
Daniel mengangguk paham, lalu dia pun bertanya lagi.
"Apakah kenyamanan itu sudah kembali lagi?" tanya Daniel menatap Chelsea berharap mendapat jawaban iya atau sebuah anggukan.
Chelsea menatap Daniel balik lalu dia pun berkata
"Ntah lah pak" jawabnya singkat. Daniel pun frustasi akan hal itu.
"Tak apa-apa aku masih punya 99 hari lagi" batinnya mencoba menguatkan dirinya sendiri.
Chelsea melihat Daniel yang sedang melamun lalu dia pun menepuk bahu atasannya tersebut
"Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan saya pamit kembali ke kamar saya dulu pak jangan lupa susunya diminum mumpung masih hangat" pamit Chelsea.
Sontak Daniel pun mencegah Chelsea untuk tetap di kamarnya "Chelsea temani saya dahulu anggap saja ini lembur. Aku akan menyisipkan upahnya dalam gaji mu bulan depan." pinta Daniel.
Chelsea pun tertawa, "pak Daniel pak Daniel, bapak ada-ada saja. Ya sudah saya temani namun nggak usah digaji" katanya lalu duduk kembali dan meletakkan nampan yang dibawanya.
"Apa yang paling kamu suka Chelsea?" tanya Daniel
"Saya suka uang pak" jawab Chelsea sambil terkekeh
"Semua orang juga menyukainya Chelsea" timpal Daniel
"Maksud saya hobby kamu, atau kegiatan apa yang paling kamu sukai?" tanya Daniel lagi dengan menjelaskan
Chelsea pun nampak berfikir, sebenarnya banyak sekali yang dia sukai salah satunya bermain ice skating.
"Saya suka sekali bermain ice skating pak" jawab Chelsea.
__ADS_1
"Kalau saya tidak suka Chelsea namun apakah kamu bisa mengajari saya?" tanya Daniel lagi
"Bisa namun tidak gratis kali ini anda harus menambahkan dalam gaji saya bulan depan" jawab Chelsea.
Mereka pun tertawa, mereka cerita banyak hal. Karena sangat mengantuk Chelsea pun pamit undur diri untuk tidur.
*******
Keesokan harinya semua berkumpul di ruang makan, Daniel dan Jeff ada urusan yang sangat penting terkait pekerjaannya di luar perusahaan sehingga Chelsea tidak ikut bersamanya dan dia pun berangkat pagi-pagi.
Chris yang ada meeting pun harus berangkat pagi,
"Hati-hati di rumah ya sayang, aku ada meeting pagi ini setelah itu harus bertemu klien" pamit Chris tak lupa dia mencium bibirku.
"Brengsek kamu Chris berciuman di depanku membuat jiwa jomblo ku meronta." batin Chelsea lalu membuang wajahnya.
Setelah puas Chris pun melepaskan pautannya lalu bergegas berangkat.
Dia pun akhirnya menyibukkan diri dengan membuat kue.
Dua jam berlalu akhirnya kue keju buatannya pun jadi.
Aku pun disuruh untuk mencicipinya.
"Ini enak sekali Chelsea" kataku dengan mulut penuh kue.
"Terima kasih Zahra" sahut Chelsea.
Tiba-tiba ponselku berbunyi, kak Yazid pun menelpon,
__ADS_1
"Ada apa tumben telpon" batinku lalu menerima panggilannya.
Dia menyuruhku untuk memberikan ponselku pada Chelsea.
Daniel : Ponselku kok gak aktif Chelsea?
Chelsea : Maaf pak, ponsel saya tadi jatuh jadi rusak
Daniel : Pantas saja nggak bisa aku hubungi.
Chelsea : Ada apa pak?"
Daniel : Nanti jam tiga aku tunggu di Arena ice skating xxx kamu punya janji untuk mengajari aku
Chelsea : Siap pak
Mereka pun mengobrol banyak lalu Daniel pun mengakhiri panggilannya.
Hari pun cepat berlalu, hingga waktu sudah menunjukan jam dua siang, Chelsea yang dari tadi menemaniku mengobrol pun akhirnya lelah dan mengantuk, dia merebahkan dirinya dan tertidur. Dua jam berlalu namun Chelsea masih juga belum bangun. Mungkin karena semalam dia begadang dengan Daniel sehingga hari ini dia tidur lama.
Jam menunjukan pukul lima, Chelsea yang baru bangun pun mandi dan keluar kamar, menemaniku mengajak Freya bermain di taman.
Kak Yazid yang menunggu Chelsea pun mulai bosan, berkali-kali dia menelpon ku namun tidak aku jawab karena aku sedang bermain bersama Freya.
Ponsel Daniel pun low bat dan mati, dia pun menunggu Chelsea hingga matahari tenggelam.
Chris yang sudah pulang pun bertanya
"Daniel tumben belum pulang?" tanya Chris
__ADS_1
Chelsea pun memelototkan matanya dengan berucap
"Pak Daniel......"