Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova
Kegelisahan Daniel


__ADS_3

Setelah membersihkan dirinya Daniel langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Hatinya sungguh gelisah tak menentu, pikiran serta hatinya dipenuhi oleh wajah Chelsea.


"S*h*i*t* wanita ini sungguh membuatku gila, sama seperti saat aku mencintai Zahra dulu" gumamnya dengan mengusap rambutnya yang kasar.


Karena Daniel telah kehilangan ketenangan hatinya dia pun mengirim pesan pada Chelsea untuk ke kamarnya dengan alasan ada yang harus dikerjakan.


Tak selang berapa lama terdengar suara ketukan dengan secepat kilat Daniel beranjak dan membuka pintu.


Sumringah wajahnya berubah kecewa saat yang mengetuk pintu adalah Jeff asistennya.


"Siapa yang menyuruhmu kemari?" tanya Daniel ketus


Tanpa ijin dari Daniel Jeff pun langsung masuk, tentu Daniel geram atas sikap Jeff.


"Aku kesini bukankah Anda yang mengirim pesan pada saya boz kalau ada yang harus dikerjakan" jawab Jeff tanpa rasa berdosa.


Daniel pun membulatkan matanya, bergegas mengecek ponselnya. Karena menurutnya dia tadi mengirim pesan ke Chelsea bukannya ke Jeff.


Yang benar saja saat mengecek ponselnya, ternyata benar Daniel mengirim pesan pada Jeff.


"Aku rasa aku sudah gila" gumamnya lalu duduk di samping Jeff


"Apa yang harus dikerjakan boz" tanyanya dengan menguap

__ADS_1


"Kamu mengantuk?" tanyanya dengan menatap asistennya tersebut.


"Iya Boz" jawabnya singkat.


Karena kasian kepada Jeff, Daniel mengijinkan Jeff tidur.


"Tidurlah Jeff, kelihatannya kamu sangat capek. Kita kerjakan besok saja, lagian bisa aku tunda dulu" katanya yang membuat Jeff menatap Daniel


"Tumben sekali dia peka terhadap bawahan. Biasanya sungguh seenaknya sendiri" batin Jeff.


"Sudah jangan melamun, segeralah pergi atau aku berubah pikiran" ancam Daniel yang membuat Jeff segera keluar kamarnya.


Daniel pun kembali ke tempat tidur baru mau naik pintu kamarnya diketuk lagi.


"Mau aku...." belum sempat melanjutkan kata-katanya Chelsea berdiri di depan kamarnya dengan segelas susu di nampan.


Raut wajah Daniel seketika cerah secerah Sang mentari.


"Mau aku apa pak?" tanya Chelsea penasaran pasalnya Daniel tidak melanjutkan kata-katanya.


"Tidak apa-apa Chelsea ku kira ku adalah Jeff" jawab Daniel dengan mengusap tengkuknya.


"OOO begitu, oh ya pak ini segelas susu hangat untuk bapak, jangan lupa di minum ya?" ucap Chelsea lalu hendak kembali lagi ke kamarnya.

__ADS_1


Secepat kilat Daniel memegang tangan Chelsea lalu memintanya untuk masuk kamar dulu karena ada yang perlu dibahas.


Chelsea tersenyum lalu masuk, Daniel menyuruhnya untuk duduk begitu pula dengan dirinya yang ikut duduk di sofa.


"Jadi kita mau bahas apa pak?" tanya Chelsea


"Bahas masa depan kita berdua Chelsea" jawab Daniel


Chelsea pun menghela nafas, dengan berucap


"Aku kira kita akan membahas sesuatu yang penting pak, ternyata membahas masa depan kita berdua" kata Chelsea dengan sedikit kesal.


"Please Chelsea, tangan marah kepadaku" pinta Daniel


"Baiklah pak, apa yang akan bapak bahas tentang masa depan kita?" tanya Chelsea lagi


"Pertama-tama kamu harus mencintaiku dulu Chelsea" jawab Daniel


"Lalu?" tanya Chelsea balik


"Lalu kita menikah" jawab Daniel


"No No no tunggu dulu pak, menikah jangan buru-buru, harus dimantapkan dahulu. Kita masih punya banyak waktu untuk saling mengenal. Lagipula anda juga belum tau karakter saya bagaimana begitu pula sebaliknya.

__ADS_1


Daniel pun mengangguk paham.


__ADS_2