
David dengan menggendong Daffa menarik tangan Puput sedangkan Chris dengan menggendong Freya juga menarik tanganku.
"Mau kemana hubby?" tanyaku dengan lirih
"Memberi hukuman padamu," jawab Chris kesal
"Matilah aku," sahutku
"Tidak apa-apa setidaknya kalian berdua mati dalam kenikmatan," timpal Chris namun dengan raut wajah yang datar
Setelah di kamar Chris menitipkan Freya pada baby sitter yang disewa Puput begitu pula dengan Daffa, Chris maupun David David saling pandang.
Chris mengkode David untuk berbicara
"Kenapa kalian pergi meninggalkan kami?" tanya David
"Karena kami kesal pada kalian," jawab Puput
"Kalian selalu melakukan sesuatu yang membuat kami kesal," sahutku
"Tidakkah kalian tau kami mencari kalian seperti orang gila," timpal Chris dengan mata yang basah
"Please jangan ulangi lagi, meninggalkan kami sendiri" imbuh David
__ADS_1
Aku dan Puput saling pandang, apa yang mereka lakukan sungguh di luar ekspektasi kami. Ku kira setelah di kamar mereka akan menghukum kami dengan hukuman ranjang tapi ternyata tidak. Dengan sikap Chris dan David yang seperti itu membuat aku dan Puput menyesal.
Chris pun menarik ku dalam pelukannya begitu pula dengan David Bryan yang menarik Puput dalam pelukannya juga.
"Im sorry really sorry sayang, karena berulang kali menyakitimu," kata David lirih
"Im sorry too sayang," sahut Puput
"im sorry sayang, karena selalu mengulang kesalahanku padamu hingga kamu marah dan tidak mau memaafkan ku." Chris pun memelukku dengan erat
"Im sorry too hubby karena meninggalkanmu, lihatlah badanmu terlihat kurus." Aku semakin mengeratkan pelukanku pada Chris.
"Bagaimana nggak kurus, siang malam kami selalu mengkhawatirkan kalian, tak ***** makan sulit untuk tidur sungguh tersiksa sekali," sahut David Bryan.
"Jadi impas ya sekarang?" tanya Chris
Aku pun mendongakkan kepalaku dan mengangguk, aku juga sangat merindukan suamiku, setelah acara drama maaf-maaf nya selesai Chris dan aku pun berencana untuk membooking kamar sendiri.
Setalah mendapat kamar kami sendiri Chris pun merebahkan dirinya di kasur dia sungguh lelah sekali.
Aku pun menyusul Chris di kasur dan rebahan di sampingnya. Ku pandangi wajah Chris dengan jambang yang tebal dan panjang.
"Hubby kenapa tidak dicukur?" tanya ku
__ADS_1
"Bagaimana sempat aku berfikir mencukur jambang ku, pikiranku hanya bagaimana menemukanmu, bahkan bawah pun hampir tidak pernah berdiri saat kamu meninggalkanku" jawab Chris
"Kasian ya hubby," sahutku
"Ya memang kasian," timpal Chris
Chris pun menatapku lekat, lalu dia pun membawa tanganku ke senjatanya, yang benar saja di bawah sana ada yang mengeras.
"Lihatlah seolah tau kalau ada sarangnya di dekatnya, dia langsung bereaksi." Chris pun memainkan tanganku untuk mengelus senjatanya yang masih terbungkus celana.
Tanpa aba-aba Chris pun langsung menyambar ku, kini tangannya pun melucuti pakaianku maupun pakaiannya.
Saat melihat tubuhku yang polos Chris langsung saja menikmatinya hingga alunan suara merdu keluar dari mulutku yang membuat Chris semakin menggila.
Lidahnya lihai sekali memainkan pucuk dadaku, Karena tak ingin lama-lama dia pun melakukan penyatuan. Karena hasrat yang terpendam baru lima belas menit Chris sudah tumbang.
Ku kira dia akan berhenti namun setalah lima menit dia kembali menggagahi ku.
" I want again," katanya lalu melakukan penyatuan lagi.
Suaraku maupun suara Chris saling bersautan,
"I come hubby," kataku dengan tangan yang menarik rambut Chris
__ADS_1
Berbeda dengan Chris yang tidak sampai-sampai hingga setengah jam lebih.