
"Chelsea please, don't give up. i really love you" pinta Daniel
"Im sorry" sahut Chelsea.
Daniel pun melemas, tidak tidak tau harus bagaimana lagi membujuk Daddy Chelsea, apalagi sekarang Chelsea sudah menyerah.
"Lalu bagaimana langkah selanjutnya" tanya Daniel
"Saya akan segera resign pak" jawab Chelsea
"Chelsea! don't give up" seru Daniel dengan mata yang membulat
"I don't have choice Daniel!" seru Chelsea balik
"Fine up to you" kata Daniel pasrah lalu pergi begitu saja meninggalkan Chelsea.
Dia sungguh kecewa dengan Chelsea, cinta yang dia impikan bersama Chelsea akan berakhir seperti ini.
"Aku menyesal telah mencintaimu Chelsea, baru begitu saja kamu sudah menyerah" batin Daniel
Daniel pun pergi ke California, sebelumnya dia juga menghubungi Jeff untuk menyusulnya kesana. Daniel berniat melupakan Chelsea. Untuk itu dia mau menenangkan diri dulu di California.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam Daniel sampai di bandara Setelah itu Daniel pergi ke kediamannya.
__ADS_1
Dia mengurung diri di sana, Daniel pun minum untuk menghilangkan stresnya. Jeff yang tadi dihubungi Daniel segera menuju California, dia sudah menduga kalau pasti terjadi sesuatu.
"Kamu pasti membutuhkan aku boz, dirimu tak akan bisa jauh dari aku" gumam Jeff
Jeff kini sudah sampai di bandara Los Angels California. Tak lama kemudian Jeff sudah sampai di kediaman Daniel, dia mencoba menemui Daniel namun kelihatannya Daniel masih mau sendiri.
Jeff pun mulai khawatir karena hingga larut Daniel masih belum mau keluar.
"Aku disuruh kesini hanya memikirkannya yang mengurung diri di kamar" batin Jeff.
Hingga keesokan harinya Daniel belum juga keluar, Jeff sungguh sangat khawatir bagaimana lagi membujuk Daniel. Karena sudah menyerah akhirnya Jeff meminta bantuan pada Chris.
Jeff pun pergi ke rumah Chris.
"Ada apa Jeff?" tanya Chris
Aku yang mendengar kata-kata Jeff pun menyahut
"Apa yang terjadi dengan kakakku?" tanyaku panik
"Aku tidak tau, kemarin dia dan Chelsea pergi ke New York namun tiba-tiba aku dihubungi dan disuruh menyusulnya ke sini" jawab Jeff
Chris hanya tersenyum dan berkata "aku sudah menduganya"
__ADS_1
Kemudian kami pun pergi ke rumah Daniel untuk membujuknya.
"Kak ini aku Zahra, kakak kenapa mengurung diri di dalam? keluarlah kak, aku sangat merindukanmu." kataku mencoba merayu Daniel
Lagi-lagi tak aja jawaban,
"Kenapa nggak kamu dobrak saja pintunya Jeff" kata Chris geram.
"Aku takut dia marah" sahut Jeff.
"Hey Daniel jika kamu masih tidak mau keluar, akan kami dobrak pintunya, lemah sekali jadi pria." ejek Chris
Karena sudah menyerah semua akhirnya jalan satu-satunya mereka mendobrak pintu kamar Daniel, betapa kagetnya kami saat pintunya terbuka. Kamar sudah seperti kapal pecah. Botol minuman pun berceceran sedangkan Daniel tidur dengan tengkurap.
"Apa-apaan dia, kenapa meluapkan kegalauannya dengan mengobrak-abrik kamar" kata Chris
Aku pun menghampiri kak Yazid, aku mencoba membangunkannya.
"Kak, bangun. Sudah pagi eh sudah siang" aku pun mencoba membangunkan Daniel
Daniel perlahan membuka matanya, dia pun tersenyum lalu bangun. Dia memegangi pelipisnya mungkin efek dari minuman beralkohol yang diminumnya.
"Are u okay kak?" tanyaku
__ADS_1
Daniel hanya mengangguk,
"lebih baik kak Yazid membersihkan diri, setelah itu bicara dengan kami di luar." saran ku lalu kami pergi ke luar.