
Daniel pun mendekat dan menarik Chelsea
"Saya harap anda tidak menjilat kembali kata-kata yang telah keluar dad, saya di sini meminta dengan segala hormat restu dari anda dan juga mommy," kata Daniel yang membuat Daddy sedikit kesal
Mommy pun tersenyum dan berkata
"Mau nggak mau kamu harus menepati kata-katamu dad." Kata Mommy
Daddy yang kesal pun berucap
"Up to you Chelsea"
Chelsea dan Daniel pun saling peluk, mereka menguraikan rindu mereka lewat peluk dan cium.
Ehem ehem
Deheman mommy membuat Daniel dan Chelsea menyudahi pautan mereka.
"Sorry mom, im missing her so much," kata Daniel sambil memegang tengkuknya
"Iya tapi ada mommy di sini," omel mommy lalu tertawa
Mereka semua pun tertawa,
"Ya sudah, ajak Daniel istirahat Chelsea. Mommy mau menyusul Daddy mu di kamar," kata mommy
Chelsea pun mengajak Daniel istirahat di kamarnya, mata Daniel membulat melihat buku-buku berjejer dengan rapi di kamar Chelsea.
__ADS_1
Daniel pun mendekat ke jejeran buku yang tersusun rapi di rak. Dia mengambil satu novel yang berjudul the Notebook karya Nicholas Spark.
"Kamu menyukai novel ini Chelsea?" tanya Daniel sambil memegang novel yang dia bawa
" Iya pak, bagus novelnya," jawab Chelsea
"Kukira kamu hanya menyukai buku-buku tentang bisnis," sahut Daniel
"Terkadang saya juga baca novel pak, untuk merefresh otak saya," timpal Chelsea
"Percaya atau tidak, saya membaca novel itu akhirnya ceritanya sama dengan seperti kita. Bedanya dalam novel mereka bertahun-tahun berpisah sedangkan kita hanya beberapa hari saja," imbuh Chelsea dengan tertawa
Daniel pun memeluk Chelsea bahkan berkali-kali mencium kening Chelsea.
"I love you Chelsea, mulai detik ini aku nggak ingin pisah denganmu lagi," kata Daniel
Daniel dan Chelsea pun berbincang-bincang sambil diiringi canda gurau, mereka nampak bahagia.
Di sisi lain Jeff pun mengumpat, pasalnya dia mendapat pesan dari Daniel untuk segera menyusul ke New York.
"Awas kamu boz, bisa-bisanya mempermainkan aku seperti ini. Seenaknya menyuruh tanpa memikirkan perasaanku." Jeff pun mengumpat kesal pada Daniel
Saat hendak berangkat dia menerima pesan lagi dari Daniel kalau ke New York nya besok saja, karena dia tak ingin Jeff mengganggu mereka.
Dengan kesal Jeff membuang travel bag nya, hatinya sungguh di permainkan oleh Daniel.
"Kalau ketemu asli aku ingin memukulmu sampai puas," gerutu Jeff
__ADS_1
Saat asik menggerutu dia mendapatkan pesan lagi dari Daniel
"Jeff jangan marah"
Spontan Jeff membuang ponselnya ke sofa, dia sudah tak tahan lagi akan sikap Daniel yang mempermainkannya.
Keesokan harinya Chelsea dan Daniel pun berniat untuk ke Washington. Daniel pun ingin segera memuallafkan Chelsea sebelum Daddy berubah pikiran.
Jeff yang diperintahkan untuk menyusul Daniel besok pun sudah bersiap di bandara.
Jeff memilih penerbangan siang, karena pagi dia masih malas dan dia juga masih kesal dengan Daniel.
Saat pesawat hendak take off, ponsel Jeff berbunyi dan itu dari Daniel dia bilang kalau dia sudah di California.
Pramugari pun menyuruh Jeff untuk mematikan ponselnya karena pesawat hendak take off.
Raut wajah Jeff pun berubah, dia sungguh kesal dengan Daniel. Akhirnya Jeff pun pura-pura terkena serangan jantung sehingga membuat para penumpang panik dan pramugari menghubungi pilot.
"Pak gawat ada penumpang yang mengalami serangan jantung mendadak," kata pramugari lewat telpon darurat yang tersedia di pesawat
"Siap, akan melakukan pendaratan darurat," sahut sang pilot
Jeff pun di dorong beberapa perawat dan dokter yang bertugas di bandara. Saat masuk bandara Jeff pun berdiri.
"Saya sudah sehat, maaf merepotkan," katanya lalu berlari sekencang-kencangnya tanpa memperdulikan travel bag nya.
"Daniel brengsek," gerutunya saat dalam taxi
__ADS_1
Sopir taxi yang mendengar gerutuan Jeff pun hanya geleng-geleng kepala.