yang seperti ini?!" tanya Papa Arya tegas.
Zifran melepaskan cekalan Papa Arya. "Batalkan rencana pernikahan itu karena sampai kapanpun aku tidak menginginkannya!"
"Kau jangan bercanda, Fran karena semua sudah di persiapkan dan lusa kau akan menikah. Jadilah pria bertanggung-jawab jangan menjadi pecundang seperti ini!"
"Ya sudah jika itu keputusan kalian. Dan satu lagi. Berhenti mengurusi urusan ku!" Zifran pergi dengan rasa kecewanya pada Papa Arya.
Brak!
Suara pintu kamar yang ditutup Zifran kuat hingga menimbulkan bunyi nyaring membuat Papa Arya memegang dadanya karena terkejut.
Tak berselang lama, Zifran keluar dengan kemeja yang sudah berganti menjadi kaos oblong berwarna hitam dan celana pendek berwarna coklat susu berjalan melenggang di depan Papa Arya yang duduk di sofa ruang tamu sambil memeriksa pekerjaan yang beberapa hari diabaikan olehnya.
"Mau kemana kamu, Fran?" Melepaskan kacamatanya dan meletakkannya berkas yamg dipegang.
Zifran berhenti. Menarik napas, memutar bola matanya jengah. "Nongkrong sama Arlan."
"Sebentar lagi kamu akan menikah jadi rubalah sikapmu itu."
__ADS_1
"Berhenti menggurui ku, Pa. Aku akan melakukan apapun yang aku mau! Dan tolong jangan mencampuri urusanku!" sahutnya berlalu pergi dari sana.
*
*
*
"Masakan Lo enak juga, Yon. Lo belajar masak di mana?" tanya Maisya sambil memutar spaghetti di piring sebelum memasukkan kedalam mulutnya.
"Gue dulu sering liat kakak gue bikin ini. Terus gue perhatiin aja dia masaknya kayak gimana? Abis itu gue sering praktek di rumah karena ini termasuk makan favorit gue banget," jawab Leon.
"Lo punya kakak? Kok gue baru tau?" Maisya menoleh kesamping menatap Leon sedikit terkejut.
Selama Maisya berteman dengan Leon, belum pernah Leon bercerita bahwa ia mempunyai Kakak. Dan beberapa kali ia dan kedua sahabatnya berkunjung ke rumah pun kakak Leon tidak ada di sana.
"Oh... itu, kakak gue jarang di rumah karena dia tinggal di luar negeri dan balik ke rumah kalau dia lagi free," jawab Leon melanjutkan kembali memasukkan sendok kedalam mulutnya.
Limat menit sudah mereka habiskan untuk menyantap makan siang dengan menu sederhana, namun dibuat penuh cinta yang di bubuhkan Leon dalam masakannya. Setelah selesai, Maisya lanjutkan kembali tugasnya yang belum selesai begitupun dengan Leon yang mulai menghidupkan laptop miliknya.
'Pokoknya kamu harus menikah dengan Amel seminggu lagi. Papa tidak terima bantahan apapun dari mulut kamu!!'
'Berhenti untuk mencari Maisya, Fran. kau itu sudah bertunangan dan sebentar lagi kamu akan menikah. Jadi Papa harap kau jangan mempermalukan keluarga kita. Paham!'
Zifran memukul setir mobil untuk meluapkan segala kekesalan dan emosi yang menguasai dirinya saat ucapan kedua orang tuanya berlalu-lalang melintas dalam benaknya. Wajah merah padam, serta napas memburu setelah semua yang terjadi saat ini.
"Sia*lan Lo, Mel! Gara-gara Lo, gue harus kehilangan Maisya dari hidup gue! Lo ngerusak kebahagiaan cinta gue sama permainan busuk Lo! Lo udah ngancurin segalanya dan termasuk keluarga gue yang sekarang nggak perduli sama perasaan Maisya! Emang dasar pela*cur Lo, Mel!"
Emosinya meluap dan tak terkendali. Zifran melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibukota yang terlihat mulai ramai dengan kendaraan menjelang jam pulang kantor.
"Gue nggak akan ngebiarin elo bahagia di atas penderita gue sama Maisya!"
Mobil itu semakin kencang melaju di jalanan. Dari arah depan sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan sama tingginya dengan mobil Zifran.
