
"Kamu kenapa ada di sini Chelsea?" tanya Daniel
"Kenapa bapak juga disini? tanya Chelsea balik
Aku dan Chris pun saling menatap, lalu Chris pun mengangkat bahunya.
"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanyaku
"Dia sekertaris kakak di kantor Zahra" jawab Daniel
Chelsea pun membulatkan matanya,
"Jadi dia adikmu?" tanyanya pada Daniel
"Iya dia adikku" jawab Daniel
"Oh my God ternyata dunia ini sempit sekali" sahut Chelsea.
"Jadi kamu bekerja di kantor orang Arab ini Chelsea?" tanya Chris.
"Iya Chris" jawab Chelsea.
"Dia saudaramu?" tanya Daniel
"Iya dia kakakku" jawab Chris
Mereka semua pun tertawa tak menyangka dunia sungguh sempit.
"Jadi bagaimana Chris, apa kamu menyetujui kakakmu untuk menjadi istri tuan Daniel?" tanya Jeff yang membuat semua melemparkan tatapan ke padanya.
__ADS_1
"Hey calm down, kenapa kalian menatapku seperti itu" kata Jeff dengan terkekeh.
"Mau aku sobek mulutmu Jeff?" ancam Daniel
"Maaf tuan kan saya hanya mewakili hati tuan" kata Jeff yang membuat Chelsea menunduk
"Kakakku tak mungkin mencintai Daniel, aku cukup tau tipe Chelsea, dia bukan penggila orang timur tengah" sahut Chris
"Sudahlah kalian, iya atau tidaknya itu urusanku dengan Chelsea bukan kalian" timpal Daniel kesal.
Kami pun mengobrol bersama hingga aku dan Chris pamit ke kamar dan Jeff pun ijin ke teras untuk melihat-lihat
"Aku tak menyangka kamu adalah Kakak dari Chris yang super menjengkelkan itu" kata Daniel membuka keheningan diantara mereka.
"Aku juga tak menyangka kalau kamu adalah Kakak dari Zahra." sahut Chelsea
Mereka pun mengobrol berdua hingga tak terasa hari semakin larut.
"Kamu tidak pulang Daniel?" tanya Chris
"Tidak, aku mau menginap disini" jawabnya
"Apa-apaan kamu ini Daniel, kamu kira rumahku hotel sehingga kamu seenaknya menginap disini" gerutu Chris
Aku yang baru keluar kamar pun menanggapi obrolan mereka
"Kak Yazid mau menginap disini?" tanyaku dengan senang
"Iya Zahra namun suamimu melarang ku" jawab Daniel dengan pura-pura mengiba
__ADS_1
"Hubby, kenapa nggak boleh kan masih ada beberapa kamar kosong?" kataku dengan menatap Chris
"brengsek kamu Daniel" batin Chris
"Boleh kok sayang, tadi aku hanya bercanda saja" imbuh Chris dengan senyuman yang dipaksakan.
Aku pun meminta art untuk menyiapkan dua kamar untuk kak Yazid dan Jeff.
Lalu kami pun melanjutkan obrolan kami, aku memperhatikan kak Yazid yang sedari tadi menatap Chelsea.
Aku pun mengkode Chris untuk masuk ke kamar,
"Hubby ayo ke kamar. Chelsea temani kakakku ya" kataku lalu menarik Chris masuk
Saat di kamar Chris langsung saja menidurkan ku
"Apa kamu tidak sabar sayang?" tanyanya dengan tersenyum licik
"Hubby, hubby di otakmu hanya ***, aku mengajakmu cepat-cepat ke kamar supaya kak Yazid dan Chelsea bisa leluasa ngobrolnya tanpa kita" jawabku.
"OMG, aku kira kamu menginginkannya" sahut Chris
Aku pun tertawa, "Aku tidak menginginkannya namun jika kamu membutuhkanku untuk melepas hasrat mu aku siap hubby" kataku lalu bersiap.
Tanpa aba-aba Chris menyerang ku, dia melepas semua bajunya dan juga bajuku.
Setelah sama-sama polos dia pun bergerilya.
Walaupun hampir setiap hari kami melakukan pergulatan panas namun Chris masih saja perkasa.
__ADS_1
Di depan,
Jeff pun di kode Daniel untuk segera masuk ke kamarnya supaya tidak mengganggu dirinya namun bukannya Jeff yang masuk kamar tapi Chelsea. Daniel pun kecewa, dia pikir akan menghabiskan malam bersama Chelsea walaupun hanya sekedar ngobrol.