
Daniel bergabung dengan kami di ruang tamu, dia terlihat sedikit kacau dan pucat.
"Kakak kenapa?" tanyaku lalu mendekat dimana Daniel duduk.
"Nggak kenapa-kenapa Zahra, don't worry" jawabnya.
"Bagiamana dengan Chelsea?" tanyaku lagi
"Chelsea di New York, dia masih merindukan orang tuanya jadi dia ingin stay di sana untuk sementara waktu" jawab Daniel dengan bohong
"Tidak mungkin kamu tidak apa-apa Daniel, lihatlah betapa kacaunya dirimu" sahut Chris dengan menatap Daniel
Daniel pun tersenyum pada Chris, tidak seperti biasanya dia selalu meladeni omongan Chris.
Suasana hening menyelimuti mereka,
"Come on, im ok" kata Daniel yang tiba-tiba memecah keheningan diantara kami.
"Jeff ambilkan aku minuman, aku ingin minum lagi" imbuhnya
"Kakak sudah, jangan minum lagi" aku pun melarang Daniel untuk minum lagi.
"Sudahlah sayang, mungkin dia ingin menenangkan dirinya." ucap Chris
Jeff pun mengambil beberapa botol minuman, mereka bertiga pun minum bersama.
"Apa Daddy tidak merestui kalian?" tanya Chris yang membuat Daniel tersedak
__ADS_1
Daniel pun menatap Chris dengan tatapan sendunya
"Iya, dia tidak mengijinkan aku untuk menikah dengan Chelsea. Daddy mu menyuruh Chelsea untuk melupakan aku dan dia juga menyuruh Chelsea untuk segera resign dari kantor." jawab Daniel
"Daddy mang keras namun hatinya lembut, seharusnya kamu jangan menyerah, luluh kan hati Daddy." saran Chris
"Bukan aku yang menyerah tapi kakakmu" sahut Daniel.
"Chelsea seorang anak yang penurut berbeda denganku" timpal Chris.
Daniel pun terdiam dia sungguh bingung dengan dirinya saat ini, berkhianat pada Tuhannya atau merelakan cintanya
Setelah kepulangan kami Daniel pergi ke balkon sambil memandangi langit. Jeff pun menghampiri Daniel
"Apa yang anda lakukan boz" tanya Jeff
"Aku kira masak boz" sahut Jeff.
Daniel pun melemparkan tatapan mautnya pada Jeff sedangkan Jeff hanya terkekeh.
"Maaf boz, biar nggak stres lebih baik kita bercanda." kekeh Jeff
"Carikan wanita Jeff" suruh Daniel
Jeff pun melaksanakan tugas Daniel, tak berselang lama Jeff datang dengan wanita yang cantik.
Jeff membawanya ke balkon.
__ADS_1
"Boz, wanitanya sudah siap" kata Jeff
"Suruh dia duduk" sahut Daniel
Daniel pun kembali lagi ke lamunannya. Dan sampai tengah malam dia masih setia dengan pikiran galaunya, dia membiarkan wanita tersebut hanya duduk dengan pikiran yang tak menentu juga.
"Boz, wanitanya sudah menunggu untuk menjalankan perintah" ucap Jeff
"Kamu saja yang menikmatinya Jeff, aku sudah puas dengannya." sahut Daniel lalu berjalan menuju kamarnya
"Aku pakai ya, tapi tagihannya kamu yang bayar ya boz" teriak Jeff
Daniel hanya mengangkat jempolnya yang menandakan bahwa dia yang membayar wanita tersebut.
Jeff pun menggiring wanita itu ke kamarnya dan bagaimana selanjutnya hanya mereka yang tau.
Dalam kamar Daniel masih belum bisa tidur, dia mengambil ponselnya namun tak ada pesan atau panggilan dari Chelsea, "apa kamu benar-benar melupakanku Chelsea" gumam Daniel sambil memandang foto mereka berdua.
*******
Di sisi lain aku juga belum tidur, aku pun memikirkan nasib kak Yazid yang sedang putus cinta.
"Hubby, kasian juga ya kak Yazid" kataku yang membuat Chris menoleh ku
"Kasian, tapi ya memang itu nasibnya. Lagipula dia lemah sekali, buat apa galau-galau an segala" ucap Chris
"Namanya juga pas lagi suka-suka nya hubby, belum tentu juga kamu jika di posisi kak Yazid bisa tegar" kataku
__ADS_1