
Chris membaringkan tubuhnya di sofa, dia sungguh tidak bisa bergerak karena kekenyangan. Aku hanya tertawa melihatnya, ini tak sebanding dengan apa yang dia lakukan padaku.
"Mangknya besok-besok lagi jangan mengerjai istri, sekarang lihat akibatnya" kataku dengan menahan tawa
"Istri durhaka dirimu sayang" sahutnya
Aku yang tidak terima dikatai istri durhaka pun melemparkan tatapan maut ku padanya.
"Kamu yang suami durhaka" timpalku
Chris hanya terkekeh memegangi perutnya yang sesak penuh dengan makanan. Karena makanan yang dibawa sudah habis aku berniat untuk pulang.
"Hubby aku pulang dulu ya" pamit ku dengan memberesi wadah makanan
"Apa-apaan kamu sayang, lalu bagaimana denganku. Kamu harus tanggung jawab" katanya kesal
"Kalau kamu ingin cepat normal kembali, turunlah ke lantai bawah namun jangan menggunakan lift tapi menggunakan tangga setelah itu kembali lagi ke atas." aku memberi ide sambil menahan tawa
"Kelihatannya suka sekali melihat suami susah, awas nanti akan ku balas" sahutnya
"Kenapa harus nanti, sekarang pun bisa hubby" aku pun memancing Chris
__ADS_1
"Sial" umpatnya
Aku pun memegang senjata Chris yang masih terbungkus celana, Chris pun mengerang dan menutup matanya. Melihatnya sudah mengeras aku pun pamit pulang.
"Bye bye hubby" kataku lalu keluar ruangan.
"Brengsek wanita ini, dia sungguh membalas ku. Terimalah hukuman mu nanti sayang bahkan kalau kamu meminta belas kasihan padaku aku akan mengabaikannya" umpat Chris
Mau nggak mau Chris harus bangun untuk kembali ke pekerjaannya. Dia sebisa mungkin harus meredam hasratnya karena pancinganku tadi.
Di sisi lain di Washington Chelsea, Jeff dan juga Daniel kembali dari menemui kliennya.
Chelsea diminta Jeff untuk ke ruangannya sedangkan Daniel kembali keruangan nya
"Banyak sekali pak" keluh Chelsea yang membuat Jeff terkekeh
"Sabar Chelsea, kerjakan saja atau nanti boz marah. Eh dia nggak mungkin marah sih sama kamu" kata Jeff
"Bisa lah pak, kalau saya melakukan kesalahan pasti dia marah" ucap Chelsea
"Tapi dia sangat menyukaimu Chelsea" sahut Jeff
__ADS_1
Chelsea hanya tersenyum lalu kembali ke ruangannya, dia kini bersiap di depan benda persegi empat karena banyaknya pekerjaan hingga sore hari Chelsea masih belum menyelesaikannya.
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, namun berkas yang harus dikerjakan masih belum selesai.
"Chelsea belum selesai?" tanya Daniel yang mengagetkan Chelsea
"Belum pak sebentar lagi, kalau bapak mau pulang silahkan" katanya tanpa menoleh pada orang yang mengajaknya bicara.
Tiba-tiba Daniel menarik kursi Chelsea dan menghadapkan Chelsea padanya. Daniel langsung saja mencium Chelsea, Chelsea pun sedikit melakukan penolakan namun diabaikan oleh Daniel.
"Anda kenapa pak?" tanya Chelsea
"Aku sangat menginginkanmu Chelsea" jawab Daniel
"Kan saya selalu didekat bapak, menginginkan yang bagaimana?" Chelsea pun pura-pura tidak tau maksud Daniel
"Chelsea ayo kita menikah" ucap Daniel yang membuat Chelsea kaget, dia pun memainkan bibir Daniel dengan tangannya.
"Aku belum punya keberanian bilang pada daddy ku pak, dia pasti tidak setuju aku menikah dengan seorang yang berbeda keyakinan." kata Chelsea nanar
Daniel pun frustasi namun dia tahu betul kalau begini terus hubungannya dengan Chelsea tidak akan ada perkembangan sedangkan usianya sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
"Minggu depan kita ke New York, aku harus bicara sendiri dengan Daddy mu. Aku tidak mau semua stagnan seperti ini" katanya
Chelsea pun mengangguk lalu menyelesaikan tugasnya. Sedangkan Daniel masih setia menunggu Chelsea yang masih bekerja.