Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova
Bekal makanan


__ADS_3

Karena Chris tidak sarapan dan berangkat tidak pamit membuatku tak tenang, pikiranku menerawang kemana-mana.


Aku pun menitipkan Freya pada baby sitter setelah itu aku mengambil ponselku untuk mengirim pesan pada Chris.


Walaupun masih kesal namun aku tetap mengirim pesan pada nya


Jangan lupa sarapan


begitulah isi dari pesanku.


Chris pun membuka ponselnya saat dengar ada suara pesan masuk.


Senyumnya merekah, "Se marah-marahnya kamu padaku, kamu tetap khawatir juga sayang" gumam Chris.


Chris pun punya ide untuk membuat aku semakin khawatir, dia pun membalas pesanku


~Bagaimana aku bisa makan jika istriku saja marah padaku, lebih baik aku tidak makan seharian. Oh ya nanti malam aku pulang telat karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan~


Mataku membola saat membaca pesan yang Chris kirimkan, "bagaimana bisa dia tidak makan, kalau sakit bagaimana?" gumam ku khawatir.


Aku tak membalas pesan Chris, aku terus saja mondar-mandir dengan memegang ponselku


"Ya Rabb" aku pun duduk di tepi ranjang dan berfikir.


Kaki membawaku ke dapur, aku masak seadanya lalu memasukannya ke dalam bekal makanan.


"Jacob antar aku ke kantor" perintahku pada Jacob yang asik duduk di teras.

__ADS_1


"Siap nyonya" balasnya lalu berdiri dan mengambil mobil di garasi.


Kini aku pun sudah sampai di depan gedung pencakar langit tempat Chris bekerja, aku bergegas melangkahkan kaki lalu menuju ruangan Chris.


Saat aku masuk di sana ada David Bryan yang duduk di sofa dengan berkas di tangannya, sedangkan Chris berada di kursi kebesarannya dengan mata dan tangan yang sibuk dengan layar segi empat di depannya.


"Hey Zahra" sapa David Bryan dengan mata yang diarahkan padaku


"Selamat pagi tuan David" sapa ku balik.


Chris pun menghentikan aktivitasnya, dia pun tersenyum


"Aku tak menyangka dia akan kesini" batin Chris lalu menghampiriku.


"Ada perlu apa kamu kemari sayang" tanya Chris


David yang ikut mendengar dialog ku dengan Chris menimpali


"Tadi pagi dia mengajak aku sarapan Zahra"


Aku menoleh ke arah David Bryan sedangkan Chris memegangi kepalanya


"Pasti dia akan marah lagi" batinnya


Aku menatap Chris dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan, David Bryan yang mencium aroma tak enak pun pamit untuk kembali ke ruangannya.


"Aku kembali dulu, kalian lanjutkan ngobrolnya" katanya lalu keluar ruangan.

__ADS_1


"Kamu bohong lagi hubby" kataku dengan menatapnya.


"Maafkan aku sayang, tadi awalnya nggak mau sarapan namun aku lapar jadi aku makan saja kan suamimu butuh banyan tenaga untuk bekerja" sahutnya


Mungkin untuk menghadapi Chris aku harus smart, dia terus saja menggunakan akal liciknya untuk membodohi ku.


"Yes hubby, is ok. Maaf aku terima" ucapku.


Bekal makanan tadi yang aku bawa pun aku sodorkan padanya, aku memintanya untuk memakan habis isinya.


"Sayang aku sudah kenyang" dia mencoba menolak untuk memakannya


"Baiklah hubby, makanan ini buang saja lagian jerih payahku nggak pernah kamu hargai, kemarin kamu membaut aku menunggu sekarang kamu nggak mau makan bekal yang aku buatkan" kataku merajuk


Chris pun frustasi


Akhirnya dia pun memakan bekal yang aku bawakan walaupun perutnya sudah kenyang.


"Sayang sudah, nanti aku makan lagi" pintanya dengan memelas.


"Nggak, harus habis kalau nggak habis aku pastikan, aku nggak akan membawa bekal kesini lagi." ancam ku


Chris pun mau nggak mau harus memakannya, perutnya pun sungguh penuh sesak dengan makanan.


"Begini perjuangan para pria untuk mendapatkan maaf dan simpati istri" batin Chris


awalnya hanya ingin membuat khawatir namun malah dia dikerjai balik.

__ADS_1


__ADS_2