Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova
Gejolak hati Daniel


__ADS_3

"Maafkan mommy Chelsea, mommy akan mencoba bicara dengan Daddy. Dulu karena keegoisan mommy Chris meninggalkan mommy, sekarang mommy nggak mau itu terjadi padamu," kata mommy dengan mengecup Chelsea.


"Terima kasih mom," sahut Chelsea yang semakin erat memeluk mommy nya


Setelah menenangkan Chelsea mommy keluar kamar, dia pun menutup pintu kamar Chelsea dan menangis di depan pintu.


Dia baru menyadari betapa egoisnya dia terhadap anak-anaknya. Setelah menghapus air matanya mommy menemui Daddy di kamar mereka.


Belum sempat mommy bicara Daddy sudah menyahut


"Aku tak akan memberikan restu pada Chelsea jika dia masih ingin melanjutkan hubungannya dengan lelaki muslim itu." Daddy pun membelakangi mommy


"Kalau begitu siap-siaplah kehilangan anakmu," ucap mommy kesal


"Selama ini Chelsea tidak pernah menuntut apa-paa padamu bahkan dia selalu menuruti kemauanku, Ingan Dad, dia bukan boneka. Dia punya hati dan perasaan apa salahnya memberinya kebebasan dalam menentukan pilihannya." Mommy mencoba merayu Daddy


"Tapi ini menyangkut keyakinan, aku nggak ingin Chelsea berpindah keyakinan!" seru Daddy


"Tapi Chelsea juga nyaman dengan keyakinan Daniel, bagi wanita lelaki adalah kiblatnya mana letak kesalahannya," kata mommy


"Terserahlah, sampai kapan pun aku nggak mau anakku pindah keyakinan!" Daddy bicara dengan mommy menggunakan nada tinggi.

__ADS_1


Mommy pun menangis, sungguh keras sekali hati suaminya.


"Ya sudah hatimu memang keras, jadi mengeras lah seperti batu hingga kamu menyesal telah kehilangan anakmu," kata mommy lalu meninggalkan Daddy yang masih terpaku menatap jendela


Daddy mengalami perang batin yang luar biasa.


Di sisi lain Daniel berada di rumah Chris, dia mengobrol dengan aku dan juga Chris tak ketinggalan asistennya si Jeff.


"Kelihatannya kamu sudah ceria Daniel," kata Chris dengan menatap wajah kakak iparnya


"Iya Chris, hidup kan harus berlalu. Mungkin Chelsea bukanlah jodohku," sahut Daniel


Mendengar kata-kata Chris membuat Daniel mematung, hatinya bergejolak dia sangat sakit mendengar kalau Chelsea keadaanya memburuk.


"Chelsea, apa yang terjadi padamu. Bukankah kamu sudah menyerah dengan hubungan kita," Daniel bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati.


Aku yang mengetahui wajah Daniel yang berubah pun menyenggol Chris


"Apa sih sayang, memang benar kan Chelsea keadaanya tak baik" ucap Chris dengan Chris sehingga membuatku ingin memukulnya.


Jeff pun ikut menimpali

__ADS_1


"Sudah, sana pergi ke New York lagi jemput Chelsea, biar tidak jadi perjaka tua,"


"Ikutilah kata hatimu kak, kakak yang lebih tau mana yang terbaik buat kakak, kamu di sini selalu mendukung kakak." Aku pun mendekati kak Yazid lalu memeluknya.


Daniel pun memelukku dengan erat seraya berkata


"Terima kasih Zahra, kamu adalah adik terbaik sedunia. Kakak beruntung sekali memilikimu"


Chris yang melihat dan mendengar adegan di depannya pun ikut mengoceh


"Hey Daniel dia milikku bukan milikmu, aku yang lebih berhak daripada dirimu."


Daniel pun melepas pelukannya


"Kita harus berbagi Chris, sebelum kamu dengannya dia telah menjadi milikku," sahut Daniel


"Nggak, aku nggak mau berbagi," timpal Chris.


"Kalian ini bodoh sekali, merebutkan sesuatu yang jelas-jelas milik kalian." Jeff pun ikut menimpali.


Daniel dan Chris melemparkan tatapan mautnya pada Jeff, Jeff pun mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2