
"Kamu ini sembarangan sekali sayang, bagaimana bisa dia menginap di rumah kita, aku tidak mengijinkan!" seru Chris. Dia pun meletakan ponselnya.
"Baiklah hubby, bearti kita yang menginap di rumah kak Yazid" kataku lalu menghampiri Chris dan mengecupnya.
Kali ini Chris sungguh tak bisa bertindak, dan lagi-lagi dia harus menuruti keinginanku.
Daniel tersenyum puas karena berhasil membuat Chris kesal, walaupun terkesan memanfaatkan aku.
Hari semakin larut, aku dan Chris merebahkan diri di bed tambahan yang tersedia sedangkan Jeff tidur di sofa.
Chris yang tidak bisa tidur pun membangunkan Jeff,
"Hey Jeff, bisakah kamu membelikan ku rokok dan minuman" katanya dengan suara agak keras
Jeff pun terbangun dan menatap tajam Chris.
"Simpan tatapan tajam mu tuan asisten, aku di sini kan kemauan dari tuan mu jadi otomatis sekarang kamu asistenku juga"imbuhnya
Jeff pun menatap Daniel yang juga terbangun akibat ulah Chris,
Daniel mengkode Jeff untuk menuruti kemauannya.
Dengan langkah malas, Jeff keluar ruangan lalu menyuruh bodyguard yang berjaga untuk membelikan rokok serta minuman tak lupa dengan makanannya.
"Brengsek sekali si Chris mentang-mentang adik tuan Daniel bisa menyuruhku seenaknya, tunggu pembalasanku" batin Jeff lalu kembali ke tempatnya semula.
Ketiga lelaki ini pun mengobrol sehingga membangunkan aku yang sedang tertidur.
"Ini jam berapa, kenapa kalian tidak tidur?" tanyaku dengan mengumpulkan nyawa yang masih tercecer di alam mimpi.
"Kami sebenarnya sudah tidur namun gara-gara suamimu akhirnya kami terbangun." sahut Jeff kesal.
Aku pun melirik Chris dengan menghela nafas
__ADS_1
"Apa lagi sih hubby?" tanyaku heran
"Tidak ada apa-apa aku hanya menyuruh dia membeli rokok dan minuman, karena aku tidak bisa tidur" jawabnya dengan tersenyum
"Kenapa kamu tidak bisa tidur hubby?" tanyaku lagi
"Bagaimana aku bisa tidur kalau aku tidak mendapat jatah darimu sayang, tidur pun aku harus mengkondisikan tangan serta bibirku" jawabnya dengan kesal.
Mendengar jawabannya membuat Daniel, Jeff dan juga aku tertawa, ternyata itu alasannya dia tidak bisa tidur.
Aku pun geleng-geleng kepala gemas dengan suamiku ini.
"Sabar hubby" lirihku.
"Dasar kamu ini bule ngeres Chris" ejek Daniel dengan tertawa.
"Memangnya kenapa, daripada dirimu Arabic yang nggak laku" balas Chris.
Jeff yang tidak terima tuannya dihina pun angkat bicara
"Aku curiga jangan-jangan kalian ada hubungan" terka Chris.
"Brengsek kamu Chris, aku masih normal terkadang aku juga memakai jasa wanita untuk melepas hasratku" sahut Daniel. Dia pun terpancing oleh Chris sehingga membuka hobby nya yang sering makan jajan haram.
Chris hanya tertawa lalu menimpali
"Ku kira kamu tak tertarik pada wanita"
"Hubby, kak Daniel sudah. Kenapa kalian kenapa adu mulut" gerutu ku dengan menatap mereka bergantian.
"Suamimu yang mulai" Daniel pun membela diri.
"Bearti kakak suka jajan haram?" tanyaku penasaran
__ADS_1
"Iya Zahra" jawabnya tak enak. Daniel pun takut kalau aku marah
"Kan hal itu tidak dibenarkan kan dalam keyakinan kita" sahutku dengan menatap Daniel tajam.
Chris pun tertawa sambil melirik Daniel, dia sungguh puas karena pasti aku akan memarahi Daniel.
Memang kalau berkaitan dengan keyakinan aku agak cerewet.
"Come on Zahra, kita hidup di negara bebas jadi tidak apa-apa" bujuk Daniel dengan terkekeh
"Namun kakak tidak seperti suamimu dulu" imbuh Daniel membandingkan dirinya dengan Chris.
"Walaupun begitu tetap saja tidak boleh kak, jangan meniru Chris yang brengsek ini" timpal ku kesal.
"Mana mungkin Kakak seperti suamimu sang casanova ini, Kakak bukan penikmat pangkal paha wanita" sindir Daniel
Chris yang merasa tersindir pun marah.
"Jangan mengungkit masa laluku Daniel, yang terpenting sekarang hanya adikmu yang ada di hatiku dan tidak lagi memiliki hobby bejad itu" ucap Chris bersungut
"Semoga Chris, jangan sampai kamu melukainya karena aku tak segan untuk membunuhmu jika itu terjadi" ancam Daniel.
Debat mereka pun lanjut sampai pagi, malam yang seharusnya digunakan untuk tidur malah digunakan untuk debat yang tidak jelas. Akhirnya subuh kami baru tidur.
Saat suster dan dokter masuk ruangan, mereka pun kaget, pasalnya bukan seperti ruangan orang sakit melainkan seperti kandang ayam.
Kaleng minuman tercecer di lantai serta bungkus makanan yang menumpuk dan semua orangnya pun masih tertidur termasuk pasiennya.
"Dokter apa-apaan mereka" gerutu suster.
"Hush, jangan sampai mereka mendengar ocehanmu, mereka orang berkuasa kalau mereka mendengarnya kita pasti dipecat." kata dokter.
"Orang kaya memang bebas ya dok," sahutnya lalu keluar ruangan.
__ADS_1
Awalnya dokter mau memeriksa keadaan Daniel namun urung karena Daniel masih tidur.