
Chelsea, Jeff dan Daniel sudah sampai di bandara, Chelsea dan Daniel ingin ke New York untuk menemui orang tua Chelsea.
"Jeff aku titip perusahaan dan selama aku di New York jangan pernah menggangguku." Pesan Daniel lalu masuk.
Pesawat pun sudah lepas landas menuju New York, dalam hati Daniel selalu berdoa supaya orang tau Chelsea menerimanya dan mengijinkan Chelsea untuk memeluk Islam.
Lima jam pun berlalu kini burung besi sudah mendarat dengan sempurna di bandara di kota New York.
Untuk sampai ke kediaman Chelsea butuh waktu sekitar dua jam. Tak terasa mobil sudah memasuki halaman rumah Chelsea, mereka pun masuk rumah bersama.
Kebetulan mommy dan Daddy Chelsea bersantai di ruang tamu.
"Good afternoon mom, dad" sapa Chelsea
Mommy dan Daddy nya pun terkejut dengan kedatangan Chelsea dan Daniel yang secara tiba-tiba.
"Afternoon Chelsea" balas mereka berdua.
"Tumben sudah pulang Chelsea" tanya mommy
"Iya mom, Chelsea pulang karena ada yang akan Chelsea bicarakan." jawab Chelsea
Chelsea dan Daniel pun duduk di sofa, sedangkan daddy dan mommy saling pandang bertanya-tanya apakah ada hubungannya dengan lelaki yang dibawa Chelsea
"Hallo mom dan Dad" sapa Daniel
Mommy dan Daddy tersenyum ramah pada Daniel.
"Ini pak Daniel, bos Chelsea di kantor. Dia juga Kaka ipar Chris" Chelsea memperkenalkan Daniel pada orang tuanya.
"Betulkah kamu Kakak Zahra?" tanya mommy
__ADS_1
"Benar mom" jawab Daniel
"Begini mom, sebenarnya kedatangan pak Daniel kesini untuk meminta ijin pada mommy dan Daddy untuk menikah dengan Chelsea" kata Chelsea
Mommy dan Daddy Chelsea pun kaget, pasalnya tiba-tiba sekali untuk menikah.
"Benar mom dan dad, saya berniat untuk menikahi Chelsea untuk itu saya memohon ijin pada mom dan dad untuk mengijinkan Chelsea masuk dalam agama saya." imbuh Daniel
Kata-kata Daniel sontak membuat marah mommy dan Daddy Chelsea terlebih daddy nya.
"Tidak, aku tidak mengijinkan Chelsea berpindah agama, kalau kamu mau menikah dengan Chelsea kamu yang harus ikut agamanya." kata Daddy dengan nada yang tinggi
"Tapi saya tidak bisa dad" sahut Daniel lirih
"Kalau begitu lupakan Chelsea" timpal Daddy
Mendengar kata-kata Daddy membuat Daniel melemas, tidak mungkin dia melupakan Chelsea.
"Apa begitu Chelsea?" tanya Daddy
"Chelsea mencintainya dad" jawab Chelsea dengan menunduk
"Bulsyit dengan cinta, keyakinan lah yang terpenting" sahut Daddy
Mommy mencoba menengahi debat ketiga orang yang ada di depannya.
"Bagiamana kalau kalian menikah tapi dengan keyakinan masing-masing." ide mommy
Chelsea pun setuju dengan begitu dia tidak menyakiti Daniel maupun daddy nya.
"Tapi hal itu tidak dibolehkan dalam keyakinan saya" sahut Daniel.
__ADS_1
"Semua saya kembalikan pada Chelsea" imbuh Daniel
Dia sangat berharap pada Chelsea, semoga Chelsea mau memperjuangkan cinta mereka.
"Sekarang pilihlah dia orang yang baru kamu kenal atau Daddy mu" tanya Daddy
Chelsea pun bingung harus memilih siapa karena mereka berdua sama-sama Chelsea cintai.
"Kita akan berjuang Chelsea sampai Daddy mu menerimaku." bisik Daniel mencoba membujuk Chelsea
"Tentu Chelsea lebih berat Daddy daripada Daniel namun Chelsea sangat mencintainya " kata Chelsea
"Kalau kamu berat dengan Daddy, lupakan Daniel dan keluarlah dari tempatmu bekerja" sahut Daddy
Daniel pun sangat gusar, dia sangat berharap pada Chelsea untuk menolak keinginan daddy nya
"Chelsea kita bisa membujuk mereka" bujuk Daniel
Chelsea pun membujuk Daddy nya
"Dad, selama ini dia selalu mensupport Chelsea dan setiap agama itu baik Chelsea jadi tidak ada salahnya Chelsea memeluk Islam bahkan Chris pun sama." bujuk Chelsea
"Sekali Daddy tidak setuju, selamanya tetap tidak setuju!" serunya lalu masuk ke dalam.
Mommy pun menyusul Daddy, memang mommy sedikit bicara karena Chelsea bukan anak mommy.
"Maafkan saya pak, namun saya tetap memilih Daddy saya" kata Chelsea dengan air mata yang terjatuh
"Kita bisa membujuk Daddy" ucap Daniel
Chelsea pun menyerah, dia memutuskan untuk tetap bertahan pada keyakinan lamanya.
__ADS_1