
Chelsea menyewa sebuah apartemen di dekat kantornya untuk menghemat pengeluaran transportasi.
Keesokan harinya Chelsea sudah bersiap dengan baju kerjanya. Penampilannya lumayan menawan, rok pendek kaos yang dibalut dengan blazer hitam dengan sepatu berhak tinggi.
Jeff pun tertegun melihat outfit Chelsea hari ini begitu pula Daniel bahkan pandangan Daniel tak lepas dari Chelsea.
Ehem ehem
"Kelihatannya ada yang mulai tertarik pada wanita ni" goda Jeff
"Kamu masih ingin hidup atau sudah bosan hidup?" tanya Daniel yang lebih terkesan mengancam
"Saya belum menikah boz, tentu aku menginginkan hidup." jawab Jeff
Mata Daniel pun kembali ke benda persegi di depannya, begitu pula dengan Chelsea yang juga sibuk dengan pekerjaannya.
Meja kerja Chelsea di depan ruangan Daniel, Daniel menggunakan kaca tembus pandang. Dia bisa melihat Chelsea bekerja namun Chelsea tak bisa melihat Daniel bekerja.
"Boz, ada meeting dengan klien jam tiga" katanya mengingatkan Daniel.
"Ok, kamu siapkan semua" ujar Daniel.
__ADS_1
Chelsea pun kembali ke meja kerjanya lagi.
*****
Dua hari kemudian Chris dan aku pergi ke New York untuk menemui keluarga Chris.
Aku sangat gugup saat tiba di rumah Chris, rumahnya sungguh megah.
Plak
Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Chris, aku sungguh kaget, tak ku sangka kehadiran kami disambut dengan tamparan oleh seorang wanita paruh baya, mungkin ini adalah mommy Chris.
"Taukah kamu Chris, mommy sangat merindukanmu. Hanya gara-gara masalah itu kamu sungguh pergi tanpa pernah menengok mommy, tidak ada upaya darimu yang berusaha membujuk mommy untuk memaafkan mu" imbuh mommy Chris.
Kami berdua hanya menunduk, memang benar yang diucapkan mommy Chris kalau orang tua tak bisa membenci anaknya walaupun anaknya telah melukainya.
"Forgive me mom" kata Chris lirih
Mommy nya pun langsung memeluk Chris, "Say again Chris" pinta mommy Chris sambil menangis.
"Forgive me mom" kata Chris lebih keras
__ADS_1
"Forgive mommy too Chris" kata mommy
Wanita tua ini terisak dalam pelukan anaknya, terlihat betapa rindunya dia kepada Chris. Chris adalah anak satu-satunya tentu dia amat sangat merindukan Chris.
Saat sadar akan kehadiranku pun dia melepas pelukannya. Mommy menghampiriku dan langsung memelukku.
"Awalnya aku sangat membencimu karena kamu membuat Chris berpindah keyakinan, namun kini aku sadar tidak ada agama yang mengajarkan kejelekan pada umatnya, untuk itu yang terpenting sekarang Chris taat pada agamanya dan berperilaku lebih baik, bimbinglah terus Chris supaya menjadi person yang baik" kata mommy yang membuatku mengangguk.
Dia pun memelukku juga, rasanya bahagia sekali. Jadi inikah rasanya memiliki ibu mertua?
"Thanks mom" lirihku yang membuat mommy Chris semakin erat memelukku.
"Mommy yang harus berterima kasih padamu karena telah merubah Chris jauh lebih baik dari sebelumnya." ucap Mommy.
"Sudah sudah dramanya, mommy Chris lapar. Sampai kapan kita berdiri disini? bisa-bisa Chris nanti pingsan" kata Chris yang membuat mommy melepas pelukannya padaku.
Aku pun geleng-geleng kepala, acara maaf-maafan nya baru saja selesai kini berulah dengan kata-katanya.
"Mommy lupa Chris" kata mommy lalu mengajak Chris kedalam untuk makan.
Aku yang dilupakan pun mengekor dari belakang.
__ADS_1