
Disebuah mall terbesar di kotanya.
Maisya dan teman-temannya baru saja tiba di tempat itu langsung bergegas menaiki lift yang tersedia di dalam mall tersebut. Mereka berharap jika mereka belum terlambat ketika sampai di sana.
Namun, semuanya tampak sia-sia saat mereka tiba dan melihat antrean yang begitu panjang memadati setiap loket pembelian tiket tersebut.
"Yah, kita telat. Gimana nih, pasti bakal lama buat kita ngantri tuh liat tuh, banyak panjang banget kan antreannya." ucap andin yang menunjuk kearah kerumunan.
"Yah, jadi gimana dong, masa nggak jadi." sambung Alya tertunduk lesu.
"Udah deh lo pada nggak usah drama. Nih, taraaaaaa! " Maisya menunjukkan tiket nonton mereka. "Gue udah punya tiket buat kita nonton."
Seketika Andin menatap tiga lembar tiket yang ada di tangan Maisya. "Serius ini tiket nonton Sya?" tanya Andin tak percaya.
Sementara alya langsung mengangkat wajahnya, "Gimana caranya lo bisa dapet?" sambung Alya.
"Tadi sepulang sekolah gue mampir dulu kesini buat beli tiketnya, gue pikir kalau entar-entar belinya takut nggak kebagian. Eh, ternyata bener kan, kalau kejadiannya kayak gini. Untung aja gue udah beli," jelas Maisya.
"Uhhhh, pinternya si Maimunah... emang paling the bast deh," ucap Andin sambil mencubit kedua pipi Maisya.
"Stop panggil gue dengan nama itu! Nama gue Maisya, bukan Maimunah, Andin. Sebel gue sama lo," ucap Maisya mengerucutkan bibirnya.
"Ututututu. Jangan ngambek gitu dong Sya," Andin coba membujuk Maisya. Dan mencubit pipi Maisya kembali.
Alya yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu hanya bisa memutar bola matanya jengah.
"Lo berdua mau nonton atau mau ngedrama disini, huh! Cepet buruan,entar lagi film nya di mulai."
Malas melihat keduanya bertingkah seperti anak kecil, Alya langsung menarik tangan mereka bersamaan tanpa adanya penolakan untuk segera masuk kedalam bioskop.
Sesampainya mereka didalam, Maisya dan sahabatnya langsung mendudukkan tubuhnya di tempat duduk yang berada di bagian tengah dan sesuai dengan nomor kursi yang mereka dapat.
Beberapa saat sebelum pemutaran film dimulai, Alya dan Andin pamit kepada maisya untuk pergi membeli minuman dan camilan. Sebab mereka tadi terburu-buru hingga mereka melupakannya.
Setelah kepergian dua sahabatnya itu, Maisya yang merasa sendiri dan suntuk pun akhirnya sibuk melihat kesana-kemari hingga pandangannya tak sengaja berhenti di satu titik yang berada lumayan jauh dari dirinya.
'Kok kayak kak Dion ya? Tapi nggak mungkin deh. Please deh Saya jangan mikir yang aneh-aneh, mungkin Lo cuma salah liat.' batin Maisya bermonolog sendiri.
Cukup lama Maisya larut dalam pemikirannya hingga dirinya tak menyadari kehadiran kedua sahabatnya, sampai tepukan bahu menyadarkannya dari lamunan. Dan saat itu juga bertepatan dengan film yang baru saja di mulai.
Sesampainya di pertengahan film, Maisya selalu mencuri-curi pandang dengan seseorang yang memakai topi yang jaraknya tidak begitu jauh dari dirinya.
Dengan rasa penasaran yang mencuat, Maisya mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.
^^^Me^^^
^^^Lagi dimana kak?^^^
Kak Dion
Di kampus, Ada apa Sya?
^^^Me^^^
^^^Yakin?^^^
Kak Dion
'Foto Dion'
Nih, kakak lagi ada kelas tambahan. Emang ada apa sih Sya?
Melihat foto yang di kirim Dion kepadanya muncul rasa bersalah dalam hati Maisya, karena secara tidak langsung bahwa ia sudah menuduh kekasihnya yang macam-macam.
__ADS_1
^^^Me^^^
^^^Hehehe, nggak ada apa-apa kok kak. Maaf ya kak, aku udah ganggu kakak.✌️^^^
Kak Dion
Ya udah nggak papa. Kalau gitu kakak mau lanjutin tugas kakak dulu ya, bye Sya.
^^^Me^^^
^^^Maaf banget ya kak atas yang tadi,😊^^^
Kak Dion
Hem
^^^Read^^^
Maisya memasukkan kembali ponselnya ke dalam Sling bag milikny setalah mengetahui keberadaan Dion yang ternyata masih di kampusnya, akhirnya Maisya bisa bernafas lega karena yang ia pikirkan tentang sang kekasih ternyata tidak benar adanya.
***
Buggh!
Maisya yang baru saja pulang langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur kesayangannya.
Ia menikmati rasa nyaman ketika tangannya menyentuh menyapu lembut seprai favorit dengan motif Donald duck kesukaannya. Mungkin karena rasa lelah juga Maisya rasakan, akhirnya Maisya memejamkan matanya perlahan.
Belum lama ia memejamkan matanya, suara derap langkah seseorang menyapa Indra pendengarnya.