Melihat itu, Zifran panik dan berusaha untuk menghindari dari mobil yang semakin cepat menghampiri dirinya.
"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!"
Brak!!!!
Tabrakan kencang tak dapat terelakkan lagi. Mobil yang ditumpangi Zifran berguling berulang kali hingga membentur pembatas jalan. Seketika tubuhnya terasa lemas saat mobilnya beradu kuat dengan mobil tangki tersebut. Zifran memejamkan mata ketika tubuhnya terguncang kesana-kemari.
Hancur, ringsek tak berbentuk lagi membuat Zifran yang berada didalam sana hanya bisa meringis merasakan perih dan remuknya tubuh yang seakan tak bisa digerakkan. Darah terus mengalir dari luka di sekujur tubuhnya karena serpihan kaca yang menancap di sana. Bahkan kini wajah Zifran pun sudah tidak mungkin bisa dikenali karena luka akibat hantaman besi pembatas jalan yang menerobos masuk kedalam mobil mengenai kepala Zifran hingga darah kental terus keluar tanpa bisa dihentikan.
Dalam keadaan setengah sadar, Zifran berusaha menggerakkan tubuhnya untuk keluar dari sana, namun semua seakan sia-sia karena kakinya terjepit dan posisi mobil yang terbalik.
__ADS_1
"To... to... long," lirih Zifran.
Banyak kendaraan yang berhenti di sana dan menolong Zifran. Tak hanya itu petugas kepolisian turut hadir dan langsung mengatur lalulintas agar tidak terjadi kemacetan.
Zifran menghela napas, kembali meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya. Pandangannya perlahan mengabur seiring dengan detak jantung yang semakin melemah. Kesadarannya pun hanya tinggal beberapa persen.
"Maafin kakak, Sya. Sampai kapanpun kakak cuma cinta sama kamu. Maaf, kakak yang belum bisa bikin kamu bahagia. Mungkin setelah ini kamu akan mendapatkan kebahagiaan kamu dan kakak ikhlas dengan semuanya. Sekali lagi maafin ka... kak," ucap Zifran lirih dan terbata-bata seiring dengan matanya yang terpejam.
Tiiittttttt...
"Kak Zifran!!!!" teriak Maisya menangis histeris.
"Lo kenapa, Sya?" tanya Leon yang terkejut mendengar teriakkan Maisya. Ia langsung menutup laptopnya mendekati Maisya yang masih tergugu.
"Lo kenapa nangis? Lo mimpi buruk?" Menarik tubuh Maisya membawanya kedalam pelukannya.
"Gu-gue mimpi kak Zifran ketabrak mobil, Yon," jawab Maisya sesenggukan.
"Lo masih mikirin cowok breng*sek itu?" tanya Leon yang di balas anggukan oleh Maisya. "Udahlah, orang kayak dia nggak perlu Lo pikirin. Dia aja nggak mikirin perasaan lo. Sekarang Lo harus buka lembaran baru di sini. Di kota ini bareng gue. Gue nggak mau liat Lo sedih terus," sambung Leon mengusap punggung Maisya berusaha untuk menenangkannya.
"Gue butuh waktu untuk itu semua. Gue nggak bisa lupain dia gitu aja."
"Ok, gue paham. Jadi sekarang jangan nangis lagi," pinta Leon mengurai pelukannya menatap Maisya. "Lagian itu cuma mimpi, jadi Lo nggak perlu khawatir."
"Tapi mimpi itu kayak nyata banget Yon. Gue ngerasai gimana sakitnya kak Zifran. Dan gue liat ada penyesalan dari matanya waktu dia manggil nama gue. Hiks.. hiks..." adu Maisya terisak.
'Maafin yang belum bisa ngapus perasaan gue sama kak zifran.'
'Gue bakal berusaha sabar sampai Lo bener-bener bisa ngelupain Zifran dari hati Lo, Sya."
*
*
*
Gimana tanggapan kalian sama part ini?
Sedih? Atau Seneng?
Jangan lupa kasih tanggapannya di kolom komentar ya.
Oiya, jangan lupa follow akun Facebook author Imer Merlin ya untuk mendapatkan informasi tentang cerita Maisya dan Zifran. Dan jangan lupa untuk berkomentar yang seru-seru karena ada hadiah pulsa di akhir cerita yang akan author posting di FB.
Salam hangat dari author 🥰🥰
__ADS_1