
Aku bergegas turun dari mobil dan segera mendekati Jacob.
"Sejak kapan tuan pulang Jacob?" tanyaku
"Anda pulang sendiri nyonya? kenapa tidak menyuruh saya untuk menjemput?" tanya Jacob balik
"Jarak rumah dan restoran lumayan jauh Jacob, kalau menunggumu aku membutuhkan waktu lebih lama daripada menunggu taxi." jawabku
"Kapan tuan pulang?" aku bertanya lagi karena pertanyaan ku belum di jawab oleh Jacob
"Beberapa menit yang lalu nyonya, tuan dalam keadaan mabuk saat pulang" jawab Jacob
Aku pun mundur selangkah, air mataku lolos begitu saja meski rasa cemas telah hilang namun Rasa marah dan kecewa kini bergantian hinggap di hatiku.
"Keterlaluan kamu hubby, aku menunggu dari tadi di restoran sedangkan dirimu malah mabuk-mabukan. Apa kamu sedang mempermainkan aku?" batinku
Tanganku menyapu air mata yang jatuh, Jacob yang melihatku menangis pun bertanya
"Anda baik-baik saja nyonya?
" Im okay Jacob, don't worry" jawabku
Aku pun melangkahkan kaki ke kamar, kulihat Chris sudah berada di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap.
Rasa marah dan kecewa sungguh menguasai ku saat ini, dengan pelan aku merebahkan diriku ke tempat tidur kemudian tidur membelakangi Chris.
__ADS_1
Perih perutku yang belum makan tak seperih hatiku, dia seenaknya saja menyuruhku menunggunya sedangkan dia di tempat lain minum-minum.
Mataku yang berat pun akhirnya menenangkan aku sejenak dengan membawaku ke alam mimpi.
Keesokan harinya, Chris bangun dengan kepala yang berat. Dia melihat tas, hijab serta dress panjang yang tergeletak di sofa.
"Darimana dia semalam, pantas saja saat aku pulang aku tidak melihatnya" gumam Chris lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari aroma alkohol yang menempel.
Dia benar-benar lupa dengan janjinya padaku.
Seusai mandi, Chris mengambil baju yang belum aku siapkan sehingga membuatnya sedikit kesal.
"Apa-apaan dia kenapa tidak menyiapkan pakaian ku" gerutu Chris
Aku yang baru selesai menyiapkan sarapannya masuk kamar namun karena masih kesal aku hanya diam. Aku memberesi dress ku serta barang-barang ku lainnya.
Aku pun tertawa, "Kamu bertanya padaku kemana aku semalam? seharusnya aku yang bertanya padamu?! seruku
Chris yang mendengar kata-kata tinggi dariku sontak marah, dia memegang tanganku sedikit kasar
"Jaga nada bicaramu, apa begitu bicara dengan suami" katanya dengan menatapku dengan tatapan tajamnya.
"Oh.... begitu, kesalahanku semalam adalah menunggumu sampai restoran tutup, sedangkan orang yang aku tunggu mabuk-mabukan di tempat lain." teriakku kesal
Aku pun menumpahkan rasa kesal ku pada Chris, bahkan jika Chris marah pun aku tidak peduli.
__ADS_1
Mendengar teriakan ku Chris pun mundur selangkah dia baru ingat kalau kemarin dia mengajakku makan malam di luar.
"Aku lupa, maafkan aku sayang" katanya menyesal
"Sudahlah, aku sadar sekarang kalau aku bukan prioritas mu, minum dengan teman-temanku lebih penting daripada diriku." sahutku lalu keluar kamar
Chris pun mengambil ponselnya di dalam saku jasnya kemarin, ternyata ada 27 panggilan tak terjawab dariku, ada banyak pesan singkat dariku yang belum dibacanya. Chris membuka chat dariku dan membacanya satu persatu
"Hubby kamu dimana? aku sudah menunggu 30 menit"
"Hubby sudah hampir satu jam, aku sudah lapar"
"Hubby, sudah dua jam aku menunggu"
"Kalau kamu sibuk, aku akan pulang lebih dahulu"
"Hubby kamu baik-baik saja kan? jangan bikin aku cemas😞"
"Aku sudah capek hubby menunggu tiga jam duduk disini dan belum pesan makanan☹️"
"Restoran hampir tutup hubby"
"Hubby, kamu dimana? jangan buat aku takut😭"
"Aku pulang dulu hubby, restoran sudah tutup terima kasih telah mengerjai aku"
__ADS_1
Chris pun segera keluar menyusul ku dan melempar ponselnya di atas tempat tidur.