
Chelsea pun segera bergegas mengambil tasnya lalu meminta tolong Jacob untuk mengantarnya menemui Daniel.
Arena Ice skating pun sudah tutup namun Daniel beranjak dari tempat duduknya. Dia menunggu di depan arena Ice skating dengan guyuran salju yang mulai turun.
Setelah sampai Chelsea meminta Jacob untuk pulang, lalu dia berlari mencari keberadaan Daniel. menerjang salju yang turun
Dari kejauhan dia melihat Daniel duduk sambil melipat kedua tangannya.
Dengan sedikit takut Chelsea melangkahkan kaki mendekati Daniel
"Pak" panggilnya lirih namun masih bisa didengar oleh Daniel
Daniel pun menoleh ke arahku lalu berkata
"Ini jam berapa Chelsea!" seru nya
Chelsea pun takut dan merasa bersalah,
"Maaf pak, saya lupa" ucapnya lirih.
"Namun semua juga bukan salah saya, kenapa anda tetap setia menunggu di sini dan nggak pulang saja" imbuh Chelsea mencoba membela dirinya.
Daniel menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Kamu ini sudah salah masih saja ngeles, bagaimana kalau aku pulang dan kamu kesini?" timpal Daniel dengan suara yang mulai lirih
__ADS_1
"Iya-iya pak, aku minta maaf" ucap Chelsea.
Daniel terlihat sangat kedinginan, berkali kali dia menggosok tangannya.
Chelsea pun mengajaknya untuk pergi karena dia juga kedinginan.
Saat hendak pergi tiba-tiba Daniel pun terduduk di tanah yang memutih karena tertutup salju.
"Pak Daniel anda kenapa?" tanya Chelsea yang panik
Dia pun membantu Daniel untuk berdiri, "Chelsea aku sangat kedinginan" lirihnya.
Chelsea yang panik pun membantu Daniel berjalan, kebetulan ada sebuah motel di depan arena Ice skating xxx sehingga Chelsea berfikir untuk menghangatkan Daniel terlebih dahulu.
Chelsea menyelimuti Daniel lalu mengompres Daniel menggunakan air hangat.
Chelsea juga meminta pelayan motel untuk menyediakan teh hangat.
Chelsea yang lelah pun mengomel mengurusi Daniel pun mengomel
"Lain kali pikir lah menggunakan akal sehatmu, sudah tau turun salju masih nekad menunggu."
Daniel melirik Chelsea dengan tajam,
"Semua gara-gara kamu, seandainya kamu tidak terlambat mungkin semua ini tak terjadi!" seru Daniel
__ADS_1
Mereka pun saling debat karena lelah Daniel pun tidur terlebih dahulu.
Melihat Daniel dengan nafas yang teratur Chelsea pun menghampiri Daniel dan memeluknya.
"Kamu nggak harus bodoh seperti ini pak, jangan membahayakan dirimu demi aku" lirihnya sambil memainkan wajah Daniel dengan tangannya.
Karena lelah Chelsea pun ikut tidur dengan posisi memeluk Daniel.
Di rumah Chris cemas karena Chelsea buru-buru tanpa mengatakan hendak kemana, dia berkali-kali menelpon Chelsea namun tidak bisa.
"Kamu menghubungi siapa hubby" tanyaku
"Chelsea sayang, sampai jam segini dia belum juga kembali" jawab Chris
"Ponsel Chelsea rusak hubby, mungkin dia menemui kak Yazid karena tadi kak Yazid menghubunginya lewat ponselku.
"Kemana mereka?" gumam Chris.
"Sudahlah hubby, ayo kita tidur. Mereka sudah besar pasti bisa menjaga diri mereka sendiri." aku mencoba menenangkan Chris.
Jeff yang baru datang pun segera menuju kamarnya, dari tadi dia mengurusi pekerjaan sendirian tanpa Daniel.
"Begini kalau punya boz yang sedang kasmaran, semua dilimpahkan ke asisten. Belum apa-apa sudah menjadi bucin bagaimana kalau sudah menikah, ahhhh membayangkannya saja aku tak sanggup" oceh Jeff sambil memandangi langit-langit kamarnya.
Karena sudah sangat lelah Jeff pun memejamkan matanya.
__ADS_1