
"Hey, aku belum selesai bicara kalian main kabur saja" gerutu Chris
Chris pun ikut masuk kamarnya mengambil berkas yang tertinggal.
Saat di kamar dia mengerutkan alisnya pasalnya berkas-berkasnya tidak ada.
"Perasaan tadi di sini, kenapa sekarang tidak ada?" gumamnya lalu menuju ruang kerjanya.
Chris pun naik ke lantai dua untuk mencari berkasnya di ruang kerja namun dia tidak menjumpainya.
Chris turun lagi ke bawah dan masuk kamar,
"Hubby kok sudah pulang?" tanyaku
"Iya, berkas ku ketinggalan." jawab Chris
"Berkas apa?" tanyaku lagi
"Berkas di meja ini" jawabnya
Seketika wajahku memucat, pasalnya tadi pagi Freya bermain kertas di sini saat aku tinggal membereskan tempat tidur.
"Maaf hubby, berkas-berkasnya rusak" kataku dengan takut
Chris pun menatapku dengan tatapan mautnya,
"OMG sayang, bagaimana bisa" sahutnya
__ADS_1
"Tadi Freya bermain kertas-kertas di sini entah dari mana dia mendapatkannya. Aku kira kamu sengaja membuangnya di tempat sampah" timpalku.
Chris mengusap rambutnya dengan kasar, itu adalah berkas penting dari David Bryan kemarin.
"Kamu ceroboh sekali sih, lain kali jangan menyentuh apapun dari mejaku atau ruang kerjaku" katanya marah
Aku yang merasa bersalah pun memungut kertas yang sudah lecek di tempat sampah dan menunjukannya pada Chris.
"Lihatlah hubby, apa masih bisa digunakan? tanyaku dengan ketakutan
"Masa iya aku memberikan berkas seperti ini pada David Bryan" jawab Chris.
Tak selang berapa lama David Bryan calling, dia meminta Chris untuk ke kantor segera dengan membawa berkasnya.
"Ya sudah, bawa kesini" titah Chris dengan nada agak tinggi.
Dia akan mengcopy sendiri berkas-berkasnya.
Saat di kantor David Bryan sudah menunggunya di loby. "Ayo Chris buruan klien sudah menunggu" katanya
Chris pun serba bingung pasalnya berkasnya lecek. Chris meminta David waktu lima belas menit untuk mengkopinya.
Dia menunjukan berkas-berkas tersebut pada Daniel dan David Bryan langsung marah. Dia tak punya pilihan lain selain menunggu Chris.
Lima belas menit kemudian berkas baru sudah siap namun klien menelpon kalau mereka sudah tidak berminat bekerja sama pasalnya merasa kalau perusahaan David Bryan tidak menghargai waktu.
"****, semua gara-gara kamu Chris" kata David Bryan dengan nada agak tinggi.
__ADS_1
"Maaf boz" sahut Chris dengan lirih.
Hari pun cepat berlalu, Chris pulang dengan perasaan yang sedikit tidak enak.
Aku bersama kak Yazid dan Chelsea mengobrol di teras.
Saat tahu Chris pulang aku pun berdiri dan bertanya
"Bagaimana hubby" tanyaku
"Apanya yang bagaimana, kerja sama batal dan David Bryan marah semua gara-gara kamu" jawabnya dengan marah.
Daniel yang mengetahui kalau aku dimarahi Chris pun berusaha membelaku.
"Ada apa ini?" tanya Daniel
"Sudahlah Daniel jangan ikut campur urusanku dengan Zahra" jawabnya lalu masuk ke dalam.
Daniel pun bertanya padaku,
"Ada apa Zahra?"
"Freya telah merusakkan berkas pentingnya kak, sehingga dia dimarahi David Bryan." jawabku dengan lirih
"OMG Zahra, pantas dia sangat marah." kata Daniel
Chelsea pun berdiri lalu memegang pundak ku dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Sudahlah Zahra, jangan dimasukan di hati, mungkin Tuhan punya rencana lain kenapa bisa berkas itu dibuat mainan Freya" kata Chelsea mencoba menenangkan aku.