Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova
Cinta beda agama sungguh sulit


__ADS_3

Daniel terdiam mendengar jawaban Chelsea, dia pun kembali memfokuskan mata serta pikirannya ke jalan. Dengan kecepatan sedang dia menyusuri jalan menuju rumah Chris.


"Bersiaplah Chelsea, hari ini kita kembali ke Washington" kata Daniel


Chelsea hanya mengangguk tanpa protes sedikit pun.


Setelah sampai di rumah Chris, Daniel turun dan berjalan terlebih dahulu.


Saat melewati ruang keluarga dia melihat aku dan Freya bermain, dia pun menghampiri kami


"Halo Freya" sapa nya


"Halo uncle" sapa balik Freya


"Kak Yazid darimana? kenapa semalam tidak pulang?" tanyaku


"Kak Yazid ada urusan penting dengan Chelsea jadi harus menginap di luar" jawab Daniel bohong.


Aku melihat kesedihan di mata kak Yazid, terlihat dia begitu galau, dengan sedikit takut aku pun bertanya


"Ada masalah apa kak, kenapa kakak terlihat sangat sedih?" tanyaku penasaran.


" Apa mungkin Chelsea bisa menjadi mualaf seperti Chris?" Daniel menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan balik


"Ntah lah kak, ayah Chelsea seorang yang taat pada keyakinannya jadi kelihatannya Chelsea taat pada keyakinannya sejak kecil" jawabku


"Lalu bagaimana ini Zahra? tanya Daniel lagi dengan frustasi

__ADS_1


Aku pun menyunggingkan senyuman, tak ku sangka kakakku menyukai kakak ipar ku.


"Jadi kakak mencintai Chelsea?" tanyaku balik


Daniel tak menjawab pertanyaan dariku namun diamnya cukup membuat kau tahu kalau dia mencintai Chelsea.


"Kalau kakak mencintainya kakak harus memperjuangkannya kak, buat Chelsea mencintai kakak. Beri kelonggaran padanya dalam hal keyakinan dengan begitu dia akan menilai kalau muslim adalah agama yang baik juga. Selama masa penjajakan jangan mengungkit soal keyakinan terlebih dahulu."


"Jadi begitu" sahut Daniel paham


"Setiap minggu biasanya dia ke gereja kak, kakak bisa mengantarnya. Buktikan kalau kak Yazid pantas untuknya. Cinta beda keyakinan memang sulit apalagi sama-sama teguh dengan keyakinan masing-masing." kataku menjelaskan.


"Iya Zahra kamu benar, dan Chelsea bukan wanita yang mudah ditaklukkan tidak seperti wanita lainnya" sahut Daniel


"Semangat kak, aku selalu mendukungmu" timpalku lalu mencium pipinya


Daniel pun memelukku, dengan lirih dia berkata


Chelsea dari kejauhan melihat kami saling berpelukan, dia pun tersenyum. Lalu dengan langkah pelan dia menghampiri kami yang sedang berpelukan.


"Pak" panggilnya


Kami menguraikan pelukan kami lalu menoleh ke arah Chelsea.


"Iya Chelsea" balas Daniel


"Katanya kita kembali ke Washington sekarang pak" tanya Chelsea.

__ADS_1


"Kelihatannya mundur saja Chelsea, tiba-tiba aku berubah pikiran" jawab Daniel


Raut muka Chelsea pun berubah, dia sangat kesal pada Daniel


"Lihatlah Zahra, kakakmu sungguh mempermainkan aku, tadi dia menyuruhku bersiap-siap dan sekarang dia berubah pikiran." kata Chelsea kesal


"Maaf Chelsea" sahut Daniel lirih


Chelsea yang kesal pun memukul Daniel dengan bantal, Daniel pun memegangi tangan Chelsea sehingga tanpa sengaja Chelsea jatuh dalam pangkuan Daniel.


Aku yang melihatnya pun beranjak berdiri lalu membawa Freya ke kamarnya.


Daniel dan Chelsea saling memandangi satu sama lain, bahkan wajah mereka semakin dekat dan ciuman pun tidak dapat terelakkan.


Chris yang pulang karena mengambil berkas yang tertinggal harus melihat adegan kakak dan kakak iparnya.


"Woey, woey apa yang kalian lakukan?" teriaknya.


Daniel pun melepas pautannya begitu pula Chelsea yang mengusap sisa Slavina di bibirnya.


Daniel sungguh kesal sekali pada Chris.


"Kamu ini mengganggu saja!" seru Daniel


"Siapa suruh berbuat tak senonoh di sini" jawab Chris


"Adikmu sungguh menyebalkan Chelsea" kata Daniel

__ADS_1


"Dia memang begitu" sahut Chelsea.


Daniel dan Chelsea pun pergi meninggalkan Chris yang masih menyimpan kesal.


__ADS_2