
Melihat wanita yang duduk di sofa membuat otakku traveling kemana-mana, apalagi raut wajah Chris berubah saat melihatnya. Saat mengetahui Chris datang denganku membuat wanita yang di sebut Chris Chelsea tersebut pun menghampiri Chris dan mendaratkan tangannya ke wajah Chris
Plakkkk
Setelah menampar Chris wanita ini memandang sinis Chris begitu pula dengan Chris menatapnya balik sembari memegangi pipinya yang akibat tamparan wanita tersebut.
Aku yang bingung pun hanyut dalam pikiran mereka, bergantian memandangi mereka dan bertanya-tanya siapa?
Saat semau kalut dalam pikiran masing-masing Chris menguraikannya dengan pertanyaan
"Mau apa kamu kesini?" tanyanya
"Mau menghajar mu " jawab wanita tersebut
Chris pun tertawa, dengan pandangan yang masih menatap lekat wanita yang bernama Chelsea tersebut
"Aku gak salah dengar kan? tiada angin tiada hujan kamu jauh-jauh kemari hanya untuk menghajar ku? simpan saja tenaga mu" kata Chris
"Justru aku akan menghabiskan tenagaku untuk menghajar ku, tanganku sangat gatal karena lama tidak memukuli mu." ujar wanita tersebut.
Aku seperti orang gila yang tolah-toleh tak tau apa-apa, kekepoan ku sudah diambang batas sehingga aku pun bertanya.
__ADS_1
"Dia siapa hubby?" tanyaku dengan menatap Chris intens
"Enemy" jawabnya singkat.
Wanita tersebut langsung melirik Chris,
"Adik tak tau di untung, hanya karena masalah itu kamu menganggap aku musuhmu!" seru Chelsea
"Memang iya, mungkin bagimu masalah itu hanya namun bagiku tidak!" hardik Chris.
Chelsea terdiam, " lalu bagaimana denganmu saat ini" ucap Chelsea yang membuat Chris mengerutkan alisnya.
"Apa?" tanya Chris ketus
"Kurasa kamu pasti tau alasannya, kalau aku bilang pasti mommy tak mengijinkan aku menikah dengan Zahra. Kamu tau sendiri mommy dan Daddy mu adalah Cristian yang taat." timpal Chris
"Tapi bukan begini juga caranya, bahkan kamu sengaja memutus komunikasi kita, tidakkah kamu tau mommy sekarang sakit dan ingin kamu pulang? apa agama baru mu mengajarkanmu menjadi anak yang tak tau balas budi pada orang tua?" cicit Chelsea.
Raut wajah Chris berubah seketika memang benar sudah hampir tiga tahun dia tidak pulang.
Aku yang mendengarnya pun kaget pasalnya Chris tidak pernah bercerita apapun terkait keluarganya bahkan saat aku bertanya pun dia seolah menghindar dan tak mau menjawab.
__ADS_1
"Pulanglah, mommy sangat merindukanmu" pinta Chelsea
Chris hanya diam, tak merespon permintaan Chelsea.
"Untuk kamu, nasehati suamimu untuk pulang" Chelsea meminta padaku.
"Baiklah" balasku lirih.
Chelsea adalah kakak tiri Chris, dia anak dari Daddy Chris, mereka memang besar bersama walaupun saudara tiri namun mereka saling menyayangi.
"Istirahatlah di kamar kamu pasti capek karena habis perjalanan jauh" suruh Chris.
"Iya, aku dari Washington. Tiga tahun terakhir ini aku melanjutkan study ku di sana, rencananya aku pun akan bekerja di sana." kata Chelsea
Kami pun akhirnya mengobrol, Chelsea bilang kalau dulu Chris marah padanya dan sejak saat itu hubungan Chris dengannya dan keluarganya memanas.
Itulah yang menyebabkan Chris tidak pernah pulang dan juga tidak memberitahu keluarganya kalau dia telah menikah.
"Aku dengar kalian telah memiliki anak, mana dia?" tanya Chelsea.
"Di kamarnya" jawabku dengan tersenyum.
__ADS_1
"Zahra, jadi kamu adalah orang timur tengah?" tanya Chelsea lagi
"Iya, aku berasal dari negar x namun sudah menetap di USA sekitar sepuluh tahun lalu aku bertemu dengan Chris dan menikah dengannya." jawabku.