Terjebak Cinta Sang Casanova

Terjebak Cinta Sang Casanova
Crazy man


__ADS_3

"Jangan menertawakan ku Chelsea, aku tahu dan paham betul kalau aku sudah menjadi gila semenjak aku suka padamu." kata Daniel tanpa menatap Chelsea yang duduk di sebelahnya.


"Fokuslah menyetir kenapa kamu curi-curi pandang padaku, setiap orang memang akan gila bila dirinya sedang jatuh cinta" sahut Chelsea tanpa memandang Daniel juga.


"Bisakah kamu tidak berhubungan dengan lelaki lain?" tanya Daniel sambil melirik Chelsea.


"Tidak" jawab Chelsea enteng


Hati Daniel pun terasa teriris, tangannya sudah mengepal.Dia tak menyangka kalau Chelsea menjawab tidak.


"Apa maksudmu Chelsea, apa tidak adakah setitik cinta untukku di hatimu?" tanya Daniel lagi


"Ada" jawab Chelsea singkat.


Chelsea seolah mempermainkan Daniel, dia saat ini sangat kesal dan sakit hati atas perkataan Chelsea.


Dia pun menepikan mobilnya lalu menatap Chelsea dengan tatapan Falcon.


"Jelaskan padaku Chelsea" pinta Daniel


Chelsea menghela nafas dalam,


"Jika kamu memintaku untuk tidak berhubungan dengan lelaki lain selain dirimu tentu aku tidak bisa, karena adikku Chris juga lelaku, ayahku juga lelaki Jeff asisten dan para klien yang aku temui juga lelaki" sahut Chelsea


Daniel pun tertawa mendengar kata-kata Chelsea, "maksudku bukan seperti itu, maksudku menjalin cinta dengan laki-laki lain selain aku" Daniel pun menjelaskan walaupun sebenarnya Chelsea pun tau maksud Daniel

__ADS_1


"Mungkin tidak, karena sekarang aku telah menyukai seseorang" ucap Chelsea


Daniel pun tersenyum puas, dia tidak bertanya lagi. Dengan pelan dia melajukan mobilnya.


"Kenapa kamu tidak bertanya? siapa lelaki yang ku suka" tanya Chelsea


"Untuk apa aku bertanya, aku kan sudah tau kalau pria yang kamu sukai adalah aku" jawab Daniel dengan percaya diri tingkat dewa.


Chelsea pun tersenyum, lalu Daniel kembali fokus dengan menyetirnya. Kini mobilnya telah sampai di sebuah toko buku terbesar di Washington.


"Untuk apa kesini? apa kamu mau membeli buku?" tanya Chelsea heran.


"Tidak namun aku akan membelikanmu buku serta membuatkan perpustakaan mini di apartemen mu jadi kamu nggak usah repot-repot membaca buku ke perpustakaan." jawab Daniel


"Jangan menolak Chelsea, itu semua juga untuk dirimu" sahut Daniel


"I know but kamu tidak harus seperti ini pak, aku nggak mau merepotkan mu" kata Chelsea dengan raut wajah tak enak.


"Apapun akan aku lakukan Chelsea, jangankan buku gedung pencakar langit pun akan aku buatkan jika kamu menginginkannya" sahut Daniel


"Crazy man" ejek Chelsea


Daniel hanya terkekeh namun Chelsea bersikeras untuk tidak mau membeli buku, karena Chelsea sudah mempunyai banyak buku di apartemennya. Sewaktu dia sekolah dulu dia gemar membeli buku.


"Ok, fine. Lalu kita sekarang mau kemana?" tanya Daniel

__ADS_1


"Kita pergi ke wahana bermain saja, lama aku tidak bermain kesana?" jawab Chelsea


"Ok" sahut Daniel


Daniel pun memutar balik mobilnya menuju wahana bermain terdekat dari tempatnya sekarang. Chelsea mengatur kemiringan jok sandarannya dirasa pas dia pun menyandarkan kepala.


Tak butuh waktu lama untuk sampai, kini mereka berdua pun turun dari mobil.


"Kamu ingin bermain apa Chelsea?" tanya Daniel


"Aku mau memicu adrenalin ku pak dengan naik roller coaster" jawab Chelsea.


Seketika wajah Daniel memucat, keringat dingin pun keluar. Chelsea yang melihat perubahan raut muka Daniel pun bertanya


"Kamu kenapa pak?" tanya Chelsea


"Nggak apa-apa Chelsea" jawab Daniel


"Jangan bilang anda takut dengan permainan ini pak" tebak Chelsea


"Tidak, siapa bilang aku takut. Aku adalah lelaki perkasa mana mungkin takut dengan roller coaster"


Chelsea pun tersenyum


"Mari kita buktikan pak" batin Chelsea lalu menarik Daniel menuju roller coaster

__ADS_1


__ADS_2