Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova
Cemburu


__ADS_3

"Nyonya badan non Freya demam" kata baby sitter


Sontak aku meninggalkan bekal makanan yang tadinya akan aku bawa piknik. Dengan langkah cepat aku menuju kamar Freya. Aku mengecek dahinya memang benar Freya sedang demam.


Aku mengambil wash lap lalu membasahinya dengan air dan menempelkannya di dahi Freya.


"Tolong ambilkan obat demam kalau bisa yang mengandung ibu proven, supaya dia tidak merasakan nyeri pada kepalanya." kataku


Setelah meminumkan obat pada Freya aku pun bilang pada baby sitter nya.


"Biarkan Freya istirahat, kalau ada apa-apa panggil aku ya"


Setelah mengompres dan mengobati Freya aku keluar lalu menghampiri Chris


"Hubby, kita cancel saja pikniknya" kataku dengan raut wajah yang sedih


"Kenapa?" tanya Chris


"Freya sakit" jawabku


Chris pun kaget, dia pun mengomel kenapa tidak dibawa ke rumah sakit


"Aku sudah memberi dan mengompresnya hubby, kita tunggu beberapa jam ke depan, kalau panasnya tidak turun baru kita bawa ke rumah sakit" sahutku


"Ya sudah sayang, aku percayakan Freya padamu" timpalnya.


"Aku tinggal sebentar ya hubby, bekal untuk piknik nya aku keluarkan dulu dari keranjangnya" kataku


Belum sempat melangkahkan kakiku Chris memanggilku


"Sayang"


Aku pun menoleh


"Ada apa hubby?" tanyaku


"Suruh art untuk membawa bekal dan tikar nya ke kamar" jawabnya

__ADS_1


Aku bingung dengan kata-kata Chris memangnya ada piknik di kamar namun saat aku protes Chris mengkode ku untuk melaksanakan perintahnya.


Saat melihat Chris akhirnya kebingunganku terpecahkan ternyata Chris mengajakku untuk piknik di taman pribadi kami.


"Anggap saja kolam renang ini danau" katanya dengan tersenyum


Senyumku merekah melihat Chris, sungguh ada-ada saja idenya. Kami pun menikmati waktu kami sambil menunggu perkembangan Freya berikutnya.


********


Daniel yang bosan di mobil pun turun, dia melihat lihat sekitarnya sehingga menimbulkan kecurigaan pada orang-orang sekitar gereja.


"Hey, ada apa kalian melihatiku!" seru Daniel kesal


"Kami hanya curiga padamu, kami takut kamu adalah seorang t*e*r**r*i*s**** yang bersiap meneror gereja ini." sahut salah satu orang di sana.


"Sembarangan kalau ngomong, aku sedang menunggui temanku yang sedang beribadah" timpalnya


Karena tidak memiliki bukti orang-orang tersebut pun pergi. Karena tuduhan orang tadi Daniel pun menggerutu sendiri


Tak lama kemudian Chelsea keluar, Daniel pun gembira karena akhirnya yang di tunggu selesai beribadah juga.


"Maaf pak nunggu lama" kata Chelsea


"Nggak apa-apa Chelsea, walaupun lima abad aku pasti setia menunggumu" sahut Daniel dengan gombalnya


"Iiihhh pak Daniel ternyata nggak hanya berbakat dalam bisnis ternyata berbakat juga meluluh lantahkan hati wanita dengan gombalan mautnya" timpal Chelsea dengan terkekeh.


Daniel pun memegangi tengkuknya, dia pun ikut terkekeh.


Tujuan Meraka berikutnya adalah perpustakaan, Chelsea mencari buku-buku bisnis, begitu juga dengan Daniel.


Saat hendak mengambil buku ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.


"Chelsea" panggilnya


" Hai Steven" sahut Chelsea

__ADS_1


Daniel yang melihat Chelsea dari tempatnya berdiri pun kesal, dia sungguh tak rela jika Chelsea berbicara dengan laki-laki lain.


Dengan cemburu yang bergemuruh di dadanya Daniel mendekati Chelsea dan langsung saja merangkulnya.


"Dia siapa sayang" tanya Daniel


Chelsea pun kaget dengan panggilan Daniel, dia pun menginjak kaki Daniel sambil berkata


"Dia teman saya dulu pak, saat di kampus namanya Steven dan Steven dia atasan saya di kantor namanya Daniel" jawab Chelsea sambil memperkenalkan mereka berdua.


Steven mengekor Chelsea sehingga Daniel begitu kesal, apalagi Chelsea tidak peka sekali padanya.


Mereka bertiga duduk, Chelsea terlihat sangat akrab dengan Steven, karena kekesalannya sudah di ambang batas Daniel menarik tangan Chelsea lalu mengajaknya keluar.


"Pak saya belum selesai membaca" protes Chelsea


"Nggak usah membaca lagi, setelah ini kita pergi ke toko buku. Belilah buku sebanyak yang kamu mau" ujar Daniel dengan kesal


Chelsea mengekori Daniel, saat hendak masuk ke mobil Steven berteriak


"Chelsea besok kita ketemu lagi disini ya?"


"Ok" sahut Chelsea


Mendengar jawaban dari Chelsea Daniel semakin marah, bahkan dia menghubungi Jeff. Dia menyuruh Jeff untuk berdiskusi dengan pemerintah setempat meminta ijin untuk memindahkan Perpustakaan ke tempat yang jauh dari tempatnya sekarang.


Tentu di seberang panggilannya Jeff geleng-geleng kepala, heran dengan bosnya yang semakin hari semakin tidak wajar.


"Kenapa kamu pindahkan perpustakaannya pak?" tanya Chelsea


" Biar kamu tidak bertemu dengan pria gila tadi, memangnya apa sih bagusnya dia" jawab Daniel


"Dia sahabatku pak, kami memang dekat saat masih kuliah dulu" ujar Chelsea dengan menatap Daniel


"Namun aku tetap tidak suka, aku cemburu Chelsea? kenapa kamu nggak peka sama sekali" sahut Daniel lalu memfokuskan pandangannya ke depan.


Mendengar kata-kata Daniel Chelsea pun tersenyum, tak menyangka Daniel punya rasa cemburu juga.

__ADS_1


__ADS_2