
"Hubby, mommy kamu sakit sebaiknya kamu pulang kasian mommy" kataku dengan sendu.Aku tak mau disalahkan atas sikap Chris yang memutus silaturahmi dengan keluarganya.
"Iya aku memang berencana pulang namun sebelumnya aku harus minta cuti terlebih dahulu." ucap Chris dengan raut wajah yang tak biasa.
"Tapi aku pulang tidak sendiri karena aku akan mengajak kamu serta Freya" imbuhnya.
Aku pun setuju-setuju saja kalau dia mengajak aku pulang, bahkan aku sangat senang bisa bertemu dengan mertuaku.
"Semoga mommy mu menerimaku hubby" ucapku dengan tersenyum.
"Semoga sayang, kalau mommy tidak menerimamu aku tidak akan mengunjunginya lagi" sahut Chris.
"Hubby, jangan begitu. Kasian orang tua kamu jika kamu tidak memutus silaturahmi, namanya orang tua mungkin ingin yang terbaik untuk anaknya. Untuk itu kita bujuk mommy dan Daddy. Memutuskan silaturahmi itu memperpendek umur dan juga membuat rejeki tak lancar hubby" kataku menjelaskan.
"Memangnya begitu sayang, kamu tau darimana?" tanya Chris.
Aku hanya geleng-geleng kepala, "memang begitu menurut hadist sayang"
"O" sahutnya singkat.
*******
__ADS_1
Sore hari pun menyapa, aku yang bosan pun keluar kamar, kulihat Chelsea duduk di bangku taman.
Aku pun inisiatif untuk mengobrol dengannya.
"Hay Chelsea, boleh aku duduk" ucapku dengan tersenyum
"Silahkan" ucapnya singkat tanpa menoleh ku.
Suasana hening menyelimuti kami, aku yang bingung mau ngobrol apa hanya diam begitu pula dengan Chelsea.
Lama kami diam akhirnya dia pun membuka obrolan
"Apa Chris setuju untuk mengunjungi mommy?" tanyanya tanpa menatapku
"Baguslah Zahra, terima kasih telah membujuk Chris" katanya dengan tersenyum padaku.
"Aku serahkan semua padamu Zahra, antar Chris pulang. Kasian mommy, beliau sangat menyayanginya." ucap Chelsea lirih. Nampak raut wajah Chelsea berubah.
"Sebenarnya apa yang membuat Chris marah dan memutus silaturahmi antara kalian?" tanyaku penasaran
"Semua salahku, aku yang mengompori mommy untuk memaksa Chris menerima perjodohan konyol itu" jawab Chelsea.
__ADS_1
Aku pun tak paham pasalnya Chelsea kurang gamblang dalam menjelaskan sehingga aku pun bertanya kembali
"Maksudnya?"
"Begini Zahra mommy menjodohkan Chris dengan anak temannya namun Chris tidak menyetujuinya dan aku terus saja mengompori mommy untuk mendesak Chris bahkan aku menyuruh mommy untuk mengancam Chris. Mommy juga mengusir Chris dan mencoret nama Chris dari daftar nama pewaris tunggal harta daddy nya dulu karena Chris tetap tidak mau menerima perjodohan tersebut. Dari situlah Zahra, Chris marah dan tidak pernah pulang." kata Chelsea menjelaskan.
"Pantas Chris begitu membenci Chelsea dan memutuskan silaturahmi" batinku
"Aku terus menghubungi Chris dan bilang minta maaf namun hatinya sangat keras oleh sebab itu kemarin aku menamparnya karena dia memblokir nomorku" imbuh Chelsea.
"Chris terkadang memang bertindak sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan orang lain namun hatinya sungguh baik." kataku dengan tersenyum.
Kami pun mengobrol banyak hal tentang Chris dan keluarga mereka.
Obrolan kami harus selesai karena Chris memanggilku.
"Nanti kita mengobrol lagi Chelsea" kataku lalu berlalu bahkan Chelsea belum sempat menjawab perkataan ku.
Aku pun menghampiri Chris yang sudah duduk di teras, dia pun bertanya
"Ngobrol apa?kelihatannya sangat asik sekali" tanya Chris dengan tersenyum.
__ADS_1
"Banyak hal hubby" jawabku dengan tersenyum.
Chelsea yang dari kejauhan melihat kami pun menyusul dan bergabung.