
Daniel yang bangun merasakan sesuatu yang berat, saat bola matanya berkelana ternyata Chelsea tidur di bahunya sambil memeluk dirinya.
Daniel mengukirkan senyuman, hatinya sungguh berbunga-bunga.
"Pagi-pagi bangun, sang bidadari tidur dipelukan" batinnya.
Saat Chelsea mulai menunjukan tanda-tanda akan bangun, Daniel pun berpura-pura tidur kembali.
Chelsea membuka matanya, dilihatnya Daniel yang masih menutup mata dia pun beranjak dari bahu Daniel.
"Pasti pegal sekali bahunya karena semalaman aku menggunakannya sebagai bantal" gumam Chelsea lalu menatap wajah Daniel.
Puas menatap wajah boz nya Chelsea pun ke kamar mandi setelah itu dia pun kembali ke tempat tidur untuk membangunkan Daniel yang hanya pura-pura tidur.
"Pak, pak bangun" katanya sambil menggoyang tubuh Daniel
Daniel pun berpura-pura kalau dia baru saja bangun, setelah dia bangun Daniel pun pergi ke kamar mandi dengan bertelanjang dada.
Chelsea yang melihatnya pun sedikit tertarik dengan tubuh Daniel.
Tiba-tiba lamunannya harus buyar karena ada pelayan motel yang mengantar sarapan.
Chelsea meletakkan sarapan di meja, tak selang berapa lama Daniel keluar dengan handuk kecil yang melilit di pinggangnya.
"Pak maaf, kenapa tidak memakai celana di dalam?" tanya Chelsea dengan menunduk
"Sorry Chelsea tapi aku nggak suka memakai pakaian di kamar mandi" jawabnya
__ADS_1
Daniel meminta Chelsea untuk membalikan badannya selama dia ganti pakaian.
"Sudah apa belum pak?" tanya Chelsea
"Sudah" jawabnya.
Daniel masih bertelanjang dada karena baju kemarin masih basah.
"Bagaimana ini pak, apa keluar dengan bertelanjang dada seperti ini?" tanya Chelsea
"Suruh pelayan kesini dan mencuci pakaianku" Jawab Daniel.
******
Mereka pun makan yang diselingi obrolan
"Kita tinggal di Amerika pak, jadi gunakan bahasa Inggris yang baik dan benar" sahut Chelsea dengan terkekeh.
"A Nau Khibbuka Chelsea" timpal Daniel
"Aku sama sekali tidak mengerti bahasa Arab, apa artinya sama dengan Teamo?" tanya Chelsea
"Si" jawab Daniel
Chelsea pun mengikuti Daniel berbahasa Spain, tak disangka Chelsea fasih juga.
Setelah selesai sarapan mereka Check out yang sebelumnya pelayan sudah mengantarkan pakaian Daniel.
__ADS_1
Mobil Daniel masih di parkiran arena Ice skating, sehingga mereka harus berjalan dulu untuk mengambil mobil.
"Chelsea ini ponsel untukmu" Daniel pun menyodorkan ponsel keluaran terbaru.
"Ini terlalu mewah pak" kata Chelsea
"Jangan melihat mahal tidaknya tapi lihatlah orang memberi" sahut Daniel
"Maksudnya" tanya Chelsea
"Bagiku harga ponsel ini nggak ada apa-apanya, everything i do for you Chelsea" kata Daniel lalu melajukan mobilnya.
Suasana jadi hening, Chelsea pun kalut dengan pikirannya sedangkan Daniel berkali-kali menoleh ke arah Chelsea yang terdiam dengan tatapan ke luar kaca.
"Kamu berbeda sekali dengan Chris, bukankah kalian satu keluarga?" tanya Daniel menguraikan suara hening di antara mereka.
"Aku dan Chris memang berbeda, mommy Chris orang yang kaya sedangkan ayahku bukan orang kaya. Beliau dulu memberi ceramah di gereja dari situlah mereka bertemu dan saling menyukai.
Aku nggak mau manja dan bergaya seperti orang kaya karena memang pada dasarnya aku tidak kaya. Bagiku kasih sayang mommy sudah cukup buat aku" jawab Chelsea panjang kali lebar.
Daniel pun mengangguk,
"Chelsea apakah kamu mau menikah denganku?" tanya Daniel
"Sulit, tidak kah kamu sadar pak, kalau kita berbeda keyakinan?" jawab Chelsea.
"Apa karena itu kamu menolak ku Chelsea?" tanya Daniel
__ADS_1
"Bukan menolak pak, namun kita masih butuh kenal lebih dalam, dan untuk urusan menikah saya belum bisa memberi jawaban." jawab Chelsea