
Sudah beberapa hari Chris dan David Bryan belum bisa menemukan para istri, sehingga membuat keduanya sangat-sangat frustasi.
"Bagaimana ini David, kita masih belum tau keberadaan mereka," kata Chris yang nampak kacau
"Entahlah Crish aku sendiri juga bingung, dimana mereka bersembunyi." David pun memijat pelipisnya
Karena memikirkan para istri mereka, David dan Chris jadi tidak fokus kerja, pekerjaan mereka banyak yang terbengkalai
Kami para istri sungguh menikmati liburan kami, tak peduli dengan Chris maupun Bryan yang mencari keberadaan kami.
Waktu itu Puput sengaja menyuap petugas bandara untuk memalsukan data kami sehingga dengan begitu Chris maupun David tidak akan menemukan kami.
Hari ini kami akan berjemur di pantai, kami juga mengajak Daffa dan Freya serta baby sitter nya.
"Aku sungguh bahagia Zahra, rasanya lepas bebas tanpa beban," kata Puput
"Benar Put, biasanya di rumah aku selalu mendapat hukuman dari Chris" Aku pun kesal mengingat jika Chris selalu menghukum ku.
"Nasib kita sama Zahra, aku pun sering dihukum David Bryan," sahut Puput
Aku dan Puput mengajak Daffa dan Freya untuk membuat istana pasir.
Mereka berdua nampak senang sekali karena ini baru pertama kalinya buat mereka main seperti ini.
Tak selang lama bermain tiba-tiba sapaan Diego dan Lorenzo membuyarkan lamunanku.
"Hay," sahutku kikuk
__ADS_1
Melihat Daffa dan Freya asik bermain membuat Lorenzo dan Diego membuatkan mereka istana pasir yang besar dan juga megah.
Mereka pun ikut bermain dengan bocil kami, nampak Daffa dan Freya sangat senang.
Setelah puas bermain dengan para bocil, Lorenzo dan Diego bergabung bersama kami.
"Mereka anak-anak yang pintar," puji Lorenzo
"Iya," sahut kami berdua
"Siapa nama mereka?" tanya Diego
"Daffa dan Freya," jawab Puput
"Nama yang indah, seperti mommy mereka," puji Lorenzo
Kami berdua hanya tersenyum,
"Lusa kami kembali bekerja, berat sebenarnya meninggalkan Hawai, tapi bagaimana lagi" jawan Lorenzo
"Bagaimana dengan kalian," tanya Diego
"Ntah kapan kami pulang," jawabku
Kami pun mengobrol bersama lagi, kami pun semakin akrab. Walaupun akrab namun kami masih dalam koridor kami, masih paham betul batasan-batasan.
Karena puas bermain kami kembali ke hotel kami, begitu pula dengan Lorenzo dan juga Diego.
__ADS_1
"Kenapa kalian membuntuti kami?" tanya Puput
"Kami tidak membuntuti kalian, kami juga mau kembali ke kamar kami," jawab Lorenzo
Aku dan Puput saling pandang, bagaimana bisa mereka tinggal di hotel yang sama dengan kami.
Kami pun mengangkat bahu saat saling pandang.
Setelah sampai di kamar, kami pun langsung membersihkan diri, begitu pula dengan Freya dan juga Daffa.
Merasa lapar kami pun pergi ke restoran hotel untuk makan, dan lagi-lagi kami bertemu Lorenzo dan juga Diego seolah mereka sedang mengikuti kami.
Mereka melambaikan tangannya pada kami,
"Kenapa kita selalu bertemu dengan mereka Zahra?" bisik Puput
"Ntah lah Put, mereka seperti hantu saja," sahutku
Kami memilih tempat duduk untuk makan, begitu pula dengan Daffa maupun Freya serta baby sitter nya.
"Kita bertemu lagi? boleh bergabung?" tanya Lorenzo
"Silahkan," jawab Puput
Mereka pun duduk, Daffa dan Freya pun akrab dengan Lorenzo dan juga Diego, bahkan mereka bilang ingin bermain bersama lagi.
"Uncle nya sibuk sayang, mainnya sama mommy saja ya," kataku mencoba membujuk Freya
__ADS_1
Freya hanya menggelengkan kepala begitu pula dengan Daffa.
Mereka bilang bermain dengan Lorenzo maupun Diego seperti bermain dengan Daddy mereka.