
mendengar suara pintu ditutup membuatku bangun.
"Astagfirullah ternyata sudah siang" gumam ku lalu ke kamar mandi
Waktu menunjukan pukul sembilan pagi namun mereka semua masih molor. Aku pun mendekati kak Yazid dan aku membangunkannya.
"Kak Yazid, udah siang Kaka tidak bangun?" kataku sambil menggoyang tubuh kak Yazid.
Daniel/Yazid membuka netra, bola matanya memutar untuk melihat sekelilingnya.
Tau posisiku di sisinya membuatnya tersenyum manis
"Pagi Zahra" sapa nya
"Pagi kak, bagaimana keadaannya kak Yazid pagi ini?" tanyaku dengan menatapnya
"Baik Zahra" jawabnya dengan tersenyum.
Daniel pun merubah posisinya yang semula tiduran ke duduk.
Kami pun bercengkerama bersama, aku juga membantunya untuk berkemas karena pagi ini kak Yazid sudah boleh pulang.
"Aku masukan semua di tas ya kak?" tanyaku dengan tangan yang sibuk mengambil baju kotor kak Yazid.
"Biar Jeff yang membereskan Zahra" cegah kak Yazid
"Kasian Jeff kak, biar aku saja" ucapku
Chris yang mendengar aku berbicara dengan kak Yazid pun terbangun begitu pula dengan Jeff.
Melihat Chris yang sudah bangun, aku pun mendekatinya dan meletakan tas kak Yazid.
"Morning hubby" sapa ku dengan tersenyum
__ADS_1
"Morning too baby" balas Chris.
"Pagi-pagi kamu sudah mengobrol dengannya membuatku cemburu saja" imbuh Chris sambil menggerutu
"Hubby, dia itu kakakku" kataku dengan menghela nafas.
Jeff yang kesal pun akan sikap Chris pun berucap
"Ada masalah apa denganmu? kelihatannya dari kemarin kamu selalu mencari gara-gara dengan tuan Daniel"
Chris pun tertawa, lalu mengelak
"Siapa yang cari gara-gara dengan tuan mu, aku, hanya tidak suka jika istriku dekat-dekat dengannya."
Aku yang kesal pun membuang rasa malu ku lalu mencium Chris, awalnya aku hanya ingin mengecup singkat namun Chris malah memegang tengkukku dan memaksaku untuk membuka mulut, dan dia pun mengeksplor isi mulutku.
Danil dan Jeff pun mengumpat
"Brengsek sekali adik ipar mu tuan"
Mereka berdua harus melihat pemandangan syur dari kami.
Lama berpaut akhirnya Chris melepaskan ciumannya.
"Hubby" teriakku dengan memukulnya
Chris pun terkekeh sedangkan Daniel dan Jeff hanya geleng-geleng kepala.
Tak lama kemudian dokter pun datang untuk memeriksa Daniel karena sudah semakin membaik Daniel diperbolehkan pulang sekarang.
"Kak Yazid, kakak bisa kan pulang dengan Jeff karena kami harus pulang sebentar untuk melihat Freya, kami takut dia mencari kami." kataku
"Tentu Zahra namun jangan lupa ya, nanti menginap di rumah kakak" Daniel mengingatkan
__ADS_1
"Siap kak nanti Zahra dan Chris akan kesana, jika Allah mengijinkan" sahutku lalu keluar kamar perawatan kak Yazid.
Setelah sampai di rumah aku lihat Freya sedang bermain dengan baby sitter nya.
Saat dia melihatku turun dari mobil dia pun berlari sambil bilang
"Mommy, mommy"
Aku pun berlari untuk memeluk bidadari kecilku ini.
"Miss you so much my little angel" kataku dengan menciumi Freya.
"Me too" jawabnya singkat
Chris pun mendekati kami dan langsung menggendong Freya lalu mengajaknya main di kolam renang. Chris selalu membawa Freya ke kolam renang oleh sebab itu Freya sudah ahli berenang namun tetap memakai pelampung di lehernya.
"Freya sungguh hebat ya hubby, begitu tanggap dan aktif" kataku dengan mata yang tak lepas dari Freya
Freya bisa berenang sendiri tanpa di pegangi oleh Chris
"Tentu, itu semua dari gen ku sayang" sahut nya dengan terkekeh.
"Gen ku juga hubby" timpal ku tak terima
Freya yang sudah capek pun akhirnya menepi tentu Freya masih dalam pengawasan Chris.
"wanita hanya wadah sayang" kata Chris dengan tangan yang memegangi Freya.
"Kamu menyebalkan sekali sih hubby, sedikit banyak gen ku juga menurun di Freya" aku tak terima diejek kalau wanita hanya wadah oleh Chris.
"Lebih dominan si ayah sayang" kata Chris dengan terkekeh.
Dia tertawa puas pasalnya aku kesal dengan raut wajah tak karu-karuan.
__ADS_1
Dengan mode kesal ku aku memandikan Freya lalu mengajak Freya untuk tidur siang.