
"Aku tidak boleh terus seperti ini, Chelsea lebih memilih ortunya untuk apa aku terus memikirkannya. Hidup harus tetap berlanjut tanpa Chelsea." Daniel pun bermonolog dengan dirinya sendiri.
Karena tidak bisa tidur, Daniel keluar menuju balkon dalam kamarnya. Dia pun menatap langit lagi, "bahkan malam pun terlihat muram seperti diriku," gumamnya.
"Chelsea kamu sekarang bagaikan bintang yang jauh di sana, aku hanya mampu sebatas melihat tanpa bisa memiliki. Kesungguhan tak nampak lagi padamu, aku tak sanggup bila terus begini. Kamu dulu yang menyerah dan sekarang aku akan menyerah juga. Selamat tinggal Chelsea terima kasih atas kenangan yang engkau berikan" batin Daniel lalu membuang ponselnya.
Bagi Daniel ponsel itu penuh kenangan dengan Chelsea. Setelah membuang ponselnya Daniel kembali ke tempat tidurnya lalu memejamkan mata
Keesokan harinya, Daniel mandi dan berpakaian santai. Hari ini dia lebih fresh dari kemarin, Daniel sungguh-sungguh berniat melupakan Chelsea.
Jeff pun heran dengan perubahan Daniel hari ini,
"Boz, you are looking handsome than yesterday," puji Jeff yang mendapat senyuman dari Daniel
"Karena kamu pagi-pagi telah memujiku makan bulan depan gaji mu akan aku naikan," kata Daniel yang membuat Jeff bahagia
"Apa anda sekarang sudah tidak galau?" tanya Jeff
"Sebenarnya galau tidak ada dalam kamus ku, tapi ntah kenapa aku kemarin bersikap menjijikan sekali" jawabnya lalu mengambil makanan yang sudah tersaji di meja makan.
__ADS_1
"Syukurlah anda sudah normal, memang apa yang and lakukan kemarin sungguh menjijikan bahkan saya ingin sekali memukul Anda dengan keras supaya bisa segera ke jalan yang benar," timpal Jeff
"Sungguh aku ingin meledakkan mulutmu Jeff" Daniel pun memasukan makanan di mulutnya.
Jeff yang mendengar ancaman dari Daniel pun menunduk dan terdiam
"Dasar keturunan Bani Israel" umpat Jeff dalam hati
Seusai makan Daniel mengajak Jeff untuk ke perusahaan David Bryan untuk membalas kelanjutan kerja sama mereka. Setelah itu dia ingin mengunjungi aku dan juga Freya.
*******
Hari-hari pun berlalu, karena rindu yang amat sangat menyiksa dirinya Chelsea pun mencoba menghubungi Daniel namun nomornya sudah tidak aktif.
Chelsea pun menangis, "apa kamu sudah melupakan aku pak," ucapnya
Mommy yang melihat Chelsea seperti ini pun tidak tega, dia pun mendekati putrinya tersebut
"Chelsea, makan dulu sayang," pintanya lalu duduk di tepi ranjang di sisi Chelsea.
__ADS_1
"Chelsea belum lapar mom, nanti kalau Chelsea lapar pasti Chelsea makan," sahutnya dengan mengusap air mata yang terjatuh
Sekilas mommy melihat foto Chelsea dan Daniel di layar ponsel Chelsea
"Apa kamu sangat mencintainya?" tanya mommy
Chelsea hanya mengangguk lalu dia pun memeluk mommy dan menangis dalam dekapan mommy nya.
"Menangis lah sayang, keluarkan beban hatimu," sahut mommy
Daddy yang kebetulan lewat pun masuk kamar Chelsea
"Apa kamu masih memikirkan Daniel itu?" tanya Daddy
"Chelsea semakin terisak, Daddy yang mendengarnya pun tak tega, dia langsung keluar kamar Chelsea dengan mata yang basah.
"Dari kecil Chelsea sudah di tinggal mommy Chelsea ke surga, Chelsea berusaha untuk menjadi anak yang penurut karena Chelsea tidak ingin Daddy marah pada Chelsea, dan untuk saat ini apa Chelsea harus mengikuti Daddy dan melupakan orang yang Chelsea cintai? muslim bukanlah agama yang buruk sama seperti kita orang Kristen. Bahkan Chris pun sekarang menjadi lebih baik semenjak dengan Zahra." Chelsea mencoba mengeluarkan unek-uneknya pada mommy
Mommy pun ikut menangis mendengar kata-kata Chelsea, sungguh egoisnya dia dan suaminya menyiksa anak perempuannya. Terlebih daddy Chelsea yang sangat egois. Setiap anak memiliki kebebasan sendiri-sendiri dalam hidupnya asal mereka bertanggung jawab akan konsekuensinya.
__ADS_1