Drap drap drap.
Maisya seketika membuka matanya saat menyadari bahwa seseorang telah memasuki kamarnya.
Tak lama kemudian Maisya bangkit dari tidurnya.
"Dari mana aja kamu Sya, kok jam segini baru pulang?" tanya papa Maisya.
Maisya Maisya melirik jam ada di nakasnya ternya sudah menunjukkan pukul 19:24 wib.
"Nonton sama temen." ucapnya singkat.
"Tumben jam segini papa udah di rumah." tanya Maisya menyilangkan kakinya di atas ranjang miliknya.
"Kenapa? Nggak boleh, hem?" tanya papanya balik.
" Tapi lucu aja tau nggak sih,kenapa diwaktu Maisya lagi butuh papa, papa selalu sok sibuk dan seakan menghindari Maisya."
"Papa nggak pernah menghindari kamu Sya, kemarin itu papa ada kerjaan yang mendadak dan nggak bisa untuk di tinggal. Maafin papa yang kemarin ya?" pinta papanya.
"Alasan klasik."
"Jangan kayak anak kecil gini gong Sya. Tolong ngertiin apa yang papa lakuin ini semuanya demi kamu Sya, demi kamu." ucap papanya yang tak tau harus bicara apa lagi untuk meyakinkan putrinya.
"Papa yang nggak pernah ngertiin Maisya. Dah lah, males lama-lama ngomong sama papa."
Maisya langsung menelungkup kan tubuhnya serta menutupi wajahnya dengan bantal yang ada di sebelahnya, sekedar untuk meredam kekesalannya pada sang papa.
Berbeda dengan Maisya. Papanya yang melihat tingkah putri semata wayangnya itu hanya bisa tersenyum kecut saat menyadari dirinya belum bisa menjadi Papa yang terbaik untuk anaknya.
"Ya udah kalau gitu papa balik dulu, jangan lama-lama ngambeknya." ucap papa Maisya lembut seraya mengelus punggung putrinya penuh kasih sayang. Dan setelah itu melangkah ia pergi meninggalkan Maisya sendirian di kamarnya.
Sementara, Maisya yang mendapat perlakuan dari sang papa hanya menangis tanpa suara. Sebab, perlakuan yang diberikan oleh papanya sangat amat jarang Maisya dapatkan hingga air mata yang sejak tadi ia tahan tak mampu terbendung lagi.
__ADS_1
Sudah cukup lama Maisya menelungkup kan tubuhnya serta menutup wajahnya dengan bantal, akhirnya Maisya membalikkan tubuhnya yang hampir kehabisan oksigen.
'Untung gue nggak mati.' batin Maisya.
Maisya bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena air mata dan berkeringat tentunya.
Tak lama kemudian Maisya keluar dari kamar mandi hanya mengenakan bathrobe dan handuk kecil yang melilit di kepalanya sedang berjalan ke arah nakas dan mengambil ponsel miliknya.
"Notifikasi pesan dari nomor baru? Siapa sih?" monolognya.
Penasaran akan siapa orang yang sudah mengirimkannya pesan 5 menit yang lalu, Maisya langsung membuka password di layar ponselnya.
Seketika raut wajah Maisya berubah merah padam.
+62812xxxxxx45
Jangan lupa kabari gue kalau mobil gue udah siap.
+62812xxxxxx45
Awas kalau Lo berani bawa lari mobil gue.
+62812xxxxxx45
Gue teror Lo😠😠
Tak tahan dengan beberapa tuduhan bahkan sebuah ancaman yang dilayangkan oleh seseorang yang ia kenal, akhirnya Maisya pun membalasnya.
^^^Me^^^
^^^Sorry dorry stroberi ya om, gue nggak level sama mobil Lo itu.^^^
Om Mesum
Ya kan, buat jaga-jaga, siapa tau aja Lo khilaf.
^^^Read^^^
"Sia*lan nih om-om mesum. Enak banget ngatain orang," omel Maisya sambil mere'mas bantal yang ada di pangkuannya.
^^^Me^^^
^^^Eh om. Kalau punya mulut jangan lemez amat kenapa? Nggak malu sama umur.😛😝^^^
^^^Me^^^
^^^4 hari lagi mobil om udah siap. Nih, om ambil aja sendiri di bengkel 'Ganti Baru' dijalan X.^^^
Read
"Double sia*lan emang nih orang maen nge-read doang. Capek-capek gue ngetiknya eh, malah di read. Emang dasar om-om mesum."
Setelah mengomel panjang kali lebar, Maisya segera menuju ruang ganti.
"Huh, nyamannya...." ucap Maisya yang baru keluar dengan mengenakan baju piyama bermotif keroppi favoritnya selain Donald duck.
Tanpa menunggu aba-aba Maisya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur king size kesayangannya untuk menuju ke alam mimpi yang penuh dengan ilusi.
Sementara itu......
...****...
🍀Hai semuanya, tak bosan-bosannya Author amatir ini mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kunjungan kalian ke cerita TCSC.
__ADS_1
Jangan lupa juga a untuk klik tombol like dan favorit kalian untuk nyemangatin othor buat cepet update. Dan terimakasih juga buat kalian yang udah ngasih hadiah ke othor.💕💕💕
🙏🙏🙏